Bercumbu Ketika Haid Dan Keluar Air Mani, Apakah Harus Mandi Wajib?






Dalam situs yang diasuh oleh Syaikh Al Munajid hafidzhahullah ada jawaban atas masalah di atas sebagai berikut:

الحمد لله, لا يجب على الحائض الاغتسال بعد المعاشرة لأن حدثها مستمر ما دام الدم يجري فلا يرتفع حدثها إلا بانقطاع الدم ثم الاغتسال ، ولا يجوز في إتيانها أن يجامعها زوجها في الفرج لقوله تعالى: (وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الْمَحِيضِ قُلْ هُوَ أَذًى فَاعْتَزِلُوا النِّسَاءَ فِي الْمَحِيضِ وَلا تَقْرَبُوهُنَّ حَتَّى يَطْهُرْنَ) سورة البقرة 222 ، وله أن يستمتع بما دون ذلك لحديث أَنَسٍ رضي الله عنه أَنَّ الْيَهُودَ كَانُوا إِذَا حَاضَتْ الْمَرْأَةُ فِيهِمْ لَمْ يُؤَاكِلُوهَا وَلَمْ يُجَامِعُوهُنَّ فِي الْبُيُوتِ فَسَأَلَ أَصْحَابُ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَنْزَلَ اللَّهُ تَعَالَى (وَيَسْأَلُونَكَ عَنْ الْمَحِيضِ قُلْ هُوَ أَذًى فَاعْتَزِلُوا النِّسَاءَ فِي الْمَحِيضِ) إِلَى آخِرِ الآيَةِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اصْنَعُوا كُلَّ شَيْءٍ إِلا النِّكَاحَ فَبَلَغَ ذَلِكَ الْيَهُودَ فَقَالُوا مَا يُرِيدُ هَذَا الرَّجُلُ أَنْ يَدَعَ مِنْ أَمْرِنَا شَيْئًا إِلا خَالَفَنَا فِيهِ . رواه مسلم 455 والله أعلم .

Alhamdulillah,tidak wajib mandi bagi seorang wanita setelah bercumbu dengan suaminya, sebab ia masih terhitung hadats selama darah haid masih terus keluar. Hadats tersebut baru dinyatakan hilang setelah darah haid berhenti. Jika telah terhenti barulah ia berkewajiban mandi.

Selama masa haid suami tidak dibolehkan menggaulinya, berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta'ala: "Mereka bertanya kepadamu tentang haid. Katakanlah: Haid itu adalah suatu kotoran. Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita diwaktu haid, dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci". (QS. Al Baqarah: 222)

Walau demikian sang suami boleh melakukan apa saja kepada istrinya tersebut selain itu (jima’). Ini berdasarkan hadits Anas radhiallahu 'anhu bahwa (diantara keyakinan bathil kalangan Yahudi -pent) jika ada wanita Yahudi yang sedang haid maka kaum lelakinya tidak makan bersamanya dan tidak tinggal bersamanya di rumah. Lantas para Shahabatpun -radhiallahu ‘anhum- bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam (tentang keyakinan/perbuatan Yahudi tersebut). Lalu Allah Subhanahu wa Ta'ala menurunkan ayat: "Mereka bertanya kepadamu tentang haid. Katakanlah: Haid itu adalah suatu kotoran. Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita diwaktu haid".

Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"Lakukanlah apa saja kecuali berjima'. Lalu sampailah hadits tersebut ketelinga orang-orang Yahudi, merekapun berkata: "Orang ini (Rasulullah shallallahu ‘alaihu wa sallam) selalu saja berusaha menyelisihi kami dalam semua urusan“. [HSR. Muslim no. 455]

Wallahu a'lam.

https://islamqa.info/ar/answers/2121/

Walhamdu lillaahi rabbil ‘aalamiin, wa shallallahu ‘alaa Muhammadin

Diterjemahkan oleh Ustadz Berik Said hafidzhahullah

🔰 @Manhaj_salaf1

•┈┈•••○○❁🌻💠🌻❁○○•••┈┈•

Mau dapat Ilmu ?
Mari bergabung bersama GROUP MANHAJ SALAF

📮 Telegram     : http://t.me/Manhaj_salaf1
📱 Whatshapp  : 089665842579
🌐 Web              : dakwahmanhajsalaf.com
📷 Instagram    : bit.ly/ittibarasul
🇫 Fanspage      : fb.me/ittibarasul1

Share, yuk! Semoga saudara² kita mendapatkan faidah ilmu dari yang anda bagikan dan menjadi pembuka amal² kebaikan bagi anda yang telah menunjukkan kebaikan. آمِينَ.

Belum ada Komentar untuk "Bercumbu Ketika Haid Dan Keluar Air Mani, Apakah Harus Mandi Wajib?"

Posting Komentar

Berkomentarlah dengan bijak

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel