Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Siapa Kamu Dan Bapakmu ?



Oleh Ustadz Abu Abd rahman bin Muhammad Suud Al Atsary hafidzhahullah

Sebuah jawaban kepada orang yang membandingkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dengan bapaknya.

Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mengingatkan:

من بطا به عمله لم يسرع به نسبه.

"Barangsiapa lambat amalnya tidak akan bisa di kejar dengan kemuliaan nasabnya". [HR. Muslim no 2699 dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu].

Hari ini, kita temui banyak orang kurang ajar dan bersikap suul adab kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.

Apa hukuman dan ucapan yang pantas untuk orang yang sedemikian?

Saya pernah menulis bab tentang hukum orang yang melecehkan Nabi, yang kami ambil dari kitab Imam Ibnu Taimiyah rahimahullah, Sarimul Maslul.

Dan satu peringatan keras, siapapun yang berani melecehkan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, mereka kafir dengan ijma kaum muslimin, dan wajib pemerintah menghukum dengan berat (mati), tanpa di mintai taubat. Hal ini, agar seorang tidak bermudah-mudahan melecehkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.

Sekarang, kami akan tulis sedikit, tentang ucapan yang pantas bagi orang yang suka membanggakan nasabnya, dari kitab Manahi Syariyah, Syaikh Salim bin Ied Al Hilaly.

"Ucapan yang layak bagi mereka adalah "gigitlah kemaluan (zakar) bapakmu".

"Dari Shahabat Ubay bin Kaab radhiallahu 'anhu bahwa beliau mendengar seorang berkata: "Hai keluarga fulan (yakni membanggakan nasab)". Lalu beliau berkata padanya: "gigitlah kemaluan (zakar) bapakmu" Ubay mencela orang itu tanpa bahasa kiasan. Orang tersebut berkata pada beliau: "Wahai Abu Mundzir, engkau bukan orang yang suka berkata keji". Ubay berkata padanya, aku mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa berbangga dengan slogan jahiliyah, maka suruhlah ia menggigit kemaluan (zakar) bapaknya, dan tidak usah memakai bahasa kiasan terhadapnya". [HR. Bukhari dalam Adabu Mufrad no. 963]

Di ceritakan dalam musnad, dua orang beradu nasab di sisi Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Seorang berkata: "Aku adalah fulan bin fulan, lalu engkau siapa? celaka engkau". Lalu Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Dua orang berbangga nasab pada masa musa". Seorang dari mereka berkata: "Aku fulan bin fulan, sampai ia menyebut sembilan nasab lantas engkau ini siapa, celaka engkau."

Maka yang di tanya berkata: "Aku fulan bin fulan bin islam". Lalu Allah Subhanahu wa Ta'ala mewahyukan pada Musa 'alaihi salam, tentang dua orang tadi. Adapun engkau orang yang membanggakan nasab sampai sembilan orang, nenek moyangmu semua di Neraka, dan engkau yang ke sepuluh. Sedang engkau orang yang menyandarkan dirinya pada dua orang, keduanya (bapak dan kakeknya) di Surga, dan engkau yang ketiganya". [HR. Ahmad 5/128]. Lihat selengkapnya dalam Manahi Syariyah fi Shahihi Sunnah An Nabawiyah 2/572.

Semoga tulisan ini, wasilah keridhaan Allah atas kami, karena marah mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam di lecehkan seorang wanita tua yang tidak memiliki adab dan diragukan keislamannya, dan semoga tulisan ini ikhlas mengharap wajah Allah semata.

________
Pilang Kenceng Madiun Jawa Timur, waktu Dhuha. Oleh yang butuh dan mengharap ampunan Rabb-Nya.

🔰 @Manhaj_salaf1

•┈┈•••○○❁🌻💠🌻❁○○•••┈┈•

Mau dapat Ilmu ?
Mari bergabung bersama GROUP MANHAJ SALAF

📮 Telegram: http://t.me/Manhaj_salaf1
📱 Whatshapp: 089665842579
🌐 Web: dakwahmanhajsalaf.com
📷 Instagram: bit.ly/ittibarasul1
🇫 Fanspage: fb.me/ittibarasul1

Share, yuk! Semoga saudara² kita mendapatkan faidah ilmu dari yang anda bagikan dan menjadi pembuka amal² kebaikan bagi anda yang telah menunjukkan kebaikan. آمِينَ.

Posting Komentar untuk "Siapa Kamu Dan Bapakmu ?"