Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Penyakit Sebagian Yang Ngaji, Bila Tidak Di Sapa Dulu Tidak Menyapa





Oleh Ustadz Abu Abd rahman bin Muhammad Suud Al-Atsary hafidzhahullah

Pernyataan ini telah saya sampaikan semenjak tiga tahun lalu, bahkan telah kami tulis di tiga Fawaid tulisan khusus.

Di antara penyakit sebagian orang ngaji (ini intern, dan tidak semua), mereka hidup ekslusif, mau di ziarahi, tidak mau menziarahi, mau di datangi tidak mau mendatangi, bila ada masalah pada sesama teman ngaji, baik sakit, ada masalah, atau bahkan meninggal, posisi kita pasif.

Senang bila di sapa, namun tidak pernah inisiatif menyapa, termasuk saat di kajian, terutama pada orang-orang baru. Bahkan di waktu-waktu lapang, di saat Iedul Fitri, atau momen-momen bahagia.

Kenapa tangan begitu berat, hanya sekedar tombol HP, lalu menyapa.

"Ya akhi, bagaimana kabar Anda dan keluarga pagi ini, semoga Allah memberkahi anda semua", atau "Umm, bagaimana kabar Anda pagi ini, bagaimana putra dan putri, semoga Allah memberkahi anda semua".

Kenapa menyapa hanya saat kajian, itupun sekilas, tidak pernah kita ada keinginan untuk datang ke rumahnya, sekedar tau, apa saudara saya ini baik-baik saja, sehat dan kecukupan pangan.

Jangankan satu pekan sekali, Iedul Fitri itupun, bila "Kober" (bila sempat). Lalu bagaimana lagi di waktu-waktu seperti ini, saat wabah melanda, tidak bisa hadir di kajian, dan sebab-sebab futur (malas) itu menyelinap masuk di antara celah pintu rumah mereka.

Yang saudara dan saudari anda butuh sapaan hangat, sebagai saudara. Kenapa menyapa saudara nya saja perlu di jawil (di sindir halus), kenapa, dan kenapa..

Untuk sekedar menyapa pun, begitu sulit, apalagi memahami kondisi saudaranya yang lainpun harus di ingatkan dan disindir halus.

Kenapa, inisiatif untuk menyapa tidak ada atau tidak tumbuh di hati kita ??

Apakah kita hidup untuk diri sendiri, asal selamat keluarga saya, makmur, tidak kurang apapun.. apa urusan ku dengan orang lain ?. (???).

Lalu kita abaikan, saudara kita, cukup tau kondisi mereka saat kajian, dan itupun sepersekian detik bertemunya.

Nasalullaha salama wal afiah, bila kita masih memiliki sebagian sifat hedonisme.

Wahai saudaraku, di saat-saat ini, saat wabah yang mengharuskan saudara-saudari kita di rumah, penyakit futur mudah menyergap, sapalah saudaramu dan saudarimu, tanya kabarnya dan kabar keluarganya. Tidak mahal, hanya sepersekian rupiah dari biaya internet dan WA.

Mulailah menjadi inisiator dalam menebar salam, jangan jadi seorang muslim yang hanya memikirkan hidupnya sendiri.

_____
Antara Maghrib dan Isya, Sidoarjo. Oleh yang butuh dan mengharapkan ampunan Rabb-Nya.

๐Ÿ”ฐ Manhaj_salaf1

•┈┈•••○○❁๐ŸŒป๐Ÿ’ ๐ŸŒป❁○○•••┈┈•

Mau dapat Ilmu ?
Mari bergabung bersama GROUP MANHAJ SALAF

๐Ÿ“ฎ Telegram: http://t.me/Manhaj_salaf1
๐ŸŽฅ Youtube: http://youtube.com/ittibarasul1
๐Ÿ“ฑ Group WhatsApp: wa.me/62895383230460
๐Ÿ“ง Twitter: http://twitter.com/ittibarasul1
๐ŸŒ Web: dakwahmanhajsalaf.com
๐Ÿ“ท Instagram: http://Instagram.com/ittibarasul1
๐Ÿ‡ซ Facebook: http://fb.me/ittibarasul1

Share, yuk! Semoga saudara² kita mendapatkan faidah ilmu dari yang anda bagikan dan menjadi pembuka amal² kebaikan bagi anda yang telah menunjukkan kebaikan. ุขู…ِูŠู†َ.

Posting Komentar untuk "Penyakit Sebagian Yang Ngaji, Bila Tidak Di Sapa Dulu Tidak Menyapa"