Barakallahu Fiik






Oleh Ustadz Berik Said hafidzhahullah

Kamu mungkin sering mendapati atau mendengar orang yang mendo'akanmu dengan barakallahu fiik lantas apa jawabanmu?

Boleh jadi antum juga sering mendapati ana sering mengucapkan kepada komentar antum dengan barakallahu fiika atau barakallahu fiiki, atau barakallahu fiikum dan sebagainya. Adakah dalil pengucapan ini? Jika ada, maka bagaimana jawaban kita jika dido'akan dengan kalimat ini?

Aisyah radhiallahu ‘anha mengisahkan:

أُهْدِيَتْ لِرسولِ اللهِ صلی الله عليه و سلم شاةٌ ، فقال: اقسميها ، فكانتْ عائشةُ رضي الله عنها إذا رجَعَتْ الخادِمُ تقول: ما قالوا ؟ تقول الخادم قالوا: بارَكَ اللهُ فيكم فتقولُ عائشةُ رضي الله عنها:  وفيهم باركَ اللهُ ، نرُدُّ عليهِم مثلَ مَا قالوا ، ويَبْقَى أجرُنا لَنا.

"Aku memberikan hadiah kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berupa seekor domba. Lantas Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Bagi dualah domba tersebut”.Telah menjadi kebiasaan bagi Aisyah radhiallahu ‘anha, bila pelayannya telah pulang, maka ia bertanya: “Apa yang mereka katakan“? Pelayanannya menjawab, mereka mengucapkan: “Barakallahu fiikum“ (semoga Allah melimpahkan keberkahan pada kamu)“. Maka Aisyah radhiallahu ‘anha mengucapkan: “Wa fiihim barakallah“ (dan semoga Allah pun melimpahkan keberkahan kepada mereka). Kita telah membalas do'a mereka dengan do'a yang semisal dan tetap bagi kita mendapatkan pahala“. [HR. Nasa’i dalam Amalul yaum wal lailah no.303. Kata Al Albani rahimahullah dalam Al Kalim At Thayyib 239: Jayyid/bagus]

Atsar di atas jelas menunjukkan disukainya seseorang bila menerima suatu kebaikan dari orang lain maka ia mendo'akan keberkahan bagi yang memberikannya yakni dengan mengucapkan barakallah fiik (semoga Allah memberikan keberkahan kepadamu) dan hendaklah kita membalas ucapan tersebut dengan perkataan yang semisal, yakni wa fiika barakallahu (dan bagimu juga semoga Allah melimpahkan keberkahan).

Beberapa catatan sangat penting terkait cara mengucapkan kalimat di atas.  


Hal ini penting diketahui dikarenakan jujur ana juga sempat terpeleset salah cara mengucapkannya terkait bila do'a itu ditujukan kepada laki-laki atau wanita. Maka berikut rincian cara mengucapkan redaksi kalimat di atas:

1) Bila do’a itu ditujukan kepada satu laki-laki secara berhadapan langsung (kamu/anda satu laki-laki), maka kita mengatakan kepadanya barakallahu fiika.

2) Bila do'a itu ditujukan pada satu wanita secara langsung (kamu/anda satu wanita), maka kita mengatakan kepadanya barakallahu fiiki (fiika berubah menjadi fiiki) jika ditujukan untuk satu wanita.

Ingat, sekalipun pada wanita, lafazh barakallahu tidak berubah menjadi barakillah (kata ka pada kallah tidak berubah menjadi ki, yakni killah). Yang berubah dhamir (kata gantinya) adalah pada kata fiika (satu laki-laki) menjadi fiiki (satu perempuan), dan bukan pada kata baraka-nya.

3) Jika ditujukan do'a ini pada dua orang laki-laki atau dua orang perempuan secara langsung (kamu/anda berdua), maka lafazhnya menjadi barakallahu fiikuma (ka/ki nya berubah menjadi kumaa) Yang artinya Semoga Allah melimpahkan keberkahan pada anda berdua (baik laki-laki maupun perempuan).

4) Bila do'a itu ditujukan kepada lebih dari dua laki-laki secara berhadapan langsung (kamu lelaki lebih dari dua orang), maka kata gantinya ka/kumaa nya berubah menjadi kum maka kita mengatakan kepadanya barakallahu fiikum yang artinya semoga Allah melimpahkan keberkahan kepada anda semua (laki-laki lebih dari dua orang).

5) Bila do'a itu ditujukan kepada lebih dari dua wanita secara berhadapan langsung (kamu perempuan lebih dari dua orang), maka kata gantinya ki/kumaa nya berubah menjadi kunna, maka kita mengatakan kepadanya barakallahu fiikunna yang artinya semoga Allah melimpahkan keberkahan kepada anda semua (perempuan lebih dari dua orang).

6) Jika do’a ini ditujukan kepada satu laki-laki yang tidak berada di hadapan kita (berarti dia atau nya), maka dhamir (kata ganti orang) nya berubah menjadi hi, sehingga bunyi lengkapnya menjadi barakallahu fiihi (perhatikan lafazh hi nya). Artinya semoga Allah melimpahkan keberkahan kepadanya/dia (laki-laki tunggal)

7) Jika ditujukan kepada satu wanita yang tidak berada di hadapan kita (berarti dia atau nya), maka dhamirnya (kata ganti orangnya) berubah menjadi ha, sehingga bunyi lengkapnya menjadi barakallahu fiiha (perhatikan lafazh ha nya). Artinya semoga Allah melimpahkan keberkahan kepada nya/dia (perempuan tunggal).

 Walhamdu lillaahi rabbil ‘aalamiin, wa shallallahu ‘alaa Muhammadin.

🔰 @Manhaj_salaf1

•┈┈•••○○❁🌻💠🌻❁○○•••┈┈•

Mau dapat Ilmu ?
Mari bergabung bersama GROUP MANHAJ SALAF

📮 Telegram     : http://t.me/Manhaj_salaf1
📱 Whatshapp  : 089665842579
🌐 Web              : dakwahmanhajsalaf.com
📷 Instagram    : bit.ly/ittibarasul1
🇫 Fanspage      : fb.me/ittibarasul1

Share, yuk! Semoga saudara² kita mendapatkan faidah ilmu dari yang anda bagikan dan menjadi pembuka amal² kebaikan bagi anda yang telah menunjukkan kebaikan. آمِينَ.

3 Komentar untuk "Barakallahu Fiik"

  1. Kalo untuk jawabannya bagaimana ustadz?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Untuk laki-laki => Wa Fiika Barakallahu
      Untuk Wanita => Wa fiiki Barakallahu
      Untuk Jamak => Wa fiikum Barakallahu

      Hapus
Berkomentarlah dengan bijak

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel