Aqidah Al-Wasithiyah (Bagian 4)




Oleh Ustadz Abu Abd rahman bin Muhammad Suud Al Atsary hafidzhahullah

Berkata Mualif, Imam Ahmad bin Abdul Halim bin Taimiyah rahimahullah:

و كتبه و رسوله.

"Kita beriman kepada kitab-kitab dan para Rasul".

Seluruh kitab diturunkan bersama dengan para Rasul. Dan setiap Rasul memiliki kitab suci, sebagaimana terdapat dalam firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:

لَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلَنَا بِالْبَيِّنَاتِ وَأَنْزَلْنَا مَعَهُمُ الْكِتَابَ...

"Sungguh, Kami telah mengutus Rasul-Rasul Kami dengan bukti-bukti yang nyata dan Kami turunkan bersama mereka Kitab..." (QS. Al-Hadid: 25)

Semua Rasul memiliki kitab, hanya saja kita tidak mengetahuinya. Yang Allah terangkan hanya Shuhuf Ibrahim dan Musa, serta Taurat, Zabur, Injil, dan Al-Quran. Para Rasul dan Nabi, Allah utus kepada makhluk-Nya, sebagai bentuk kasih sayang.

Perbedaan Nabi dan Rasul

Rasul adalah utusan Allah yang membawa syariat yang mandiri, atau melengkapi, atau menambah atau rangkuman dari ketiganya.

Dasarnya:

و كان النبي يبعث إلى قومه خاصة و بعثت إلى الناس عامة.

"Seluruh Nabi diutus pada kaumnya, sedang aku diutus kepada manusia seluruhnya". [HR. Bukhari no. 335]

Contoh Rasul, Nuh, Musa, Isa, dan Nabi kita Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam.

Sedang Nabi adalah seorang yang berdakwah di kaumnya, ia tidak memiliki syariat khusus, kecuali melanjutkan risalah Rasul sebelumnya.

Contoh Nabi, Yusa' mengikuti Nabi Musa saat diuji, (lihat surah Al Kahfi). Ketika Nabi Musa bertanya tentang ikan pada pemuda, itulah Yusa' yang menjadi Nabi Bani Israil setelah wafat Musa dan Harun.

Sebelumnya kita tidak mengenal apa itu kitab (tuntunan) dan apa itu iman.

و كذالك او حينا إليك روحا من أمرنا . ما كنت تدري ما الكتاب و لا الإيمان.....

"Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu (Muhammad) roh (Al-Quran) dengan perintah Kami. Sebelumnya engkau tidaklah mengetahui apakah kitab (Al-Quran) dan apakah iman itu..." (QS. Asy Syura: 52)

Kewajiban kita dalam tauhid ada dua:

ماذا كنتم تعبدون
و ماذا اجبتم المرسلين.

"Apa yang kalian ibadati?
Dan apa jawaban kalian atas seruan para Rasul?"

Seperti yang terdapat dalam firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:

ويوم يناديهم فيقول ماذااجيتم المرسلين.

"Dan ingatlah pada hari ketika Dia (Allah) menyeru mereka dan berfirman, apakah jawabanmu terhadap para Rasul?". (QS. Al-Qasas: 65)

Inilah dua pertanyaan besar di akhirat nanti, sebagai batu ujian keselamatan atau kebinasaan.

Diterangkan Ibnul Qayyim rahimahullah: "Mengkhususkan ibadah kepada Allah, dan mengkhususkan ittiba' kepada Nabi. Konsekuensi ittiba' adalah melaksanakan sunnah dan menjauhi bid'ah dan ahlinya".

Walhamdu lillaahi rabbil ‘aalamiin, wa shallallahu ‘alaa Muhammadin.

🔰 @Manhaj_salaf1

•┈┈•••○○❁🌻💠🌻❁○○•••┈┈•

Mau dapat Ilmu ?
Mari bergabung bersama GROUP MANHAJ SALAF

📮 Telegram     : http://t.me/Manhaj_salaf1
📱 Whatshapp  : 089665842579
🌐 Web              : dakwahmanhajsalaf.com
📷 Instagram    : bit.ly/ittibarasul1
🇫 Fanspage      : fb.me/ittibarasul1

Share, yuk! Semoga saudara² kita mendapatkan faidah ilmu dari yang anda bagikan dan menjadi pembuka amal² kebaikan bagi anda yang telah menunjukkan kebaikan. آمِينَ.

Belum ada Komentar untuk "Aqidah Al-Wasithiyah (Bagian 4)"

Posting Komentar

Berkomentarlah dengan bijak

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel