Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kekeliruan Yang Dilakukan Kaum Muslimin Dalam Ziarah Kubur






Oleh Ustadz Berik Said hafidzhahullah

1) Menentu-nentukan/menyengaja ziarah dihari tertentu dengan anggapan itu hari yang bagus untuk ziarah kubur.

Pada dasarnya ziarah kubur jika sesuai sunnah, maka boleh dilakukan kapanpun, hari apapun, jam berapapun. Namun ini selagi tidak berkeyakinan ada hari-hari atau waktu tertentu yang pada keyakinannya itu waktu utama ziarah yang tak ada ketetapannya dalam kitab maupun sunnah.

Jadi seandainya ada orang yang berziarah hari jum'at karena memang dia sedang libur hari itu, tanpa menyengaja dan menganggap hari jum'at adalah hari terbaik untuk ziarah, maka tidak mengapa. Adapun kalau dia misal menyengaja ziarah hari jum'at, apalagi lebih spesifik jum'at kliwon misalnya, dengan anggapan itu adalah hari yang dianggap punya nilai plus untuk ziarah dibanding hari lainnya, maka ziarah itu termasuk ziarah bid'ah.

Termasuk menyengaja ziarah menjelang Ramadhan atau menjelang Idul Fithri maupun Idul Adha karena adanya anggapan itu utama, maka semua ini termasuk bid'ah.

2) Tidak mengucapkan salam ketika masuk area pekuburan kaum muslimin.

Ucapan salam yang shahih saat memasuki pekuburan kaum muslim telah ana tulis beberapa hari sebelumnya, atau bisa baca di link berikut http://dakwahmanhajsalaf.com/2019/08/adab-ziarah-kubur.html

3) Mengenakan alas kaki saat memasuki pekuburan.

Hal itu juga telah ana ulas hadits dan penjelasan Ulamanya beberapa hari lampau, atau bisa baca di link berikut http://dakwahmanhajsalaf.com/2019/05/benarkah-dianjurkan-melepaskan-alas-kaki-saat-memasuki-pekuburan.html

4) Menyengaja membawa mushaf Al-Quran atau bagian dari Quran seperti mushaf yang berisi surah Yasin untuk dibaca di makam. Ini termasuk bid’ah.

5) Membaca surah Al-Fatihah, Al-Ikhlash, dan atau surat Quran apapun saat akan memasuki area kuburan atau saat berada di makam dengan niat menghadiahkan bacaan tersebut untuk para penghuni kubur. Ini adalah bid’ah.

Sunnahnya mengucapkan salam sesuai dengan yang dicontohkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan bukannya membaca ayat Al-Quran.

6) Berdiri di sisi makam dengan menyengaja posisi seperti sedekap shalat.

Maka tidak perlu kita membuat gerakan tubuh khusus yang dibuat-buat.

7) Duduk-duduk atau menginjak makam.

Ini haram. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لَأَنْ يَجْلِسَ أَحَدُكُمْ عَلَى جَمْرَةٍ فَتُحْرِقَ ثِيَابَهُ فَتَخْلُصَ إِلَى جِلْدِهِ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَجْلِسَ عَلَى قَبْرٍ

“Seandainya seseorang diantara kalian duduk di atas bara api sehingga membakar pakaiannya sampai kulitnya, maka itu jauh lebih baik dibandingkan duduk di atas kubur". [HSR. Muslim no. 1612].

8) Berbicara tidak pantas di pemakaman.

Diantara nasihat yang diingatkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam saat orang berada di makam adalah:

ولا تقولوا هَجْرًا

“Dan janganlah kalian berkata tidak pantas/jelek“. [HSR. Bukhari no. 3997, Nasa’i no. 4427, dan lain-lain].

9) Tidak merenung tentang kematian atau tentang kehidupan akhirat saat berada di pemakaman .

Sebab kita tahu tujuan disyari'atkannya ziarah kubur syar'i salah satunya yang terpenting adalah untuk mengingat akan kematian atau kehidupan akhirat.

10) Menyiram kuburan dengan air.

Biasanya sudah dibawa oleh peziarah atau dijual di pinggir jalan menuju area pemakaman.

Menyirami makam setiap berziarah ini tak ada tuntunannya dalam sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

11) Menaburkan bunga di atas makam.

Bunga ini biasanya dibawa para peziarah atau beli di sekitar lokasi pemakaman. Semua ini termasuk bid’ah.

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

•┈┈•••○○❁🌻💠🌻❁○○•••┈┈•

Mau dapat Ilmu ?
Mari bergabung bersama GROUP MANHAJ SALAF

📮 Telegram: http://t.me/Manhaj_salaf1
🎥 Youtube: http://youtube.com/ittibarasul1
📱 Group WhatsApp: wa.me/62895383230460
📧 Twitter: http://twitter.com/ittibarasul1
🌐 Web: dakwahmanhajsalaf.com
📷 Instagram: http://Instagram.com/ittibarasul1
🇫 Facebook: http://fb.me/ittibarasul1

Share, yuk! Semoga saudara² kita mendapatkan faidah ilmu dari yang anda bagikan dan menjadi pembuka amal² kebaikan bagi anda yang telah menunjukkan kebaikan. آمِينَ.

Posting Komentar untuk "Kekeliruan Yang Dilakukan Kaum Muslimin Dalam Ziarah Kubur"