LightBlog

Larangan Mencukur Rambut Dan Memotong Kuku Bagi Yang Berniat Berqurban

Oleh Ustadz Berik Said hafidzhahullah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: إِذَا دَخَلَتِ الْعَشْرُ وَأَرَادَ أَحَد...






Oleh Ustadz Berik Said hafidzhahullah

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِذَا دَخَلَتِ الْعَشْرُ وَأَرَادَ أَحَدُكُمْ أَنْ يُضَحِّيَ فَلاَ يَمَسَّ مِنْ شَعْرِهِ وَبَشَرِهِ شَيْئًا

“Apabila masuk 10 hari (awal) Bulan Dzulhijjah (yakni mulai tanggal 1 Dzulhijjah) dan salah seorang dari kalian berniat menyembelih qurban, maka janganlah dia memotong rambut dan kukunya."

Dalam redaksi lainnya:

...فَلَا يَأْخُذَنَّ شَعْرًا، وَلَا يَقْلِمَنَّ ظُفُرًا

“ ... Jangan mencukur rambutnya, dan jangan pula memotong kukunya."

Dalam redaksi lain ujung haditsnya berbunyi:

...فَلَا يَأْخُذَنَّ مِنْ شَعْرِهِ، وَلَا مِنْ أَظْفَارِهِ شَيْئًا حَتَّى يُضَحِّيَ»

“ ... Maka janganlah memotong/mencukur rambutnya, dan jangan pula memotong kukunya sedikitpun sampai ia menyembelih hewan qurbannya.“ [HSR. Muslim no. 1977]

Penjelasan singkat

Hadits di atas menunjukkan bahwa bagi mereka yang berniat berqurban, maka mulai masuk awal Dzulhijjah sampai hewan qurbannya itu nanti disembelih, dia tidak boleh mencukur rambut dan memotong kukunya. Ini termasuk sunnah yang di masa tabi’in pun sudah dilupakan orang.

Perhatikan Sa'id bin Musayyab rahimahullah kepada Amru bin Muslim bin Ammar Al Laitsi rahimahullah saat membicarakan hadits larangan mencukur rambut dan kuku bagi orang yang hendak berqurban di atas:

يَا ابْنَ أَخِي، هَذَا حَدِيثٌ قَدْ نُسِيَ وَتُرِكَ

"Wahai anak saudaraku, hadits ini telah dilupakan dan (bahkan) ditinggalkan orang." [HSR. Muslim no. 1977]

Apakah larangan disini bermakna haram ataukah sekedar makruh ?

Ulama berselisih pendapat, namun insya Allah pendapat yang lebih kuat adalah yang mengharamkannya. Alasannya sesuai dengan kaidah, asal tiap-tiap larangan harus diartikan haram kecuali jika ada dalil lain yang menunjukkan arti pengalihan haram menuju makruh.

Sepanjang yang ana ketahui, belum ditemukan dalil yang memalingkan makna larangan yang haram ini ke arti makruh.

Diantara Madzhab/Ulama yang menyatakan hal ini haram adalah Madzhab Hanbali (al Inshaf IV: 79), salah satu pendapat dari kalangan Madzhab Syafi'i (al Majmu VIII: 391-392), Ibnu Hazm rahimahullah (al Muhalla VII: 355), Ibnul Qayyim rahimahullah (Aunul Ma’bud VII: 491), Syaikh bin Baz rahimahullah (Majmu Fatawa bin Baz XVIII: 39), AL Utsaimin rahimahullah (Syarhul Mumti’ VII: 486). Pendapat yang mengharamkan ini juga menjadi pilihan dari fatwa Lajnah Ad Da’imah, pada no. Fatwa 1407.

Bagaimana pengertian larangan mencukur rambut atau memotong kuku pada hadits ini ? Apakah ini mencakup rambut yang ada pada bulu ketiak dan lainnya ?

Jawabannya, lihat penjelasan Imam Nawawi rahimahullah berikut:

قَالَ أَصْحَابنَا : وَالْمُرَاد بِالنَّهْيِ عَنْ أَخْذ الظُّفْر وَالشَّعْر النَّهْي عَنْ إِزَالَة الظُّفْر بِقَلَمٍ أَوْ كَسْر أَوْ غَيْره ، وَالْمَنْع مِنْ إِزَالَة الشَّعْر بِحَلْقٍ أَوْ تَقْصِير أَوْ نَتْف أَوْ إِحْرَاق أَوْ أَخْذه بِنَوْرَةٍ أَوْ غَيْر ذَلِكَ ، وَسَوَاء شَعْر الْإِبْط وَالشَّارِب وَالْعَانَة وَالرَّأْس ، وَغَيْر ذَلِكَ مِنْ شُعُور بَدَنه

"Berkata teman-teman kami, dan yang dimaksudkan dengan larangan mengambil kuku dan rambut adalah larangan untuk memotong kuku dengan menggunakan penjepit kuku atau memecahkannya, atau cara lainnya. Adapun larangan memangkas rambut adalah baik dengan mencukur, memendekkan, mencabut, membakar, atau lainnya. Dan hal ini mencakup rambut  yang ada pada ketiak, kumis, kemaluan, kepala, dan seluruh rambut yang ada di badan.“ (Syarah Muslim an Nawawi: VI: 472 -Shameela-)

Jika ada yang mencukur rambut dan memotong kukunya karena lupa atau karena sengaja mulai awal Dzulhijjah, padahal dia telah berniat berqurban, maka apakah qurbannya sah ?
Berkata Syaikh bin Baz rahimahullah:

ومن أخذ شيئاً من شعره أو أظفاره أو بشرته في العشر ناسياً أو جاهلاً وهو عازم على التضحية فلا شيء عليه ، لأن الله سبحانه قد وضع عن عباده الخطأ والنسيان في هذا الأمر وأشباهه. وأما من فعل ذلك عمداً فعليه التوبة إلى الله سبحانه ولا شيء عليه اهـ . يعني ليس عليه فدية ولا كفارة .

“Barangsiapa yang memotong rambut atau kukunya karena lupa atau belum tau hukumnya sementara ia ingin melaksanakan qurban, maka tidak mengapa baginya (tidak ada dosa maupun denda - pent), karena Allah Subhanahu memaafkan hamba-Nya yang melakukan kesalahan dan lupa dalam kondisi semacam ini dan yang semisalnya. Namun jika melakukannya secara sengaja, maka wajib baginya bertaubat kepada Allah dan tak ada kewajiban apapun atasnya." (Fatawa Islamiyyah II: 316)

Syaikh Al Jarullah rahimahullah menandaskan:

ولكن يجب أن يعلم أن من أخذ شيئًا من شعره أو أظفاره فلا يمنعه ذلك من الأضحية وعليه أن يستغفر الله ويتوب إليه

“Hanya saja, wajib untuk diketahui, bahwa orang yang memotong rambut dan kukunya, jangan menghalanginya/menjadikannya sebagai sebab untuk tak jadi berqurban. Meskipun wajib baginya meminta ampunan dan bertaubat kepada Allah." (As ilah wa Ajwibah Muhimmah hal. 33)

Apakah larangan mencukur rambut, kuku, dan sebagainya itu berlaku pula bagi anggota keluarga yang berqurban ?

Jawabannya, cukup dengan melihat fatwa Syaikh Al Utsaimin rahimahullah berikut:

وهذا حكم خاص بمن يضحي، أما من يضحى عنه فلا يتعلق به؛ لأن النبي صلى الله عليه وسلّم قال: «وأراد أحدكم أن يضحي» ولم يقل أو يضحى عنه؛ ولأن النبي صلى الله عليه وسلّم كان يضحي عن أهل بيته ولم ينقل عنه أنه أمرهم بالإمساك عن ذلك.

"Hukum ini larangan mencukur rambut dan sebagainya hanya berlaku bagi seorang yang hendak berqurban saja. Adapun untuk keluarganya, maka tidak terkait (tak terkena larangan ini), karena Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda: "dan salah seorang diantara kamu hendak berqurban,"dan beliau tidak menyatakan berniat berqurban untuknya adalah karena Nabi shallallahu alaihi wa sallam sering kali berqurban untuk keluarganya, namun nyatanya tak pernah dinukilkan bahwa beliau memerintahkan keluarganya untuk tidak melakukan hal-hal tersebut.“ (Talkhish Kitab Ahkaamul ‘Udhiyyah wadz Dzakaat hal. 37)

Kesimpulan, bagi orang yang berniat qurban, maka mulai tanggal 1 Dzulhijjah sampai hewan qurbannya itu disembelih, maka diharamkan baginya:

Memotong kuku, baik dengan cara menggunakan penjepit kuku atau memecahkannya, atau cara lainnya.

Memotong rambut, baik dengan cara mencukur, memendekkan, mencabut, membakar, atau lainnya. Dan ini mencakup rambut yang ada pada ketiak, kumis, kemaluan, kepala, dan seluruh rambut yang ada di badan.

Jika ada yang berniat berqurban lalu ia memotong rambut dan kukunya karena ketidaktahuan atau lupa maka tidak ada dosa baginya. Sementara bagi yang melakukannya karena sengaja dan bukan karena ada hal darurat (seperti karena sakit yang misal ia harus mencukur rambutnya), maka ia telah berdosa, dan ia wajib bertaubat dengan taubat nasuha, namun qurbannya tetap dilanjutkan dan sah, Insya Allah.

Larangan mencukur rambut dan memotong kuku bagi yang berniat berqurban adalah khusus bagi seseorang yang berniat berqurban saja dan tidak berlaku untuk keluarganya.

Walhamdu lillaahi rabbil ‘aalamiin, wa shallallahu ‘alaa Muhammadin

🔰 @Manhaj_salaf1

•┈┈•••○○❁🌻💠🌻❁○○•••┈┈•

Mau dapat Ilmu ?
Mari bergabung bersama GROUP MANHAJ SALAF

📮 Telegram     : http://t.me/Manhaj_salaf1
📱 Whatshapp  : 089665842579
🌐 Web              : dakwahmanhajsalaf.com
📷 Instagram    : bit.ly/ittibarasul1
🇫 Fanspage      : fb.me/ittibarasul1

Share, yuk! Semoga saudara² kita mendapatkan faidah ilmu dari yang anda bagikan dan menjadi pembuka amal² kebaikan bagi anda yang telah menunjukkan kebaikan. آمِينَ.

COMMENTS

BLOGGER
Nama

Adab & Akhlak,164,Adzan,6,Aqidah & Manhaj,166,Bid'ah,40,biografi,3,Evaluasi,2,fatwa ulama,138,Fiqh Jenazah,7,Fiqh Qurban,13,Fiqh Ramadhan,35,Fiqh Shalat,58,Fiqh Thaharah,9,fiqh wanita,26,Fiqh Zakat,9,hadits,211,Ibadah,90,Iqomah,6,Muamalah,21,Nasehat,184,Puasa,12,Risalah : Do'a & Dzikir,44,Risalah : Keluarga,29,Tafsir,4,Tanya Ustadz,46,Tazkiyatun Nufus,3,Umum,39,
ltr
item
Manhaj Salaf: Larangan Mencukur Rambut Dan Memotong Kuku Bagi Yang Berniat Berqurban
Larangan Mencukur Rambut Dan Memotong Kuku Bagi Yang Berniat Berqurban
https://1.bp.blogspot.com/-Ww7HP-nZiyw/XSMSZYLurxI/AAAAAAAABFg/kSKfRtefebINWeyax64N6gp2FHFmERQwQCLcBGAs/s320/20190706_184151.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-Ww7HP-nZiyw/XSMSZYLurxI/AAAAAAAABFg/kSKfRtefebINWeyax64N6gp2FHFmERQwQCLcBGAs/s72-c/20190706_184151.jpg
Manhaj Salaf
http://www.dakwahmanhajsalaf.com/2019/07/larangan-mencukur-rambut-dan-memotong-kuku-bagi-yang-berniat-berqurban.html
http://www.dakwahmanhajsalaf.com/
http://www.dakwahmanhajsalaf.com/
http://www.dakwahmanhajsalaf.com/2019/07/larangan-mencukur-rambut-dan-memotong-kuku-bagi-yang-berniat-berqurban.html
true
29850523095273762
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy