LightBlog

Hukum Wanita Haid Atau Junub Memotong Rambut Dan Kukunya

Oleh Ustadz Berik Said hafidzhahullah Ada anggapan pada banyak orang bahwa tatkala wanita sedang haid maka dilarang memotong rambut...






Oleh Ustadz Berik Said hafidzhahullah

Ada anggapan pada banyak orang bahwa tatkala wanita sedang haid maka dilarang memotong rambut baik rambut kepala atau rambut lainnya dan kukunya. Demikian pula yang dalam posisi junub. Maka diantara mereka sampai ada yang tak mau menyisir rambutnya saat haid/saat belum mandi junub karena takut rambutnya terputus akibat bersisir. Bahkan sampai ada yang saat mandi dari haid mengumpulkan rambut yang terjatuh dan dicuci dahulu. Apakah ini benar?

Jawabannya, ini adalah anggapan yang bathil.

Berikut beberapa alasan yang menunjukkan bathilnya pendapat ini.

Pertama, saat ‘Aisyah radhiallahu ‘anha melakukan umrah dan ia mengalami haid, maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

انْقُضِي رَأْسَكِ وَامْتَشِطِي وَأَهِلِّي بِالْحَجِّ وَدَعِي الْعُمْرَةَ

“Tinggalkan umrahmu, lepas ikatan rambutmu bersisirlah”. [HSR. Bukhari no.1556 dan Muslim no. 1211]

Di sini jelas ada, bahkan, pembolehan seorang wanita yang haid untuk bersisir.

Jelas saat bersisir akan ada rambut yang akan terjatuh. Namun Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak memberikan pesan misal dengan “Awas kumpulkan rambutmu lalu cucilah“, dan yang semakna dengan itu. Karena memang sama sekali tak ada masalah dengan perkara ini.

Kedua, telah diketahui orang yang baru masuk Islam diperintahkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk mencukur rambut kemaluannya dan berkhitan dan mandi besar.

Sebagaimana perkataan kepada orang yang baru masuk Islam dalam hadits berikut:

أَلْقِ عَنْكَ شَعْرَ الْكُفْرِ وَاخْتَتِنْ

“Buanglah darimu bulu (rambut) kekufuran dan berkhitanlah“. [HR. Abu Dawud no. 356. Kata Al Albani rahimahullah dalam Shahih Abi Dawud [356]: “Hasan“]

Kita tahu orang yang kafir itu pasti masih dalam kondisi junub. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tak memerintahkannya mandi dulu, tapi langsung menyuruhnya mencukur (maaf) rambut kemaluannya, baru setelah itu diperintahkan mandi besar.

Andai rambut orang junub itu tak boleh dipotong tentu beliau tak akan memerintahkan orang muallaf tadi mencukur bulu kemaluan dulu, tetapi akan menyuruhnya mandi dahulu. Tetapi keadaannya tak seperti itu. Maka ini menunjukkan mencukur rambut baik rambut kepala dan lainnya dalam posisi junub atau haid tak masalah.

Fatwa Ulama Terkait Masalah Ini. 

Dalam Kitab Madzhab Syafi’i Tuhfatul Muhtaaj Fi Syarhil Minhaaj disebutkan:

النص على أن الحائض تأخذها

"Menurut nash (dari kalangan Ulama Syafi’iyyah -pent) bahwa orang yang haid boleh mengambilnya. Maksud mengambilnya itu adalah boleh memotong kuku, mencukur bulu ketiak maupun kemaluan". (Tuhfatul Muhtaaj karya Al Haitsami rahimahullah IV:56)

Fatwa Syaikh Al ‘Utsaimin rahimahullah pernah ditanya:

سمعت بأن مَشط الشعر لا يجوز أثناء الحيض ، ولا قص الأظافر والغسل ، فهل هذا صحيح أم لا ؟

"Saya mendengar bahwa menyisir saat haid tak diperbolehkan, demikian pula (tidak diperbolehkan) memotong kuku dan mandi (sebelum bersih dari haidnya -pent). Apakah pendapat ini dibenarkan atau tidak?"

Syaikh Al ‘Utsaimin rahimahullah menjawab:

هذا ليس بصحيح ، فالحائض يجوز لها قص أظافرها ومشط رأسها ، ويجوز أن تغتسل من الجنابة ، مثل أن تحتلم وهي حائض فإنها تغتسل من الجنابة ، … فهذا القول الذي اشتهر عند بعض النساء من أنها لا تغتسل ولا تمتشط ولا تكد رأسها ولا تقلم أظفارها ليس له أصل من الشريعة فيما أعلم

"Pendapat ini tidak benar. Wanita yang haid diperbolehkan baginya memotong kuku atau menyisir rambutnya. Diperbolehkan mandi dari janabat. Seperti saat dia bermimpi (basah) sementara dia dalam kondisi haid, maka dia mandi janabat. Dengan demikian pendapat yang masyhur dikalangan sebagian wanita bahwa tidak boleh mandi, tidak boleh bersisir, tidak menyentuh kepala dan tidak memotong kukunya (selama masa haidnya -pent) adalah pendapat yang tak memiliki sumber syari'at sepanjang yang saya ketahui !“. (Fatawa Nurun ‘Ala Ad-Darb’ oleh Syekh Ibnu Utsaimin, Fatwa Az-Ziinah Wal Mar’ah soal 9)

Kalau Begitu Pendapat Ini Sebenarnya Berasal Dari Mana? 

Dalam Kitab Syarah An Nail I:347 disebutkan:

ولا يعرف القول بكراهة ذلك عن أحد من فقهاء الأمة المعتبرين ، وإنما تذكره بعض كتب أهل البدع من الطوائف المخالفة لأهل السنة

"Dan tidak dikenal pendapat yang memakruhkan hal itu dari seorang pun pendapat para ahli fikih yang terkenal. Hanya saja hal itu disebutkan pada sebagian kitab ahli bid'ah yang menyelisihi ahlus sunnah". Dikutip dari https://islamqa.info/ar/101285

Walhamdu lillaahi rabbil ‘aalamiin, wa shallallahu ‘alaa Muhammadin …

🔰 @Manhaj_salaf1

•┈┈•••○○❁🌻💠🌻❁○○•••┈┈•

Mau dapat Ilmu ?
Mari bergabung bersama GROUP MANHAJ SALAF

📮 Telegram     : http://t.me/Manhaj_salaf1
📱 Whatshapp : 089665842579
🌐 Web              : dakwahmanhajsalaf.com
📷 Instagram    : bit.ly/Akhwat_Sallafiyah
🇫 Fanspage      : fb.me/DakwahManhajSalaf1

Share, yuk! Semoga saudara² kita mendapatkan faidah ilmu dari yang anda bagikan dan menjadi pembuka amal² kebaikan bagi anda yang telah menunjukkan kebaikan. آمِينَ.

COMMENTS

BLOGGER
Nama

Adab & Akhlak,157,Adzan,5,Aqidah & Manhaj,161,Bid'ah,40,biografi,3,Evaluasi,2,fatwa ulama,136,Fiqh Jenazah,7,Fiqh Qurban,13,Fiqh Ramadhan,35,Fiqh Shalat,58,Fiqh Thaharah,9,fiqh wanita,26,Fiqh Zakat,9,hadits,207,Ibadah,90,Iqomah,6,Muamalah,19,Nasehat,174,Puasa,12,Risalah : Do'a & Dzikir,45,Risalah : Keluarga,28,Tafsir,4,Tanya Ustadz,40,Tazkiyatun Nufus,3,Umum,39,
ltr
item
Manhaj Salaf: Hukum Wanita Haid Atau Junub Memotong Rambut Dan Kukunya
Hukum Wanita Haid Atau Junub Memotong Rambut Dan Kukunya
https://1.bp.blogspot.com/-mj4FhBUOSkU/XRNyx_x-5PI/AAAAAAAAA_A/Yp8HtcYfKRoVLCGBYGHnLxV6Isq6MhiUwCLcBGAs/s320/Jangan-Disepelekan--Ini-Cara-dan-Waktu-Memotong-Kuku-yang-Paling-Tepat--master-306708509.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-mj4FhBUOSkU/XRNyx_x-5PI/AAAAAAAAA_A/Yp8HtcYfKRoVLCGBYGHnLxV6Isq6MhiUwCLcBGAs/s72-c/Jangan-Disepelekan--Ini-Cara-dan-Waktu-Memotong-Kuku-yang-Paling-Tepat--master-306708509.jpg
Manhaj Salaf
https://www.dakwahmanhajsalaf.com/2019/06/hukum-wanita-haid-atau-junub-memotong-rambut-dan-kukunya.html
https://www.dakwahmanhajsalaf.com/
http://www.dakwahmanhajsalaf.com/
http://www.dakwahmanhajsalaf.com/2019/06/hukum-wanita-haid-atau-junub-memotong-rambut-dan-kukunya.html
true
29850523095273762
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy