Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Nenek Moyang






Oleh Ustadz Abu Abd rahman bin Muhammad Suud al Atsary hafidzhahullah

Cinta Nenek Moyang Antara Tercela dan Terpuji

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman menjelaskan kondisi buruk, dan mencela apa yang ada pada diri orang-orang musyrik ketika mereka membela keyakinan mereka, bahwa yang mereka ikuti adalah ajaran nenek moyang mereka. Dan menolak apa yang dibawa para Rasul, mereka berargumen:

وَاِ ذَا قِيْلَ لَهُمُ اتَّبِعُوْا مَاۤ اَنْزَلَ اللّٰهُ قَا لُوْا بَلْ نَـتَّبِعُ مَاۤ اَلْفَيْنَا عَلَيْهِ اٰبَآءَنَا ۗ اَوَلَوْ كَا نَ اٰبَآ ؤُهُمْ لَا يَعْقِلُوْنَ شَيْئًـا وَّلَا يَهْتَدُوْنَ

"Dan ketika dikatakan kepada mereka, ikutilah apa yang telah diturunkan Allah, mereka menjawab, tidak, bahkan kami akan tetap mengikuti apa yang kami dapati dari apa yang di lakukan oleh nenek moyang kami. Padahal, nenek moyang mereka itu adalah orang orang tidak berakal sedikitpun dan tidak juga mendapat petunjuk." (QS. Al-Baqarah: 170)

Berkata Imam Ibnu Katsir rahimahullah: "Jika di katakan pada orang-orang musyrik itu, ikutilah apa yang diturunkan Allah kepada Rasul-Nya (berupa islam dan syari'atnya) dan tinggalkan kesesatan serta kebodohan yang telah menyelimuti diri kalian.

Mereka menjawab, tidak akan, tetap kami akan mengikuti apa yang telah kami dapat dari nenek moyang kami, berupa penyembahan pada berhala (dan semua jenisnya), dan membuat sekutu-sekutu bagi-Nya". (lihat tafsir Ibnu Katsir 2/170)

Berkata Syaikh Abdurrahman bin Nasir bin Abdillah As Sady rahimahullah: "Mereka merasa cukup dengan mengikuti agama nenek moyangnya, mereka tidak butuh beriman kepada risalah para Nabi. Padahal nenek moyang mereka itu adalah golongan yang paling bodoh dan paling sesat.

Syubhat (yang digunakan menolak dakwah para Rasul ini) sangat lemah untuk menolak kebenaran. Ini semua adalah tanda (menyingkap hal yang sebenarnya) tentang berpalingnya mereka dari kebenaran dan kebencian yang sangat terhadapnya. Serta tidak adanya sikap adil pada diri mereka, sekiranya mereka (layak) diberikan hidayah dan memiliki tekad yang tulus, pastilah kebenaran itu yang menjadi tujuan". (lihat Tafsir Karimir Rahman fi Tafsir Kalami Manan surah 2/170)

Kami (Abu Abd rahman bin Muhammad Suud) katakan:

Sebab utama mengapa mereka menolak dakwah para Rasul, dan beralasan penolakan mereka karena mengikuti nenek moyang. Jawabannya ada tiga hal utama (masih banyak hal dan faktor lain):

1. Bodohnya mereka pada karakter agama islam.
2. Besarnya dan begitu kuat mengakar kecintaan pada nenek moyang, sehingga mereka mengangap bahwa meninggalkan ajaran nenek moyang berarti durhaka pada mereka.
3. (yang sebenarnya) menyingkap kebusukan hati mereka, bahwa mereka tidak menyukai beriman kepada Allah, dan mentauhidkan-Nya. Dan kecintaan pada sesembahan selain Allah, dan ritual-ritual adat selama ini.

Dengan semua itu, mereka lebih memilih jalan kesesatan (kesyirikan) dan menolak jalan yang lurus (islam).

Kecintaan semacam ini pada nenek moyang tidaklah bermanfaat. Bahkan hal ini adalah jalan kesesatan, penyimpangan dan kesengsaraan di dua negeri, dunia dan akhirat. Juga kecintaan semacam ini pada nenek moyang adalah kecintaan yang tercela.

Setelah kita mengetahui inti alasan mereka, kaum musyrikin dan dasar utamanya. Muncul pertanyaan selanjutnya, apakah semua hal yang menyangkut nenek moyang tercela?

Kami (Abu Abd rahman bin Muhammad Suud) jawab:

Tidak. Bahkan, Allah Subhanahu wa Ta'ala menerangkan kisah ucapan Nabi yang shalih, Yusuf bin Ya'kub alaihimus salam:

وَا تَّبَعْتُ مِلَّةَ اٰبَآءِيْۤ اِبْرٰهِيْمَ وَاِ سْحٰقَ وَيَعْقُوْبَ ۗ مَا كَا نَ لَنَاۤ اَنْ نُّشْرِكَ بِا للّٰهِ مِنْ شَيْءٍ ۗ ذٰلِكَ مِنْ فَضْلِ اللّٰهِ عَلَيْنَا وَعَلَى النَّا سِ وَلٰـكِنَّ اَكْثَرَ النَّا سِ لَا يَشْكُرُوْنَ

"Dan aku mengikuti agama nenek moyangku, Ibrahim, Ishaq, dan Ya'qub. Tidak layak bagi kami (para nabi) berbuat syirik sedikitpun kepada Allah. Itu adalah fadhila (keutamaan) dari Allah kepada kami dan kepada manusia (seluruhnya), tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur". (QS. Yusuf: 38)

Syaikh Abdurrahman As Sa'dy rahimahullah berkata: "Ini (hidayah pada Iman dan islam serta tauhid) adalah termasuk anugerah, cucuran kebaikan dan keutamaan yang besar kepada kami (para Nabi) dan orang-orang yang Allah beri mereka hidayah. Dia (Allah) telah memberi kami hidayah. Tiada karunia yang lebih baik daripada karunia Allah berupa islam dan syari'at yang lurus. Barangsiapa menerima dan mematuhinya, maka itulah bagian keberuntungan, ia telah memperoleh kebaikan besar dan keutamaan yang mulia. (lihat Tafsir Karimir Rahman fi Tafsir Kalami Manan surah 12/38)

Dalam islam mengikuti nenek moyang tidak selamanya tercela dan hina, selama nenek moyangnya orang-orang yang shalih, ahli tauhid, melaksanakan sunnah, di kenal istiqomahnya dan lurus jalannya.

Yang dicela ketika engkau mengikuti agama nenek moyang dengan kefanatikan, tanpa ilmu, dan mengikuti hal buruk serta kesyirikan mereka.

Yusuf alaihi salam di puji, karena mengikuti nenek moyang yang baik dari kalangan ahli tauhid, yakni para Rasul.

Sedang, bila kita runut, siapa nenek moyang kita dulu?. Orang aninisme, penyembah batu, gunung, roh. Kendedes, ken arok, tunggul ametung, gajah mada, Minimal tong bajil, totok kerot, dan empu gandring?.

Lalu, apakah engkau wahai para penyeru agama nusantara, menyeru kami pada kesyirikan, setelah Allah Subhanahu wa Ta'ala memberi hidayah kepada kami?

___________________
Oleh yang butuh dan mengharap ampunan Rabbnya.

🔰 @Manhaj_salaf1

•┈┈•••○○❁🌻💠🌻❁○○•••┈┈•

Mau dapat Ilmu ?
Mari bergabung bersama GROUP MANHAJ SALAF

📮 Telegram     : http://t.me/Manhaj_salaf1
📱 Whatshapp  : 089665842579
🌐 Web              : dakwahmanhajsalaf.com
📷 Instagram    : bit.ly/ittibarasul1
🇫 Fanspage      : fb.me/ittibarasul1

Share, yuk! Semoga saudara² kita mendapatkan faidah ilmu dari yang anda bagikan dan menjadi pembuka amal² kebaikan bagi anda yang telah menunjukkan kebaikan. آمِينَ.

Posting Komentar untuk "Nenek Moyang"