Hati Yang Mati, Lalu Allah Berkenan Memberi Anugerah Kehidupan Kepadanya




Oleh Ustadz Abu Abd rahman bin Muhammad Suud Al-Atsary hafidzhahullah

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

أومن كان ميتاً فاحييناه و جعلنا له نورا تمشى به في الناس كمن مثله في الظلمات ليس بخارج منها

"Atau kah orang-orang yang mati (hatinya) kemudian ia Kami hidupkan dan Kami berikan cahaya kepadanya yang dengan cahaya itu ia berjalan di tengah manusia, serupa dengan orang yang keadaannya berada dalam kegelapan yang ia tidak dapat keluar darinya ?". (QS. Al-An'am: 122).

Imam Ibnu Qayyim rahimahullah berkata: "Setiap kebaikan, kebahagiaan yang dimiliki oleh manusia, bahkan oleh setiap makhluk berpangkal pada kesempurnaan hidup dan cahayanya. Kehidupan dan cahaya adalah pangkal dari setiap kebaikan. Allah Subhanahu wa Ta'ala memadukan dua hal, kehidupan dan cahaya.

Dengan kehidupan, seorang memiliki kekuatan, pendengaran, pengelihatan, rasa malu, harga diri, keberanian, kesabaran, dan setiap sifat mulia lainnya. Dengan kehidupan (jiwa), seorang bisa mencintai kebaikan dan membenci keburukan, semakin kuat kehidupan (jiwa) yang di miliki seorang, semakin kuatlah sifat-sifat tersebut, tetapi semakin lemah kehidupan (jiwa)nya, maka semakin lemah sifat-sifat tersebut. Rasa malunya terhadap berbagai keburukan sesuai dengan kadar kehidupan dalam dirinya.

Hati yang sehat dan hidup, apabila di hadapkan kepada berbagai keburukan, akan membenci dan menjauhinya di sebabkan karakter yang di milikinya. Ia tidak akan menoleh kepada keburukan itu. Berbeda halnya hati yang mati, ia tidak bisa membedakan antara kebaikan dan keburukan.

Abdullah bin Mas'ud radhiallahu 'anhu berkata:

هلك من لم يكن له قلب يعرف به المعروف  و ينكر به المنكر.

"Celaka seorang yang tidak memiliki hati yang bisa di gunakan mengenali yang maruf dan tidak mengingkari kemungkaran". (Lihat majmauz zawahid 5/275).

Demikian juga hati yang sakit, di sebabkan syahwat. Karena kelemahannya, ia condong kepada keburukan yang datang kepadanya sesuai dengan kadar kekuatan dan kelemahan penyakit tersebut.

Adapun bila cahaya dan terangnya hati kuat, maka ia akan bisa melihat gambaran-gambaran dan hakikat-hakikat pengetahuan sesuai dengan sebenarnya. Dengan cahayanya, ia mengetahui baiknya kebaikan, sedangkan dengan kehidupannya ia mencintai kebaikan tersebut, begitu pula dengan buruknya keburukan. Demikian keterpaduan antara ruh yang menghasilkan kehidupan dengan cahaya yang bisa menghasilkan terang yang menuntun.

Allah Subhanahu wa Ta'ala menganggap orang kafir, karena tidak taat Kepada-Nya, tidak tau tentang ma'rifah Kepada-Nya juga tentang tauhid dan agama-Nya, serta enggan menggapai keridhaan-Nya dan enggan mengamalkan apa yang bisa membawanya kepada keselamatan dan kebahagiaan, sebagaimana orang mati yang kondisi (mati) itu tidak bisa membawa manfaat dan mencegah keburukan dari dirinya sendiri.

Namun (anugerah Allah menghampirinya) dengan Allah memberinya petunjuk kepada Islam dan menghidupkannya dengan Islam. Dengan itu, ia mengetahui hal-hal berbahaya atau hal-hal yang berguna bagi dirinya. Bekerja keras untuk menyelamatkan dirinya dari kemurkaan Allah dan hukum-Nya.

Ia bisa melihat kebenaran yang sebelumnya ia buta, ia mengetahui yang sebelumnya ia bodoh. Mengikuti kebenaran setelah berpaling darinya, serta memperoleh cahaya yang menerangi dirinya sehingga ia bisa berjalan di tengah manusia dengan cahaya itu, sedang kebanyakan manusia itu dalam kegelapan.

ليلي بوجهك مشرق
و ظلامه في الناس ساري
الناس في سدف الظلام
و نحن في ضوء النهار

Karena wajah-Mu malam bercahaya.
Sedang kegelapan menyelubungi manusia.
Manusia dalam balutan kelam kegelapan.
Sedang kami di dalam tuntutan cahaya siang.

كتاب إغاثة اللهفان من مصائد الشيطان ١/٣١.


وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

________
Sidoarjo. Oleh yang butuh dan mengharapkan ampunan Rabb-Nya

•┈┈•••○○❁🌻💠🌻❁○○•••┈┈•

Mau dapat Ilmu ?
Mari bergabung bersama GROUP MANHAJ SALAF

📮 Telegram: http://t.me/Manhaj_salaf1
🎥 Youtube: http://youtube.com/ittibarasul1
📱 Group WhatsApp: wa.me/62895383230460
📧 Twitter: http://twitter.com/ittibarasul1
🌐 Web: dakwahmanhajsalaf.com
📷 Instagram: http://Instagram.com/ittibarasul1
🇫 Facebook: http://fb.me/ittibarasul1

Share, yuk! Semoga saudara² kita mendapatkan faidah ilmu dari yang anda bagikan dan menjadi pembuka amal² kebaikan bagi anda yang telah menunjukkan kebaikan. آمِينَ.

Belum ada Komentar untuk "Hati Yang Mati, Lalu Allah Berkenan Memberi Anugerah Kehidupan Kepadanya"

Posting Komentar

Berkomentarlah dengan bijak

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel