Perintah Mendahulukan Membantu Kesulitan Keluarga/Kerabat




Oleh Ustadz Berik Said hafidzhahullah

Ayat Al-Qur'an Yang Menunjukkan Perintah Mendahulukan Dan Memperhatikan Kebutuhan Keluarga/Kerabat Terlebih Dahulu


1) Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

يَسْأَلُونَكَ مَاذَا يُنْفِقُونَ قُلْ مَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ خَيْرٍ فَلِلْوَالِدَيْنِ وَالأقْرَبِينَ وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينِ وَابْنِ السَّبِيلِ

"Mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang apa yang harus mereka infakkan. Katakanlah, "Harta apa saja yang kamu infakkan, hendaknya diperuntukkan bagi kedua orang tua, kerabat, anak yatim, orang miskin, dan orang yang dalam perjalanan". (QS. Al Baqarah: 215)

2) Saat Allah menyampaikan dalam Al-Qur’an tentang "jalan yang sukar" yang tak ditempuh oleh manusia yang semestinya ditempuh, maka diantara jalan yang sukar tersebut Allah katakan:

اَوْ اِطْعٰمٌ فِيْ يَوْمٍ ذِيْ مَسْغَبَةٍ ۙ  يَّتِيْمًا ذَا مَقْرَبَةٍ ۙ 

"Atau memberi makan pada hari terjadi kelaparan, (kepada) anak yatim yang ada hubungan kerabat". (QS. Al-Balad: 14-15)

3) Saat Allah menceritakan tentang perjanjian yang Allah ambil kepada Bani Isra’il, maka setelah Allah terangkan perjanjian itu yang pertama adalah mentauhidkan Allah, lalu Allah ikuti dengan perjanjian lain berupa:

وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَذِي الْقُرْبَى

“Dan berbuat baiklah kepada ibu, bapak, karib kerabat…“ (QS. Al Baqarah: 83)

4) Saat Allah menceritakan tentang apa itu kebaikan, maka Allah diantaranya menyebutkan:

وَآتَى الْمَالَ عَلَى حُبِّهِ ذَوِي الْقُرْبَى

"Dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya“. (QS. Al Baqarah: 177)

Dan masih banyak ayat lain yang menunjukkan, mestinya dalam membantu kesulitan terutama kesulitan harta maka kita mulai dari kerabat kita yang bermasalah dulu, baru kepada pihak lain.

Bukannya dibalik, orang lain dulu dibantu, baru kerabat sendiri. Yang lebih parah, orang lain dibantu pas kerabat sendiri dibiarkan begitu saja dalam kesusahannya.

Jangan kau anggap memberikan nafkah bahkan kepada istrimu sendiri itu tidak bernilai pahala atau hanya sekedar kewajiban saja. Bahkan ini semua adalah seutama-utamanya sedekah.

Perhatikan beberapa hadits berikut yang ana masukkan dalam sub judul berikut:

Hadits-Hadits Yang Menunjukkan Perintah Mendahulukan Dan Memperhatikan Kebutuhan Keluarga/Kerabat Terlebih Dahulu


1) Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِذَا أَنْفَقَ الْمُسْلِمُ نَفَقَةً عَلَى أَهْلِهِ وَهُوَ يَحْتَسِبُهَا كَانَتْ لَهُ صَدَقَةٌ

"Apabila seorang muslim memberi nafkah kepada keluarganya dan dia mengharapkan pahala dengannya, maka nafkah tadi teranggap sebagai sedekahnya". [HSR. Bukhari no.55 dan Muslim no.1002]

2) Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

وَمَهْمَا أَنْفَقْتَ فَهُوَ لَكَ صَدَقَةٌ حَتَّى الْلُقْمَةَ فِي فِي امْرَأَتِك

"Apapun yang engkau nafkahkan, maka itu teranggap sebagai sedekah bagimu sampaipun suapan yang engkau berikan pada istrimu". [HSR. Bukhari no.5354 dan Muslim no.1628]

3) Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أَفْضَلُ دِيْنَارٍ يُنْفِقُهُ الرَّجُلُ دِيْنَارٌ يُنْفِقُهُ عَلَى عِيَالِهِ، وَدِيْنَارٌ يُنْفِقُهُ الرَّجُلُ عَلَى دَابَّتِهِ فِي سَبِيْلِ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ، وَدِيْنَارٌ يُنْفِقُهُ عَلَى أَصْحَابِهِ فِي سَبِيْلِ اللهِ

“Dinar yang paling utama yang dibelanjakan oleh seseorang adalah dinar yang dinafkahkan untuk keluarganya dan dinar yang dibelanjakan oleh seseorang untuk tunggangannya dalam jihad dijalan Allah ‘azza wa jalla dan dinar yang diinfakkan oleh seseorang untuk teman-temannya dijalan Allah Subhanahu wa Ta’ala". [HSR. Muslim no.994]

4) Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

يدُ المعطي العلْيا ، وابدأْ بمن تعولُ ، أمُّكَ ، و أباكَ ، وأختُكَ وأخاكَ ، ثُمَّ أدناكَ أدناكَ ، إِنَّها لا تَجْنِي نفسٌ على أخرَى

"Tangan memberi adalah mulia dan mulailah dari orang yang lebih berhak engkau beri nafkah (yakni, urutannya -pent) Ibumu, Ayahmu, saudara perempuanmu dan saudara laki-lakimu, kemudian (barulah) yang agak dekat dan yang (kemudian) yang dibawah itu". [HR. Nasa’i no.2532, Daraquthni no.2944 dengan sedikit perbedaan redaksi. Kata Al Albani rahimahullah dalam Shahih Al Jaami’ no.8067: Shahih]

Sebenarnya masih banyak dalil lainnya. Namun sementara ana cukupkan sampai disini dulu. Semoga kita mulai lebih memperhatikan masalah ini.

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

🔰 @Manhaj_salaf1

•┈┈•••○○❁🌻💠🌻❁○○•••┈┈•

Mau dapat Ilmu ?
Mari bergabung bersama GROUP MANHAJ SALAF

📮 Telegram: http://t.me/Manhaj_salaf1
🎥 Youtube: http://youtube.com/ittibarasul1
📱 Group WhatsApp: wa.me/62895383230460
📧 Twitter: http://twitter.com/ittibarasul1
🌐 Web: dakwahmanhajsalaf.com
📷 Instagram: http://Instagram.com/ittibarasul1
🇫 Facebook: http://fb.me/ittibarasul1

Share, yuk! Semoga saudara² kita mendapatkan faidah ilmu dari yang anda bagikan dan menjadi pembuka amal² kebaikan bagi anda yang telah menunjukkan kebaikan. آمِينَ.

Belum ada Komentar untuk "Perintah Mendahulukan Membantu Kesulitan Keluarga/Kerabat"

Posting Komentar

Berkomentarlah dengan bijak

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel