Benarkah Poligami Adalah Suatu Sunnah?



Oleh Ustadz Berik Said hafidzhahullah

Belakangan ini ini saya melihat terutama di FB aneka komentar yang terkait dengan masalah poligami. Persoalan ini semakin ramai ketika mulai muncul pro dan kontra yang cukup sengit dari komentar maupun tanggapan dari banyak ikhwan dan akhawat.

Kalau kontra yang saya maksudkan disini sekedar “masih berat melakukannya“ karena keterbatasan dirinya atau belum siap jiwanya, niscaya perkara ini jauh lebih ringan. Tapi kalau sifatnya mengingkari atau menjadikan syari'at -dalam hal ini poligami- sebagai olok-olok, maka sungguh bisa berdampak pada kemurtadan. Wa na’uudzu billaahi min dzaalik.

Apa yang ana sampaikan ini belum sampai membahas apakah hukum asal poligami itu Sunnah atau Ja'iz (sekedar pilihan, bukan sunnah). Tetapi, baik poligami itu hukum asalnya Sunnah atau Ja’iz, namun telah disepakati tanpa ada perselisihan lagi bahwa poligami itu termasuk bentuk syari'at yang dibolehkan dan diizinkan Allah dan Rasul-Nya dengan syarat-syarat tertentu.

Dan menentang sampai level membenci syari'at Allah -dalam hal ini poligami- yang telah jelas dan gamblang dan tak diperselisihkan lagi dapat menyebabkan murtad.

Saat menceritakan sifat orang kafir, maka Allah Ta’ala berfirman:

ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ كَرِهُوا مَا أَنزلَ اللَّهُ فَأَحْبَطَ أَعْمَالَهُمْ

"Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka membenci kepada ketentuan (syari'at) yang Allah turunkan atas mereka, maka Allah menghapus amalan-amalan mereka“. (QS. Muhammad: 9)

Ibnu Katsir rahimahullah dalam tafsirnya saat menafsirkan “كَرِهُو“ (mereka membenci) pada ayat diatas beliau menafsirkannya:

لا يريدونه ولا يحبونه

“Mereka tidak menghendakinya dan tidak menyukainya". (Tafsir Ibni Katsir VII: 287)

Dengan demikian mengingkari hukum apalagi sampai membenci hukum syari'at yang telah Mutawatir bolehnya -lepas dari Sunnah atau Ja’iz- bisa menyebabkan orang menjadi kafir murtad. Apalagi mengolok-olok atau melecehkan syari'at. -Apalagi sumber syari'atnya yakni Al-Qur'an dan Hadits-, baik niatnya sekedar senda gurau/main-main/tidak serius, apalagi serius, maka bisa menyebabkan pelakunya murtad!! Na’uudzu billaahi min dzaalik.

Allah Ta’ala berfirman:

إِنَّهُ لَقَوْلٌ فَصْلٌ وَمَا هُوَ بِالْهَزْلِ

"Sesungguhnya Al-Qur'an itu benar-benar firman yang memisahkan antara yang hak dan yang bathil, dan sekali-kali bukanlah dia senda gurau". (QS. Thariq: 13-14)

Allah lalu memperingatkan lagi didalam firman-Nya:

وَإِذَا عَلِمَ مِنْ آيَاتِنَا شَيْئًا اتَّخَذَهَا هُزُوًا أُولَئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ مُهِينٌ

"Dan apabila dia mengetahui barang sedikit tentang ayat-ayat kami, maka ayat-ayat itu dijadikan olok-olok. Merekalah yang memperoleh adzab yang menghinakan". (QS. Al-Jatsiyah: 9)

Insya Allah bersambung.

🔰 @Manhaj_salaf1

•┈┈•••○○❁🌻💠🌻❁○○•••┈┈•

Mau dapat Ilmu ?
Mari bergabung bersama GROUP MANHAJ SALAF

📮 Telegram     : http://t.me/Manhaj_salaf1
📱 Whatshapp  : 089665842579
🌐 Web              : dakwahmanhajsalaf.com
📷 Instagram    : bit.ly/ittibarasul1
🇫 Fanspage      : fb.me/ittibarasul1

Share, yuk! Semoga saudara² kita mendapatkan faidah ilmu dari yang anda bagikan dan menjadi pembuka amal² kebaikan bagi anda yang telah menunjukkan kebaikan. آمِينَ.

Belum ada Komentar untuk "Benarkah Poligami Adalah Suatu Sunnah?"

Posting Komentar

Berkomentarlah dengan bijak

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel