Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Benarkah Dianjurkan Berpuasa Sunnah Pada Tanggal 8 Dan 9 Dzulhijjah






Oleh Ustadz Berik Said hafidzhahullah

Pada penjelasan sebelumnya telah kami sebutkan hadits dan penjelasan para Ulama yang kesimpulannya menyebutkan disunnahkannya mulai tanggal 1 sampai 9 Dzulhijjah untuk berpuasa, baik pada seluruh 9 hari tersebut atau pada sebagian harinya saja. Jadi tidak mengapa misal seseorang berpuasa full dari tanggal 1 sampai 9 Dzulhijjah.

Boleh pula acak berpuasa di tanggal-tanggal tersebut sesuai dengan keinginan kita. Misal dia bisa meluangkan waktunya untuk berpuasa Dzulhijjah itu tanggal 2, 6, dan 9 Dzulhijjah saja, itu tidak mengapa. Atau dia berpuasa tanggal 1, 4, 5, 8 dan 9 Dzulhijjah, itu juga tidak mengapa. Intinya bebas seseorang dari 9 hari tersebut, terhitung mulai tanggal 1-9 Dzulhijjah untuk berpuasa sunnah baik pada seluruh 9 hari itu maupun pada sebagian harinya yang ia ada kesempatan puasa walaupun harinya acak.

Jika telah dipahami hal di atas, maka sekarang kita coba menjawab pertanyaan pada pertanyaan pokok di atas, yakni:

Benarkah ada penekanan lebih kuat puasa pada 9 hari pertama bulan Dzulhijjah itu khususnya pada tanggal 8 dan 9 Dzulhijjah ?

Perlu ana jelaskan dulu, biasanya puasa khusus tanggal 8 Dzulhijjah ini disebut puasa Tarwiyah, sementara puasa khusus tanggal 9 Dzulhijjah disebut puasa hari Arafah. Ingat-ingatlah kedua istilah di atas. Maka, sekarang ana jelaskan:

Mengenai penekanan berpuasa pada hari Arafah (khusus 9 Dzulhijjah). Maka, ana sampaikan, benar, jika pun kita tidak mampu berpuasa 9 hari pertama secara full atau sebagiannya, maka hendaklah usahakan jangan tinggalkan berpuasa tanggal 9 (hari Arafah). Jika tidak ada udzur syar’i hendaklah paksakan berpuasa tanggal 9 Dzulhijjah tersebut walau memang hukumnya tidak sampai wajib. Ini mengingat adanya fadhilah bagi yang berpuasa pada tanggal 9 Dzulhijjah.

Perhatikan hadits berikut:

صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ اَحْتَسِبُ عَلَى اللّهِ اَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِيْ قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِيْ بَعْدَهُ

"Puasa Arafah dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang". [HSR. Muslim no.1162]

Atas dasar ini, maka empat Madzhab pun sepakat tanpa ada perselisihan lagi, bahwa ditekankannya orang puasa pada tanggal 9 Dzulhijjah (hari Arafah) tersebut. Ini adalah pendapat dari Madzhab Hanafi (Badaa’i as Shana’i II:79), Maliki (Mawaahibul Jalil III:312), Syafi’i al Majmu’ VI:380), Hanbali (al Mughni III:177).

Keutamaan puasa Arafah itu khusus bagi yang tidak sedang melaksanakan haji. Adapun yang sedang haji bahkan sama sekali tidak disunnahkan melakukan puasa Arafah. Insya Allah dalam hal ini pun sepanjang pengetahuan ana tidak ada lagi Khilaf di kalangan Ulama.

Dengan demikian kesimpulannya amat ditekankan bagi yang tidak sedang beribadah haji dan yang tidak ada udzur syar'i untuk berupaya keras melakukan puasa Arafah tersebut.

Puasa sunnah khusus tanggal 8 Dzulhijjah (puasa Tarwiyah). Ada sebagian orang yang menyengaja puasa khusus di tanggal tersebut dengan anggapan puasa Tarwiyah memiliki keutamaan khusus sebagaimana puasa Arafah.

Mereka berdalil dengan hadits berikut:

صَوْمُ يَوْمَ التَّرْوِيَّةِ كَفَارَةُ سَنَة. 

"Puasa sunnah pada hari Tarwiyah (8 Dzulhijjah) dapat menghapus dosa satu tahun".

Shahihkah hadits di atas ?

Hadits di atas diriwayatkan oleh Ad-Dailami dalam Musnadnya II: 248. Dalam sanadnya ada rawi yang bernama Muhammad bin Sa’id Al kalbi yang dikenal sebagai pendusta. Silahkan merujuk pada Tahdzibut Tahdzib: IX 5178 dan lainnya untuk melihat lebih lengkap kondisi rawi ini. Karena itulah para Ulama hadits telah melemahkan riwayat di atas. Kata As Suyuthi rahimahullah dalam Jaami’us Shaghir 5039, Dha’if. Kata Al Albani rahimahullah dalam Dha’iful Jaami’ 3501, Maudhu.

Dengan demikian mengamalkan pengkhususkan tanggal 8 Dzulhijjah dengan anggapan keutamaannya seperti itu, maka hal ini termasuk bid’ah.

Peringatan penting, harus dibaca, jadi jangan sampai salah paham khususnya puasa Tarwiyah ini.

Ingat, pada dasarnya kita disunnahkan berpuasa 9 hari pertama bulan Dzulhijjah. Ini artinya tanggal 8 Dzulhijjah pun masuk pada salah satu hari utama puasa di 9 hari pertama Dzulhijjah ini.

Sudah dijelaskan sebelumnya seseorang bebas memilih dari 9 hari pertama bulan Dzulhijjah ini, baik seluruh 9 hari itu atau pada sebagian harinya saja yang dia punya peluang. Kemudian lebih ditekankan agar jangan meninggalkan puasa pada tanggal 9 Dzulhijjah karena keutamaannya sangat agung dan haditsnya shahih. Tetapi jangan kita mengkhususkan puasa tanggal 8 Dzulhijjah itu dengan berdasar keutamaan yang disebut pada hadits palsu itu.

Jadi, kalaupun kita mau puasa sempatnya misal hanya 2 hari, yakni tanggal 8 dan 9 Dzulhijjah, silahkan, tapi jangan karena i’tiqad ditekannya puasa tanggal 8 tersebut. Puasa tanggal 8 Dzulhijjah itu keutamaannya adalah hanya masuk keumuman dari puasa 9 hari pertama bulan Dzulhijjah. Berbeda dengan tanggal 9 Dzulhijjah yang memang orang boleh bahkan ditekankan menyengaja agar sekeras mungkin bisa puasa sunnah tanggal 9 tersebut karena haditsnya shahih.

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

_____
Mau dapat Ilmu ?
Mari bergabung bersama GROUP MANHAJ SALAF

Group WhatsApp: wa.me/62895383230460 

Share, yuk! Semoga saudara² kita mendapatkan faidah ilmu dari yang anda bagikan dan menjadi pembuka amal² kebaikan bagi anda yang telah menunjukkan kebaikan. آمِينَ.

Posting Komentar untuk "Benarkah Dianjurkan Berpuasa Sunnah Pada Tanggal 8 Dan 9 Dzulhijjah"