Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Amalan Sunnah Dan Bid'ah Saat Menanti Hingga Lahirnya Bayi



Oleh Ustadz Berik Said hafidzhahullah

1) Berdoa agar dikaruniai anak yang shalih.

Salah satu doa yang dimuat dalam Al-Qur’an adalah doa berikut:

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

"Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami, istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami Imam bagi orang-orang yang bertakwa". (QS. Al Furqan: 74)

Imam Qurtubhi rahimahullah berkata:

ليس شيء أقر لعين المؤمن من أن يرى زوجته وأولاده مطيعين لله عز وجل.

"Tidak ada sesuatu yang lebih menyejukkan mata seorang mukmin selain melihat istri dan keturunannya taat pada Allah ‘Azza wa Jalla". (Tafsir Al-Qur’an Al ‘Azhim X:333)

Adapun memperbanyak membaca surah Al-Qur’an tertentu saat mengandung, seperti membaca surah Maryam dengan keyakinan nanti anaknya akan terlahir seperti Maryam radhiallahu ‘anha, maka kesemuanya ini adalah bid'ah.

2) Memberi tahu keluarga dekat atau teman-temannya saat dirinya sedang mengandung atau akan melahirkan anak.

Saat Nabi Zakariya ‘alaihis shalatu wa sallam berdoa memohon dikarunia anak, maka datanglah Malaikat Jibril 'alaihis sallam padanya dan memberikan kabar gembira akan dianugerahkannya seorang anak untuknya. Hal ini Allah muat dalam ayat berikut:

فَنَا دَتْهُ الْمَلٰٓئِكَةُ وَهُوَ قَآئِمٌ يُّصَلِّيْ فِى الْمِحْرَا بِ ۙ اَنَّ اللّٰهَ يُبَشِّرُكَ بِيَحْيٰى مُصَدِّقًا بِۢكَلِمَةٍ مِّنَ اللّٰهِ وَسَيِّدًا وَّحَصُوْرًا وَّنَبِيًّا مِّنَ الصّٰلِحِيْنَ

"Kemudian para Malaikat memanggilnya, ketika dia berdiri melaksanakan shalat di Mihrab, Allah menyampaikan kabar gembira kepadamu dengan (kelahiran) Yahya, yang membenarkan sebuah kalimat (firman) dari Allah, teladan, berkemampuan menahan diri (dari hawa nafsu), dan seorang Nabi diantara orang-orang saleh". (QS. Ali 'Imran: 39)

Di sini ada dalil yang jelas, bahwa Malaikat Jibril ‘alaihis shalatu wa sallam berkenan memberikan kabar gembira kepada seseorang saat bayi itu belum terlahir. Atas dasar ini dan beberapa dalil lainnya Ulama juga menyunnahkan agar orang yang sedang hamil -apalagi hamil besar- untuk memberi tahu saudara atau temannya akan hal ini, agar mereka turut bahagia. Hal ini diantaranya disebutkan oleh Ibnul Qayyim rahimahullah dalam Tuhfatul Maudud hal. 21.

Adapun melakukan ritual selamatan khusus saat seorang ibu mengandung usia 4 bulan atau 7 bulan, maka kesemuanya termasuk bid'ah dan tasyabuh dengan ajaran Hindu dan yang sejalan dengan mereka. Jauhilah.

3) Mensyukuri nikmat Allah begitu anaknya terlahir.

Allah bercerita tentang suami istri yang berdoa menanti terlahirnya bayi:

لَئِنْ اٰتَيْتَـنَا صَا لِحًا لَّـنَكُوْنَنَّ مِنَ الشّٰكِرِيْنَ

"Jika Engkau memberi kami anak yang saleh, tentulah kami akan selalu bersyukur". (QS. Al A'raf: 189)

4) Mentahnik dan memberi nama serta mendoakan sang bayi begitu lahir.

Abu Musa Al Asy’ari radhiallahu ‘anhu mengisahkan:

وُلِدَ لِي غُلَامٌ فَأَتَيْتُ بِهِ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَسَمَّاهُ إِبْرَاهِيمَ فَحَنَّكَهُ بِتَمْرَةٍ وَدَعَا لَهُ بِالْبَرَكَةِ وَدَفَعَهُ إِلَيَّ

"Lahir seorang anakku, maka aku membawanya ke hadapan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lantas beliau memberi nama anakku Ibrahim. Selanjutnya beliau mentahniknya dengan kurma dan mendoakan keberkahan untuknya, kemudian beliau menyerahkan kembali bayi itu kepadaku". [HSR. Bukhari no. 5467 dan Muslim no. 2145]

Tahnik adalah memberi makan kurma yang telah dikunyah lalu dimasukkan ke dalam mulut bayi. Tahnik sekarang bisa dimintakan kepada orang yang berilmu dari kalangan Ahlus Sunnah wal Jama'ah.

Imam Nawawi rahimahullah setelah mengutip beberapa hadits tentang tahnik yang salah satunya hadits yang ana kutipkan di atas, maka diantaranya beliau berkomentar: "Dianjurkan mentahnik anak yang baru lahir, dan ini merupakan sunnah berdasarkan Ijma'. Hendaknya yang mentahnik adalah orang yang shalih, baik dari kalangan laki-laki maupun wanita". (Syarah Shahih Muslim XIV:372)

Adapun mengadzankan bayi yang baru dilahirkan adalah bid'ah. Hadits tentang mengadzankan bayi yang baru dilahirkan adalah amat lemah.

Ingat pula berikan nama yang baik pada anak anda.

5) Melakukan aqiqah pada hari ke tujuh dari kelahiran bayi tersebut dengan segala rangkaian ritual syar’inya.

'Aisyah radhiallahu ‘anha menceritakan:

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَرَهُمْ عَنْ الْغُلَامِ شَاتَانِ مُكَافِئَتَانِ وَعَنْ الْجَارِيَةِ شَاةٌ

"Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan mereka (para Shahabat) agar beraqiqah dua ekor kambing yang telah cukup umur untuk bayi laki-laki dan seekor kambing untuk bayi perempuan". [HR. Tirmidzi no. 1513. Kata Syaikh Al Albani rahimahullah dalam Shahih At Tirmidzi 1513, Shahih]

Berikut ana muat beberapa kesimpulan terpenting terkait dengan aqiqah ini:

1) Aqiqah dilakukan pada hari ke tujuh dari kelahiran bayi.

2) Dalam aqiqah itu utamanya anak lelaki disembelihkan dua ekor kambing dan anak wanita satu ekor kambing. Namun, jika tidak ada kemampuan menyembelihkan dua ekor kambing untuk anak lelaki, maka boleh walau menyembelih hanya seekor kambing.

3) Di hari ke tujuh itu juga, rambut sang bayi baik bayi lelaki maupun perempuan dicukur habis. Lalu rambut tersebut ditimbang berapa beratnya. Setelah itu berat rambut bayi tersebut konversikan dengan nilai uang seharga perak saat itu (awas perak, bukan emas), kemudian uangkanlah. Jika sudah dikonversikan maka berikan uang itu kepada siapa yang patut menerimanya.

4) Di hari itu juga diumumkan secara resmi anak tersebut, walaupun penamaan bayi itu boleh juga pada hari pertama. Tetapi peresmian nama bayi dianjurkan diumumkan pada hari ke tujuh saat aqiqah ini.

5) Juga mintakan agar mereka yang hadir mendoakan keberkahan bagi sang bayi.

Adapun selamatan kelahiran anak dengan misal membaca Yasin bersama-sama, apalagi dengan marhabanan, pembacaan maulid dan sebagainya, maka semua ini adalah bid'ah.

Semoga penjelasan ringkas ini bisa memberikan tambahan wawasan pada kita semua, Aamiin.

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

_____
Mau dapat Ilmu ?
Mari bergabung bersama GROUP MANHAJ SALAF

Telegram: http://t.me/Manhaj_salaf1
Youtube: http://youtube.com/ittibarasul1
Group WhatsApp: wa.me/62895383230460
Twitter: http://twitter.com/ittibarasul1
Web: dakwahmanhajsalaf.com
Instagram: http://Instagram.com/ittibarasul1
Facebook: http://fb.me/ittibarasul1

Share, yuk! Semoga saudara² kita mendapatkan faidah ilmu dari yang anda bagikan dan menjadi pembuka amal² kebaikan bagi anda yang telah menunjukkan kebaikan. آمِينَ.

Posting Komentar untuk "Amalan Sunnah Dan Bid'ah Saat Menanti Hingga Lahirnya Bayi"