LightBlog

Apakah Termasuk Sunnah Mengadzankan Dan Mengiqamatkan Bayi Yang Baru Dilahirkan?

Oleh Ustadz Berik Said hafidzhahullah Sebagian Ulama menyunnahkannya dengan beberapa hadits berikut, tapi dalam kesempatan ini kami ...





Oleh Ustadz Berik Said hafidzhahullah

Sebagian Ulama menyunnahkannya dengan beberapa hadits berikut, tapi dalam kesempatan ini kami sebutkan dua hadits saja yang sering dijadikan alasan oleh sebagian Ulama yang menyunnahkannya, berikut jawaban atasnya.

Hadits Pertama, Husain bin ‘Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhuma menceritakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:

مَنْ وُلِدَ لَهُ, فَأَذَّنَ فِي أُذُنِهِ الْيُمْنَى وَأَقَامَ فِي أُذُنِهِ الْيُسْرَى, لَمْ تَضُرَّهُ أُمُّ الصِّبْيَانِ

“Barangsiapa yang dianugerahi seorang anak, lalu dia mengumandangkan adzan di telinga kanannya dan iqamat di telinga kirinya, maka Ummu Shibyan (jin pengganggu anak kecil) tak akan membahayakan dirinya”.

Jawaban Atas Hadits Pertama Di Atas


Hadits di atas diriwayatkan oleh Abu Ya’la 6780, Ibnu Suni dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah 623, Ibnu ‘Adi dalam Al Kamil VII:198. Dalam sanadnya terdapat rawi yang bernama Yahya bin Al ‘Allaa Al Bajili. Mengenai Yahya di atas, maka beberapa kritikus hadits telah mencelanya bahkan cukup “keras“.

Berikut petikan perkataan para kritikus hadits atas Yahya bin ‘Allaa tersebut.

Kata Abu Bisyr Ad Daulaabi rahimahullah:

متروك في الحديث

“Ditinggalkan haditsnya (karena dituduh suka berdusta)“.

Kata Al Baihaqi rahimahullah:

متروك، ومرة: ضعيف، ومرة قال: ضعيف لا يحتج به

“Ditinggalkan haditsnya (karena dituduh suka berdusta) dan terkadang beliau menyebutnya lemah dan sesekali beliau menyebutnya lemah, tidak boleh dijadikan argumentasi dengannya“.

Kata Ahmad bin Hanbal rahimahullah:

كذاب رافضي، يضع الحديث، وقال مرة: متروك

"Pendusta dari kalangan Rafidhi (Syi’ah garis keras), suka memalsukan hadits. Dan pernah juga beliau (Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah) menyebutnya matruk (ditinggalkan haditsnya karena dituduh suka berdusta)“.

Kata Ibnul Hajar rahimahullah (pakar hadits Madzhab Syafi’i):

رمي بالوضع، ضعيف جدا

“Dituduh sebagai pemalsu hadits, sangat lemah“. (Diringkas dari Tahdziibul Kamaal no. urut rawi 8227).

Atas dasar itu para ahli hadits melemahkan, bahkan menyatakan palsunya hadits di atas.

Sejumlah Ulama Yang Melemahkan Hadits Di Atas


Kata Al Bushiri dalam Ittihaaful Hiirah V:329: “Dha'if/Lemah“. Kata As Suyuthi dalam Jaami’us Shaghir 9066: “Lemah“. Kata Al Iraqi dalam Takhrij Ihyaa ‘Ulumud Din II:69: “Lemah“. Kata Al Albani rahimahumullah dalam Irwaa’ul Ghalil 1174: "Palsu“.

Dengan penjelasan di atas hadits tersebut sama sekali tidak memenuhi persyaratan untuk dijadikan hujjah.

Hadits Kedua, Ibnu ‘Abbas radhiallahu ‘anhuma mengisahkan:

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَذَّنَ فِي أُذُنِ الْحَسَنِ بْنِ عَلِيٍ يَوْمَ وُلِدَ, فَأَذَّنَ فِي أُذُنِهِ الْيُمْنَى وَأَقَامَ فِي أُذُنِهِ الْيُسْرَى

“Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengucapkan adzan di telinga Al Hasan bin ‘Ali radhiallahu ‘anhuma pada hari beliau dilahirkan. Beliau mengumandangkan adzan di telinga kanannya dan iqamat di telinga kirinya”.

Jawaban Atas Hadits Kedua Di Atas


Hadits tersebut diriwayatkan oleh Baihaqi dalam Syu’abul Iman 8255. Dalam sanadnya terdapat tiga rawi yang bermasalah.

Pertama:

محمد بن يونس الكديمي

Muhammad bin Yunus Al Kadimi.

Imam Abu Dawud, Baihaqi dan lainnya menyebutnya sebagai “pendusta". (Tahdziibhul Kamaal XVII:66-80).

Kedua, gurunya Muhammad bin Yunus yang bernama:

الحسن بن عمرو بن سيف

Al Hasan bin ‘Amruu bin Saif.

Kata Imam Bukhari rahimahullah:
"Pendusta". (Taarikhul Kabir II:299).

Ketiga:

القاسم بن مُطيَّب

Al Qasim bin Muthayyab.

Ibnul Hajar rahimahullah menyebutnya: "Padanya ada kelembekan". Bahkan Al Haitsami rahimahullah menyebutnya "Matruk". http://hadith.islam-db.com/narrators/26697/

Karena itulah Al ‘Iraqi rahimahullah mendha’ifkannya dalam Takhrij Al Ihya II:69, bahkan Syaikh Al Albani rahimahullah dalam Ad Dha’ifah 8121 menilainya “Palsu“.

Ada lagi sebenarnya hadits-hadits lain yang isinya anjuran beradzan dan iqamat bagi bayi yang baru dilahirkan, namun semuanya lemah tak bisa dijadikan hujjah.

Karena itu Syaikh Abdul ‘Azizi At Tharifi hafizhahullah berkata:

الحديث في أذان المولود لا يصحّ … ولا يثبت في استحباب الأذان في أذن الصبي حديث

"Hadits terkait mengadzani bayi yang baru dilahirkan tidak sah dan tidaklah kuat dikatakan disukainya mengadzankan bayi yang baru dilahirkan oleh sebuah haditspun". https://www.ahlalhdeeth.com/vb/showthread.php?t=211944

Berkata Syaikh Sulaiman Al ‘Ulwaan hafizhahullah:

الحديث الوارد في الأذان في أُذن المولود لا يثبت ... ولا يصح في الباب شيء ؛ فيصبح الأذان في أذن المولود غير مستحب . والأحكام الشرعية -من واجبات ومندوبات ومحرمات ومكروهات - لا تقوم إلا على أدلة صحيحة وأخبار ثابتة

"Hadits-hadits yang diriwayatkan dalam masalah mengadzani bayi yang baru dilahirkan tidak ada yang kokoh/shahih, tak ada satupun (hadits shahih) dalam bab ini, dengan demikian adzan di telinga anak yang baru dilahirkan tidaklah disukai dan hukum-hukum syariat itu baik hukum wajib, sunnah, haram, makruh, tidak bisa ditegakkan sebagai dalil kecuali berdasarkan dalil yang shahih dan berita yang terpercaya". https://www.ahlalhdeeth.com/vb/showthread.php?t=211944

Kesimpulan, bukanlah suatu sunnah mengadzankan apalagi mengiqamatkan bayi yang baru dilahirkan.

Walhamdu lillaahi rabbil ‘aalamiin, wa shallallahu ‘alaa Muhammadin.

🔰 @Manhaj_salaf1

•┈┈•••○○❁🌻💠🌻❁○○•••┈┈•

Mau dapat Ilmu ?
Mari bergabung bersama GROUP MANHAJ SALAF

📮 Telegram     : http://t.me/Manhaj_salaf1
📱 Whatshapp  : 089665842579
🌐 Web              : dakwahmanhajsalaf.com
📷 Instagram    : bit.ly/ittibarasul1
🇫 Fanspage      : fb.me/ittibarasul1

Share, yuk! Semoga saudara² kita mendapatkan faidah ilmu dari yang anda bagikan dan menjadi pembuka amal² kebaikan bagi anda yang telah menunjukkan kebaikan. آمِينَ.

COMMENTS

BLOGGER
Nama

Adab & Akhlak,165,Adzan,6,Aqidah & Manhaj,179,Bid'ah,40,biografi,3,Evaluasi,2,fatwa ulama,143,Fiqh Jenazah,7,Fiqh Qurban,13,Fiqh Ramadhan,35,Fiqh Shalat,57,Fiqh Thaharah,9,fiqh wanita,25,Fiqh Zakat,9,hadits,214,Ibadah,89,Iqomah,6,Muamalah,22,Nasehat,193,Puasa,12,Risalah : Do'a & Dzikir,44,Risalah : Keluarga,29,Tafsir,4,Tanya Ustadz,48,Tazkiyatun Nufus,3,Umum,37,
ltr
item
Manhaj Salaf: Apakah Termasuk Sunnah Mengadzankan Dan Mengiqamatkan Bayi Yang Baru Dilahirkan?
Apakah Termasuk Sunnah Mengadzankan Dan Mengiqamatkan Bayi Yang Baru Dilahirkan?
https://3.bp.blogspot.com/-SrbaV1htW9g/XLlM9iQO8KI/AAAAAAAAAfw/tzul6H0PuJUTyqcXwsrvTPyT14DsdvregCLcBGAs/s320/PicsArt_04-19-11.12.09.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-SrbaV1htW9g/XLlM9iQO8KI/AAAAAAAAAfw/tzul6H0PuJUTyqcXwsrvTPyT14DsdvregCLcBGAs/s72-c/PicsArt_04-19-11.12.09.jpg
Manhaj Salaf
https://www.dakwahmanhajsalaf.com/2019/04/apakah-termasuk-sunnah-mengadzankan-dan-mengiqomatkan-bayi-yang-baru-dilahirkan.html
https://www.dakwahmanhajsalaf.com/
http://www.dakwahmanhajsalaf.com/
http://www.dakwahmanhajsalaf.com/2019/04/apakah-termasuk-sunnah-mengadzankan-dan-mengiqomatkan-bayi-yang-baru-dilahirkan.html
true
29850523095273762
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy