Takbir Muthlaq Dan Muqayyad




Oleh Ustadz Berik Said hafidzhahullah

Takbiran untuk Idul Adha itu jika dihitung secara total, maka sunnahnya 13 hari. Rinciannya sebagai berikut:

1) Mulai tanggal 1-9 Dzulhijjah.
2) Mulai tanggal 10 Dzulhijjah (Idul Adha) dan ditambah tiga hari setelahnya (11,12,13) Dzulhijjah, yang disebut juga hari tasyrik. Batas akhirnya tanggal 13 tasyrik menjelang maghrib. Ini juga hari-hari yang disunnahkan kita bertakbiran.

Hanya saja disunnahkan takbiran pada kedua macam di atas ada yang sifatnya muthlaq dan ada yang sifatnya muqayyad.

Penjelasan Pengertian Takbir Muthlaq dan Takbir Muqayyad


Takbir muthlaq (takbiran tak terikat waktu) adalah takbir yang dibaca bebas kapanpun tak terikat waktu, baik setelah shalat maupun sebelum shalat, siang, malam, pagi, sore, bebas. Kapanpun kita ada waktu luang silahkan selama dalam rentang waktu yang ditetapkan syari'at.

Takbir muqayyad (takbiran terikat waktu) yaitu yang dibaca setiap kali setelah selesai mengerjakan shalat fardhu lima waktu.

Kapan takbir muthlaq dilakukan ?


Takbir muthlaq disunnahkan mulai dari tanggal 1 Dzulhijjah sampai tanggal 13 Dzulhijjah (tasyrik) dengan batas akhir tanggal 13 tasyrik menjelang Maghrib. Takbir ini dibaca sendiri-sendiri dengan mengeraskan suara tanpa dikomandoi oleh satu suara. Ini bisa dilakukan di pasar, di kantor, di masjid, dan di manapaun. Bisa sambil berdiri, duduk, atau berbaring, siang maupun malam selama dalam batas rentang waktu yang telah ana sebutkan di atas.

Kapan takbir muqayyad dilakukan ?


Adapun takbir muqayyad mulai disunnahkannya setelah shalat shubuh mulai tanggal 9 Dzulhijjah (hari Arafah), dan berakhir tanggal 13 tasyrik setelah shalat ashar. Jadi takbir muqayyad ini jika dihitung total keseluruhannya adalah lima hari, yakni tanggal 9-13 Dzulhijjah.

Dalilnya diantaranya apa yang dilakukakan oleh sejumlah Shahabat sebagai berikut:

1) Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu:

أنهُ كان يُكبِّرُ بعدَ صلاةِ الفجرِ يومَ عرفةَ إلى صلاةِ العصرِ من آخرِ أيامِ التشريقِ ويُكبِّرُ بعدَ العصرِ.

"Bahwasanya ia (Ali radhiallahu ‘anhu) bertakbiran (dimulai) setelah selesai dari shalat shubuh pada hari Arafah hingga (datangnya) shalat ashar pada hari tasyrik terakhir (13 Dzulhijjah), dan beliau bertakbiran setelah (shalat) ashar tadi". [Diketengahkan oleh al Albani rahimahullah dalam Irwaa’ul Ghalil III:15 dan beliau menilai atsar ini: shahih. Juga dishahihkan oleh Syu’aib al Arna’uth rahimahullah dalam takhrijnya atas Kitab Zaadul Ma’aad II:360]

2) Umar bin Khattab radhiallahu ‘anhu. Redaksinya hampir sama persis dengan atsar dari Ali radhiallahu ‘anhu di atas, hanya sumbernya dari Umar bin Khattab radhiallahu ‘anhu. [Diriwayatkan oleh Ibnul Mundzir dalamal Ausath 2200]

3) Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma:

أنَّه كان يُكبِّرُ من غَداةِ عَرفةَ إلى صَلاةِ العَصرِ من آخِرِ أيَّامِ التَّشريقِ لا يكبر في المغرب.

"Bahwasanya dia (Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma) bertakbiran dimulai dari (setelah selesai) shalat shubuh hari Arafah hingga setelah shalat ashar pada hari tasyrik terakhir dan tidak bertakbiran lagi saat maghrib". [HR. Ibnu Abi Syaibah dalam al Mushannaf no. 5645. Kata al Albani rahimahullah dalam al Irwa’ III:125: shahih]

Sebenarnya ada lagi atsar lainnya yang senafas dengan apa yang ana kutipkan di atas. Namun agar tak terlalu panjang tulisan ini maka sementara ana mencukupinya dengan mengutipkan hanya tiga atsar di atas.

Atas dasar ini maka para Ulama banyak berpendapat bahwa takbiran muqayyad itu disunnahkan dibaca dimulai setelah shalat shubuh tanggal 9 Dzulhijjah hari Arafah, dan berakhir sampai setelah shalat ashar tanggal 13 Dzulhijjah.

Ini adalah pendapat dari Madzhab Hanbali (as Syarhul Kabir II:252). Sebagian Ulama dari kalangan Madzhab Hanafi, semisal Abu Yusuf dan Muhammad bin al Hasan rahimahumallah (aL ‘Inaayah II:80), Madzhab Syafi’i (al Haawi al Kabiir II:499), Ibnu Taimiyyah rahimahullah (Majmu’ Fatawa XXIV:222). Syaikh bin Baaz rahimahullah (Majmu’ Fatawa-nya XIII:19). Syaikh al ’Utsaimin rahimahullah (Majmu’Fatawa-nya XVI:265).

Bahkan ada yang menyebut ini sebagai Ijma' Kibaarus Shahabat. Sebagaimana dikatakan Ibnu Taimiyyah rahimahullah dalam Majmu’ Fatawa-nya XXIV:222.

Catatan
Adapun hadits yang marfu’ (bersambung pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam) yang isinya menyebutkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bertakbiran muqayyad Idul Adha mulai dari tanggal 9 Dzulhijjah sampai 13 tasyriq maka keseluruhannya berputar pada hadits lemah dan palsu sebagaimana disebutkan oleh para pakar hadits. Karena itu ana tak memuatnya di sini, dan juga memuat beberapa atsar yang shahih yang sebagiannya ana sebutkan di atas.

Walhamdu lillaahi rabbil’aalamiin, wa shallallahu ‘alaa Muhammadin ...

🔰 @Manhaj_salaf1

•┈┈•••○○❁🌻💠🌻❁○○•••┈┈•

Mau dapat Ilmu ?
Mari bergabung bersama GROUP MANHAJ SALAF

📮 Telegram       : http://t.me/Manhaj_salaf1
🌐 Web              : dakwahmanhajsalaf.com
📷 Instagram     : bit.ly/Akhwat_Sallafiyah
🇫 Fanspage          :  fb.me/DakwahManhajSalaf1

Share, yuk! Semoga saudara² kita mendapatkan faidah ilmu dari yang anda bagikan dan menjadi pembuka amal² kebaikan bagi anda yang telah menunjukkan kebaikan. آمِينَ.

Belum ada Komentar untuk "Takbir Muthlaq Dan Muqayyad "

Posting Komentar

Berkomentarlah dengan bijak

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel