Aqidah & Manhaj -Kaidah Yang Ke 28-




Mereka tidak memberikan loyalitas, tidak pula memberikan permusuhan pada selain keridhaan Allah. Artinya loyalitas mereka dan permusuhan mereka semuanya karena Allah Subhanahu wa Ta’ala, bukan karena hawa nafsu, bukan pula karena kepentingan dunia dan politik itulah sifat Ahlus Sunnah Wal Jama’ah.

Allah Ta’ala berfirman:

وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ.

“Dan kaum mukminin dan kaum mukminat sebagian mereka adalah wali untuk yang lainnya.” (QS. At-Taubah: 71)

Wali itu artinya memberikan loyalitas, dari kata Wala’.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Ada tiga perkara, siapa yang tiga perkara itu ada pada diri seseorang maka ia akan mendapatkan manisnya iman.”

Diantaranya dari tiga itu, yaitu orang yang mencintai seseorang yang ia cintai karena Allah, bukan karena apa-apa. Maka dari itu kewajiban kita adalah memberikan loyalitas dan permusuhan itu betul-betul karena Allah.

Allah Ta’ala berfirman tentang kedudukan api Neraka dan orang-orang yang mengikuti:

‎وَقَالَ الَّذِينَ اتَّبَعُوا لَوْ أَنَّ لَنَا كَرَّةً فَنَتَبَرَّأَ مِنْهُمْ كَمَا تَبَرَّءُوا مِنَّا ۗ كَذَٰلِكَ يُرِيهِمُ اللَّهُ أَعْمَالَهُمْ حَسَرَاتٍ عَلَيْهِمْ ۖ وَمَا هُمْ بِخَارِجِينَ مِنَ النَّارِ

“Dan berkatalah orang-orang yang mengikuti mereka, kalaulah kami masih ada kesempatan untuk kembali ke dunia kami akan berlepas diri dari mereka, sebagaimana mereka sekarang di akhirat berlepas diri dari kami. Demikianlah Allah memperlihatkan kepada mereka amalan-amalan mereka menjadi penyesalan atas mereka dan mereka tidak akan pernah keluar dari api neraka.” (QS. Al-Baqarah: 167)

Nauzubillah…

Maka Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebutkan dalam ayat ini, orang-orang yang di ikuti oleh para pengikut-pengikut waktu di dunia, dimana para pengikut memberikan loyalitas bukan karena Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Maka Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata: “Oleh karena itu kamu dapati banyak orang mencintai suatu kaum dan membencinya hanya karena hawa nafsu.”

Mereka sendiri tidak mengetahui maknanya, tidak pula mengetahui di atas dasar apa, bahkan mereka memberikan loyalitas secara mutlak begitu saja dengan tanpa melihat apakah itu sesuai dengan dalil yang shahih dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan Salaful Ummah atau tidak. Bahkan mereka juga tidak memahami makna loyalitas yang mereka berikan tersebut.

Maka beliau berkata: “Maka tidak boleh bagi seorangpun menjadikan seseorang dalam ummat Islam ini yang ia memberikan loyalitas dan permusuhan di atasnya selain Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam saja. Tidak boleh seseorang itu menjadikan perkataan siapapun yang ia memberikan loyalitas dan permusuhan kecuali kepada firman Allah dan Rasul-Nya saja, dan apa yang menjadi ijma para Ulama seluruhnya. Maka siapa yang melakukan ini yaitu yang memberikan loyalitas dan permusuhan terhadap seseorang selain Nabi atau terhadap ucapan seseorang selain Nabi, maka ini termasuk perbuatan ahli bid’ah yang memecah belah ummat, memecah belah agama ini.“ (Majmu fatawa jilid 20, halaman 164)

Wallahu a’lam.

Dari buku yang berjudul “Al Ishbaah Fii Bayani Manhajis Salaf Tarbiyati wal Ishlah“, tentang Manhaj Salaf Dalam Masalah Tarbiyah dan Perbaikan, ditulis oleh Syaikh Al Ubailaan حفظه الله تعالى.

Oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc. حفظه الله تعالى.

🔰 @Manhaj_salaf1

•┈┈•••○○❁🌻💠🌻❁○○•••┈┈•

Mau dapat Ilmu ?
Mari bergabung bersama GROUP MANHAJ SALAF

📮 Telegram     : http://t.me/Manhaj_salaf1
📱 Whatshapp  : 089665842579
🌐 Web              : dakwahmanhajsalaf.com
📷 Instagram    : bit.ly/ittibarasul1
🇫 Fanspage      : fb.me/ittibarasul1

Share, yuk! Semoga saudara² kita mendapatkan faidah ilmu dari yang anda bagikan dan menjadi pembuka amal² kebaikan bagi anda yang telah menunjukkan kebaikan. آمِينَ.

Belum ada Komentar untuk "Aqidah & Manhaj -Kaidah Yang Ke 28-"

Posting Komentar

Berkomentarlah dengan bijak

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel