Untukmu Para Pendengki Dakwah Syaikh Muhammad bin ‘Abdul Wahhab rahimahullah (Bagian 1)






Oleh Ustadz Berik Said Hafizhahullah

Sesungguhnya dakwah tauhid dan dakwah sunnah yang berpijak pada pemahaman salaful ummah, Alhamdulilah khususnya di negeri ini semakin berkibar atas pertolongan Allah Ta’ala tentunya.

Setiap dakwah ini diserukan, seakan ummat tak lupa seorang tokoh fenomenal yang dianggap paling berkontribusi atas pengembangan dakwah salafiyyah dan amat konsen dalam masalah penjagaan tauhid dan sunnah dari syirik dan bid’ah.

Tokoh besar tersebut salah satunya adalah Syaikh Muhammad bin ‘Abdul Wahhab rahimahullah.

Beliau seorang ulama besar yang dilahirkan tahun 1115 H/1701 M, di Kampung ‘Uyaynah, Najd, kurang lebih 70 km arah barat laut Riyadh – Saudi Arabia - sekarang ini. Beliau wafat tanggal 29 Syawwal 1206 H/1793 M dalam usia 92 tahun, rahmatullah ‘alaihi ….

Beliaulah yang dianggap tokoh ulama muta'akhirin paling fenomenal dalam mengembangkan da'wah salafiyyah di abad-abad terakhir ini. Tetapi seperti biasa, selalu saja di mana haq ditegakkan, maka kebathilan akan selalu datang menghalangi.

Setan-setan jahat yang marah atas dakwah tauhid dan sunnah, lalu meniupkan hembusan syubhat lewat lisan ahlul bid'ah untuk mencoba merintangi dakwah yang dikembangkan beliau tersbut dengan melontarkan berbagai syubhat beracun. Jelas, dengan hujah mereka tak mampu melawannya. Maka dipakailah cara licik dan kotor, yakni dengan melontarkan fitnah-fitnah keji kepada beliau. Oleh para musuhnya dakwah beliau ini diplesetkan menjadi wahabi atau dakwah wahabi.

Gelar wahabi ini sengaja dijadikan oleh ahlul bid’ah untuk memberi ikon negative atas dakwah tauhid dan sunnah di atas pemahaman salafus shalih yang digelorakan oleh beliau yang dengan sebutan tersebut diharapkan orang awam pada khususnya akan lari.

Puluhan fitnah dihembuskan oleh gerombolan ahlul bid'ah ini di banyak media elektronik maupun media cetak.

Bahkan lewat sosmed seperti Facebook (FB) , banyak tulisan bernilai sampah semacam ini yang dilontarkan oleh mereka yang sama sekali tak memiliki bobot ilmiyyah dan hanya bermodalkan semangat fanatisme dan kebodohan.

Mereka menuduh Syaikh Muhammad bin ‘Abdul Wahhab rahimahullah dengan banyak tuduhan fitnah dan asbun.

Sebenarnya berbagai tuduhan dan fitnah murahan para penulis kacangan sekarang ini, terutama yang di medsos semisal FB, hanyalah fitnah usang yang dimodifikasi.

Dikatakan fitnah usang, karena umumnya pokok masalah fitnah tersebut telah dijawab sendiri oleh Syaikh Muhammad bin ‘Abdul Wahhab rahimahullah dalam banyak kitabnya yang tersebar dari dulu.

Ana ingatkan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri pernah bersabda:

لَوْ يُعْطَى النَّاسُ بِدَعْوَاهُمْ, لَادَّعَى نَاسٌ دِمَاءَ رِجَالٍ, وَأَمْوَالَهُمْ,
وَلَكِنِ اَلْيَمِينُ عَلَى اَلْمُدَّعَى عَلَيْهِ

“Andai saja manusia selalu diterima dakwaan/tuduhannya (atas pihak lain), sungguh akan ada orang yang mendakwah dengan darah dan harta orang lain. Akan tetapi, sumpah itu wajib bagi orang yang dituduh (jika ia mengingkari tuduhan tersebut -pent)." [HSR. Bukhari no. 4552, Muslim no. 1711, dan lain-lain]

Dalam hadits lainnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

 الْبَيِّنَةُ عَلَـى الْـمُدَّعِيْ ، وَالْيَمِيْنُ عَلَـى مَنْ أَنْكَرَ

"Bukti harus dibawakan oleh si pendakwah dan  sumpah dibawa oleh orang yang mengingkari dakwaan itu (Jika iia merasa dakwaan itu tak benar apalagi fitnah)." [HR. Thabrani: 20.976. Kata Ibnul Hajar rahimahullah dalam Buluughul Marom [421]: " إسناده صحيح ", kata Imam Nawawi rahimahullah dalam Syarah Muslim [III:12]: " إسناده حسن أو صحيح ", kata Ibnul Mulaqqin rahimahullah dalam al Badrul Munir [IX:450]: " صحيح ", kata Al Albani rahimahullah dalam Irwaa'ul Gholil [2685]: "صحيح"]

Karenanya barang siapa mau menuduh Syaikh Muhammad bin ‘Adul Wahhab rahimahllah ataupun lainnya dengan suatu tuduhan, maka wajib baginya membawa bukti-bukti shahih atas orang yang dituduhnya, kalau tidak mampu membawa referensi atau bukti shahih atas tuduhannya maka si penuduh dianggap tukang dusta dan tukang fitnah.

Sementara orang yang dituduh, siapapun dia, cukup bersumpah atas nama Allah bahwa dia tak melakukan apa yang dikatakan oleh penuduhnya.

Ini adalah kaidah yang semua ulama -sepanjang pengetahuan ana- telah menyepakatinya.
Lihat salah satu penjelasan maksud hadits ini dalam Kitab al Qowaa’id, karya Syaikh an Nadwi rahimahullah [hal.400].

Pada kesempatan kali ini ana akan sebutkan secara ringkas fitnah dan tuduhan dusta yang paling sering dilontarkan oleh ahlul bid’ah kepada Syaikh Muhammad Bin ‘Abdul Wahhab rahimahullah berikut bantahan atas fitnah tersebut ….

Fitnah Pertama, Syaikh Muhammad bin ‘Abdul Wahhab rahimahullah mendakwakan dirinya sebagai Nabi baru setelah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam

Jawaban Syaikh Muhammad bin 'Abdul Wahhab rahimahullah
Beliau berkata:

وأول الرسل نوح عليه السلام وآخرهم محمد صلى الله عليه وسلم

"Dan Rasul yang pertama kali diutus adalan Nuh ‘alaihis shalaatu wa sallam, dan Rasul yang paling terakhir adalah Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam." (Majmuu’ah Mu’allifaat as Syaikh I:155)

Beliau juga berkata:

وأعظمها حق النبي صلى الله عليه وسلم وأفرضه شهادتك له أنه رسول الله وأنه خاتم النبيين، وتعلم أنك لو ترفع أحدا من الصحابة في منزلة النبوة صرت كافرا

"Dan sebesar-besarnya hak Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang wajib ditunaikan ummat islam adalah syahadat kamu kepada beliau (Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam) bahwa beliau adalah utusan Allah dan penutup para Nabi." Dan hendaklah kamu mengetahui: "Sekiranya kamu mengangkat seorang saja dari kalangan shahabat dalam derajat kenabian, maka jadilah ia kafir." (ad Duror as Suniyyah I:98-99)

Perhatikan, Syaikh rahimahullah bahkan berpendapat kalau kita mengangkat seorang sekelas shahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjadi seorang Nabi, maka ia kafir murtad. Lantas bagaimana beliau akan menyatakan dan mengangkat dirinya sebagai seorang Nabi?

Demi Allah ini adalah fitnah yang sangat besar.

Bahkan saat beliau berkomentar dengan munculnya Nabi palsu yang bernama Mukhtaar, maka beliau diantaranya berkata:

وأجمع العلماء كلهم على كفر المختار- مع إقامته شعائر الإسلام- لما جنى على النبوة

Dan ulam telah bersepakat seluruhnya atas kafirnya Mukhtaar, walaupun ia masih menegakkan syi'ar-syi'ar islam, karena dia mendakwakan dirinya adalah seorang nabi." (Majmuu’ah Mu’allifaat as Syaikh III:45)

Masih kurang jelas juga setelah membaca pernyataan beliau dalam masalah ini diatas dan masih menuduh beliau mengaku jadi Nabi baru?
Melek dong.

Perlu kami tegaskan penebar hoax pertama yang menyatakan Syaikh rahimahullah mendakwakan dirinya adalah seorang Nabi baru setelah Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, dia adalah Si mulut ember  yang semoga Allah menghinakannya dengan fitnahnya itu, yang bernama:

 محمد بن عبد الرحمن بن عفالق

(Muhammad bin ‘Abdurrahman Al Afaaliq)

Pernyataan dan tuduhan dusta Al Afaaliq ini, selanjutnya dicopy paste oleh orang yang rusak aqidah lainnya, diantaranya Ahmad bin ‘Ali Al Qobbani, kemudian juga diikuti oleh ‘Alawi Al Haddaad, dan kemudian Ahmad Zaini Dahlan.

Juga ikut meramaikan kabar dusta ini diantaranya Al ‘Aamilii, Jamil Shodaqi Al Zahawi, Mukhtar Ahmad Basa Al Mu’ayyad, ‘Abdul Qodir Al Askandarany. (Lebih jelas lihat : Da’aawal Munaawi’in li Da’watu Syaikh Muhammad bin ‘Abdil Wahhab rahimahullah, karya Syaikh ‘Abdul ‘Aziz Muhammad bin ‘Ali bin ‘Abdul Lathif rahimahullah I: 81)

Tantanglah mereka yang menuduh fitnah ini,
Bawakan satu saja dari kitab karya beliau atau murid-murid beliau yang menunjukkan bahwa beliau pernah menyatakan hal itu.

Bukankah penuduh harus bawa bukti dan yang dituduh cukup bersumpah tak melakukan itu?

Syaikh Muhammad bin ‘Abdul Wahhab rahimahullah jelas tegas menegaskan dirinya beliau menyatakan bahwa Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam itu penutup para Nabi dan Rasul ‘alaihimus shalaatu wa sallam sebagaimana telah kami kutipkan perkataan beliau di atas.

Sekarang mana dalilmu hai para tukang fitnah?
Tunjukkan pada kami hujjah tak terbantahkan dakwaanmu itu. Kalau tak mampu, memang kalian pantas digelari tukang fitnah.

Insya Allah Bersambung ...

Walhamdu lillaahi rabbil 'aalamiin, wa shallallahu 'alaa Muhammadin ...

🔰 @Manhaj_salaf1

•┈┈•••○○❁🌻💠🌻❁○○•••┈┈•

Mau dapat Ilmu ?
Mari bergabung bersama GROUP MANHAJ SALAF

📮 Telegram     : http://t.me/Manhaj_salaf1
📱 Whatshapp  : 089665842579
🌐 Web              : www.dakwahmanhajsalaf.com
📷 Instagram    : fb.me/ittibarasul1
🇫 Fanspage      : fb.me/ittibarasul1

Share, yuk! Semoga saudara² kita mendapatkan faidah ilmu dari yang anda bagikan dan menjadi pembuka amal² kebaikan bagi anda yang telah menunjukkan kebaikan. آمِينَ.

Belum ada Komentar untuk "Untukmu Para Pendengki Dakwah Syaikh Muhammad bin ‘Abdul Wahhab rahimahullah (Bagian 1)"

Posting Komentar

Berkomentarlah dengan bijak

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel