LightBlog

Bolehkah Bayar Zakat Fithri Dengan Mata Uang?

Oleh Ustadz Berik Said hafidzhahullah Ibnu ‘Umar radhiallahu ‘anhuma menceritakan: فرض رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ و...







Oleh Ustadz Berik Said hafidzhahullah

Ibnu ‘Umar radhiallahu ‘anhuma menceritakan:

فرض رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ زَكَاةَ الْفِطْرِ صَاعًا مِنْ تَمْرٍ أَوْ صَاعًا مِنْ شَعِيرٍ …

"Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mewajibkan zakat fithri sebanyak satu sha’ kurma atau satu sha’ gandum." [HSR. Bukhari no. 1503 dan Muslim no. 984]

Sementara dalam hadits yang berasal dari Abu Sa’id al Khudri disebutkan tentang yang dijadikan zakat fithri yakni:

صاعًا من طعامٍ، أو صاعًا من شَعيرٍ، أو صاعًا من تَمرٍ، أو صاعًا من زَبيبٍ،

"1 sha’ dari bahan makanan, 1 sha’ gandum, 1 sha’  kurma, 1 sha’ gandum atau 1 sha’ kismis.” [HSR. Bukhari no. 1437 dan Muslim no. 985]

Dalam riwayat lain -masih dari Abu Sa’id al Khudri radhiallahu ’anhu- disebutkan:

أو صاعًا من أقِطٍ

"Atau satu sha’ dari keju“. [HSR.Muslim nl. 985]

Dari hadits-hadits di atas dapat diketahui bahwa, zakat fithri itu berupa makanan pokok, terutama makanam pokok yang masyhur di daerahnya, baik berupa gandum, kurma, kismis, keju atau dinegeri kita beras dan lain-lain yang termasuk bahan makanan pokok.

Ibnu Taimiyyah rahimahullah saat menjelaskan mengapa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menggambarkan alasan dijadikannya kurma atau gandum sebagai barang yang dijadikan zakat fithri, maka beliau berkata dalam Majmu’ Fatawa-nya [XXV:68-69]

وَالنَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَرَضَ زَكَاةَ الْفِطْرِ صَاعًا مِنْ تَمْرٍ أَوْ صَاعًا مِنْ شَعِيرٍ ؛ لِأَنَّ هَذَا كَانَ قُوتَ أَهْلِ الْمَدِينَةِ

"Dan adalah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mewajibkan zakat fithri dengan satu sha’ kurma atau satu sha' gandum, karena ini (kurma dan gandum) adalah makanan pokok penduduk madinah.

Atas dasar itu jumhur (mayioritas ulama) menyatakan bahwa zakat fithri mestinya berupa makanan pokok, terutama makanan pokok penduduk di wilayahnya."

Ini adalah Madzhab dari sejumlah Ulama Malikiyah, diantaranya diutarakan oleh al Baaji dalam al Muntaqo Syarh Muwatho’ [II:188], Syafi'iyah [Roudhotut Thoolibin II:303] karya Imam Nawawi, salah satu riwayat dari Imam Ahmad  rahimahullah [al Mughni III:85], Ibnul Qoyyim rahimahullah dalam I’laamul Mauwaqqi’in [III:11], Syaikh bin Baaz rahimahullah dalam Majmu’ Fatawa-nya [XIV:207], Syaikh Al 'Utsaimin rahimahullah dalam Majmu’ Fatawa-nya [XVIII:283].

Lebih dari itu mayoritas ulama melarang membayar zakat fithri walau dengan mata uang itu senilai dengan harga makanan pokok.

Imam Nawawi rahimahullah menyatakan:

وَلَمْ يُجِزْ عَامَّةُ الْفُقَهَاءِ إِخْرَاجَ  الْقِيمَةِ وَأَجَازَهُ أَبُو حَنِيفَةَ    …

"Segenap (mayoritas) ahli fiqih tidak membolehkan pembayaran zakat fithri dengan mata uang pengganti, selain Abu Hanifah rahimahullah …" (Syarah Shahih Muslim VII:61-62)

Kata Ibnu Qudamah rahimahullah:

أنَّ النبيَّ صلَّى الله عليه وسلَّم فرَضَ الصَّدقةَ في أنواعِ الطَّعامِ، فمَن عَدَل إلى القِيمةِ، فقد ترَكَ المفروضَ

"Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mewajibkan shadaqah (zakat fithri) dalam berbagai jenis makanan (pokok), maka barangsiapa menggantinya dengan mata uang, berarti ia telah meninggalkan dari sesuatu yang diwajibkan (oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam)." (al Mughni III:87)

Kata Syaikh Al 'Utsaimin rahimahullah:

أنَّ زكاةَ الفِطرِ عبادةٌ مَفروضةٌ مِن جِنسٍ معيَّنٍ، فلا يُجزِئُ إخراجُها مِن غَيرِ الجِنسِ المعيَّنِ، كما لو أخرَجَها في غيرِ وَقتِها المعيَّنِ

"Sesungguhnya zakat fithri adalah suatu ibadah yang telah ditetapkan jenisnya, (yakni berupa makanan pokok -pent), maka tidak diperbolehkan membayarkan zakat fithri dengan yang bukan jenis yang telah ditetapkan tersebut. Ini sama dengan (perkara) mengeluarkan zakat fithri di bukan waktu yang telah ditentukan." (Majmu’ fatawa wa rosa’il-nya XVIII:284)

Syubhat Yang Membolehkan Pembayaran Zakat Fithri Dengan Uang


Uang lebih mudah digunakan dan lebih diperlukan saat ini oleh orang yang miskin.

Jawaban Atas Syubhat Tersebut


Pertama, Uang telah dikenal di zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Bersamaan dengan itu telah diketahui oleh kita semua bahwa seandainya ada perkara yang paling mudah bagi ummatnya yang masih dalam batas syari’at, maka beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam selalu akan memilihkan yang termudah. Namun dalam kenyataannya, saat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan pilihan barang yang dapat dijadikan zakat fithri, beliau memberikan alternatif seluruhnya berupa makanan pokok sebagaimana beberapa dalilnya telah dikemukakan di muka.

Sungguh, seandainya mata uang juga merupakan alternatif yang dibolehkan dengan anggapan lebih mudah dan lebih dibutuhkan, sudah barang tentu tanpa kita gurui lagi beliau  shallallahu ‘alaihi wa sallam akan menjadikan mata uang sebagai salah satu alternatif tersebut, karena -sekali lagi- mata uang pun telah dikenal di zaman beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Kedua, Ulama telah sepakat bahwa dalam kurban, maka hewan kurban tak boleh diganti dengan mata uang.

Kalau seandainya alasan penggantian dengan mata uang untuk zakat fithri dibenarkan, maka tentu alasan penggantian mata uang hewan kurban jauh lebih logis, dikarenakan sudah pasti membawa-bawa hewan kurban jauh lebih ribet daripada membawa-bawa 2,5/3 Kg beras atau makanan pokok serupa. Tapi kenyataannya tak ada satupun ulama -sepanjang pengetahuan kami- yang berpendapat demikian.

Kesimpulan
Zakat Fithri hendaklah berupa makanan pokok dan tidak boleh diganti dengan mata uang.

Walhamdu lillaahi rabbil ‘aalamiin, wa shallallahu ‘alaa Muhammadin …

🔰 @Manhaj_salaf1

•┈┈•••○○❁🌻💠🌻❁○○•••┈┈•

Mau dapat Ilmu ?
Mari bergabung bersama GROUP MANHAJ SALAF

📮 Telegram     : http://t.me/Manhaj_salaf1
📱 Whatshapp  : 089665842579
🌐 Web              : dakwahmanhajsalaf.com
📷 Instagram    : bit.ly/ittibarasul1
🇫 Fanspage      : fb.me/ittibarasul1

Share, yuk! Semoga saudara² kita mendapatkan faidah ilmu dari yang anda bagikan dan menjadi pembuka amal² kebaikan bagi anda yang telah menunjukkan kebaikan. آمِينَ.

COMMENTS

BLOGGER
Nama

Adab & Akhlak,155,Adzan,5,Aqidah & Manhaj,154,Bid'ah,41,biografi,3,fatwa ulama,132,Fiqh Jenazah,7,Fiqh Qurban,13,Fiqh Ramadhan,35,Fiqh Shalat,57,Fiqh Thaharah,9,fiqh wanita,26,Fiqh Zakat,9,hadits,201,Ibadah,89,Iqomah,6,Muamalah,19,Nasehat,169,Puasa,12,Risalah : Do'a & Dzikir,44,Risalah : Keluarga,28,Tafsir,4,Tanya Ustadz,40,Tazkiyatun Nufus,3,Umum,41,
ltr
item
Manhaj Salaf: Bolehkah Bayar Zakat Fithri Dengan Mata Uang?
Bolehkah Bayar Zakat Fithri Dengan Mata Uang?
https://1.bp.blogspot.com/-QJVY-zgtqkY/XPudvpnHToI/AAAAAAAAAxY/uzFOidVXVfMLLdxYgBKc4V2Qce7-0ULPACLcBGAs/s320/20190602_055157.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-QJVY-zgtqkY/XPudvpnHToI/AAAAAAAAAxY/uzFOidVXVfMLLdxYgBKc4V2Qce7-0ULPACLcBGAs/s72-c/20190602_055157.jpg
Manhaj Salaf
http://www.dakwahmanhajsalaf.com/2019/06/bolehkah-bayar-zakat-fithri-dengan-uang.html
http://www.dakwahmanhajsalaf.com/
http://www.dakwahmanhajsalaf.com/
http://www.dakwahmanhajsalaf.com/2019/06/bolehkah-bayar-zakat-fithri-dengan-uang.html
true
29850523095273762
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy