Anggapan Sial Di Bulan Shafar



Oleh Ustadz Abu Abd rahman bin Muhammad Suud Al Atsary hafidzhahullah

Termasuk perbuatan jahiliyah adalah anggapan sial pada hari atau bulan tertentu.

Dalam tradisi Nusantara, terkhusus Jawa, mereka menganggap ada bulan dan hari sial, di antaranya, bulan Muharram (Sura) sampai-sampai seorang takut mengadakan hajat, dan salah satu hari di bulan Shafar yang disebut Rebo Wekasan (Rabu terakhir) yang diyakini turunnya berbagai bala musibah.

Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab At Tamimi rahimahullah dalam Kitabut Tauhid pada bab ke 28:

باب ما جاء في التطير

"Bab yang menerangkan tentang permasalahan tathayur".

Menyampaikan hadits dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda:

لا عدوى ، و لا طيرة ، و لا هامة ، و لا صفر ، و لا نوء ، و لا غول

“Tidak ada adwa, tidak ada thiyarah, tidak ada hamah, tidak ada shafar, tidak ada nau’, tidak ada ghul”. [HR. Bukhari dan tambahan dari lafadz Muslim].

Penjelasannya

Adwa adalah prasangka bahwa penyakit dapat menular dengan sendirinya tanpa seijin Allah.
Thiyarah adalah prasangka buruk dengan melihat binatang tertentu.
Hamah adalah perasaan sial karena melihat burung hantu, atau sangkaan burung hantu adalah roh orang mati.
Shafar adalah merasa sial dengan bulan Shafar.

Imam Bukhari mengatakan, bahwa shafar adalah penyakit yang berhubungan dengan perut. (Tuhfatul Ahwazy 5/432).

Nau’ adalah salah satu jenis bintang, yakni keyakinan bahwa hujan turun karena sebab bintang tertentu, bukan kehendak Allah.
Ghul adalah keyakinan bahwa hantu dapat membahayakan atau menakuti seorang.

Berkata Syaikh Shalih bin Abdul Aziz Alu Syaikh: “Maksud bab ini, adalah bahwasanya thiyarah (pesimis /merasa sial) bila sampai menyebabkan seorang menjalankan atau membatalkan suatu yang telah diniatkan, maka hal ini termasuk dalam kesyirikan, dan bertentangan dengan tauhid. Thatayur adalah perbuatan orang musyrik, yakni musuh para Rasul, dan thatayur adalah tindakkan tercela”.(Syarah Kitabut Tauhid 151).

Maka dari itu wahai saudaraku, hendaknya kita semua memurnikan tauhid kita kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala, dengan menyandarkan yakin, tawakkal, dan semua takdir yang baik dan yang buruk hanya kepada-Nya semata. Dan hendaknya kita menjauhkan segala prasangka buruk, pesimis, merasa sial, baik dengan apa yang kita lihat, dengar, dan alami, karena hal itu jelas merusak tauhid, dan menghilangkan tawakkal.

Serta, sepatutnya, bagi seorang muslim, menjauhi keyakinan-keyakinan jahiliyah, atau aqidah dan adat-adat jelek, yang diambil dari orang-orang musyrik, yang mereka mendasari semua itu tanpa bimbingan dan ilmu. Dan lebih parahnya lagi, keyakinan syirik pertama ini, di lanjut dan di tambah kesyirikan yang kedua, setelah mereka melepas keyakinan kepada Allah dan ketawakkalan pada-Nya.

Dengan terjerumus pada bertawakkal pada jimat-jimat (orang jawa menyebut “anak e akik” karena besarnya keyakinan pada batu atau benda bertua).

Dari Shahabat Ibnu Mas’ud radhiallahu 'anhu, bahwa beliau mendengar dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam:

إن الرقى ، و لتمائم ، و التولة شرك

“Sesungguhnya ruqyah/suwuk (yang tidak syar'i), tamimah, dan tiwalah adalah kesyirikan”. [HR. Ahmad, Abu Dawud].

Penjelasannya

Ruqyah adalah suwuk yang biasa dibaca dengan komat-kamit dan suara yang tidak jelas oleh dukun, biasanya di desa disebut “wong pinter” atau tukang nyuwuk.
Tamimah adalah sejenis kalung untuk menangkal bahaya dan sawan (ain) dan biasanya diletakkan di leher dan tangan bayi, atau jimat. Baik berupa gelang, buntalan, atau besi, atau sabuk, atau baju, atau kain, atau kulit hewan, atau bulu, atau sejenisnya.
Tiwalah adalah sejenis sihir pengasih atau pemaling الصرف و العطف.

Maka hendaknya seorang yang telah melakukan kesyirikan, segera bertaubat sebelum mati. Karena dosa syirik yang dibawa mati, menjadikan seorang tidak selamat selamanya di akhirat.

🔰 @Manhaj_salaf1

•┈┈•••○○❁🌻💠🌻❁○○•••┈┈•

Mau dapat Ilmu ?
Mari bergabung bersama GROUP MANHAJ SALAF

📮 Telegram : http://t.me/Manhaj_salaf1
📱 Whatshapp : 089665842579
🌐 Web : dakwahmanhajsalaf.com
📷 Instagram : bit.ly/ittibarasul1
🇫 Fanspage : fb.me/ittibarasul1

Share, yuk! Semoga saudara² kita mendapatkan faidah ilmu dari yang anda bagikan dan menjadi pembuka amal² kebaikan bagi anda yang telah menunjukkan kebaikan. آمِينَ.

Belum ada Komentar untuk "Anggapan Sial Di Bulan Shafar"

Posting Komentar

Berkomentarlah dengan bijak

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel