Apakah Ini Sebuah Istiqamah ?





Oleh Ustadz Abu Abd rahman bin Muhammad Suud Al-Atsary hafidzhahullah

Ada sebagian sikap ambigu, salah kaprah dan cenderung tidak konsekuen dari sebagian kita. Di akui atau tidak.

Syariat ini adalah syariat yang adil, pertengahan dan mudah. Namun sebagian orang kenapa cenderung mengikuti sebuah aturan, dalil, dan ketetapan syar'i yang hanya menguntungkan bagi dirinya secara sepihak. Sebuah ketidakkonsitenan dalam hidup.

Kita semua hendaknya menjadi hamba-hamba Allah Subhanahu wa Ta'ala yang taat, jujur dalam ucapan, tindakan, dan selaras antara batin dan dzahir, antara lisan dan tindakan.

Wabah ini telah menjadikan sebagian roda kehidupan terhenti, menjauhkan yang dekat dan membuat pola kebiasaan terputus.

Kita berharap, Allah Subhanahu wa Ta'ala segera mengangkat musibah ini, sehingga normal kembali kehidupan.

Sebuah cela. Cela biasanya di cari seorang yang terjerat hukum untuk dapat meloloskan diri dari jerat hukum, atau menjebak mangsa atau mengambil hak orang lain, atau mengambil keuntungan di antara kesempitan.

Syariat Islam begitu ramah bagi alam, di dalamnya terkandung berbagai maslahat dunia dan akhirat. Bimbingan-Nya begitu lurus dan mudah, menjamin keselamatan bagi hamba.

Ketika ada wabah, syariat memerintahkan kaum muslimin untuk berdiam di rumah rumahnya.

Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

من جلس في بيته في وقت وقوع الطاعون فله أجر الشهيد و  إن لم يمت

"Siapa yang tinggal di rumahnya saat wabah taun melanda, maka baginya pahala syahid, meskipun ia tidak mati". [HR. Ahmad, sanadnya Shahih sesuai syarat Al-Bukhari]

Dan Alhamdulillah, pemerintah kaum muslimin dengan memandang maslahat dan membendung madharat, mengeluarkan kebijakan untuk berdiam di rumah. Walhamdulillah.

Sebuah dilema, sebagian orang begitu semangat mengikuti anjuran pemerintah, dan ini baik untuk tidak keluar rumah, shalat di rumah, penghentian kajian sementara waktu, dan lainnya. Namun di sisi lain, kita melihat sebagian manusia terutama yang sudah ngaji terlebih ngaji sunnah terlihat di restoran-restoran untuk menikmati makanan beraneka macam, memadati setiap tempat perbelanjaan, jual beli kebutuhan sehari-hari di pasar-pasar, tempat kerja masih penuh, warkop dengan majelis "i'tikaf" WiFi-nya masih ramai bahkan cenderung padat, jalan-jalan bersama keluarga mencari angin tetap dan semisal itu dari kebiasaan sehari-hari.

Kenapa ? Kenapa taat aturan pemerintah itu hanya dalam masalah libur kajian, shalat di rumah, dan berhenti ziarah atau silaturahim sedang kebiasaan-kebiasaan normatif lainnya masih di lakukan dan sama

Kita khawatir, ketaatan kita pada aturan hanya sekedar apa yang cocok dengan hawa nafsu dan kebiasaan, sedang yang telah menjadi kebiasaan kita tetap jalan, baik ada wabah atau tidak, bila ini yang terjadi, maka  sebuah ironi dan bukan sebuah konsistensi.

Dan cela untuk berhenti berbuat baik, minimal 'istirahat dari sebuah kebaikan'. Bila ini yang terjadi, maka ini sebuah musibah yang melebihi musibah yang ada.

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

_________
Bada Dzuhur, Sidoarjo. Oleh yang butuh dan mengharapkan ampunan Rabb-Nya.

🔰 Manhaj_salaf1

•┈┈•••○○❁🌻💠🌻❁○○•••┈┈•

Mau dapat Ilmu ?
Mari bergabung bersama GROUP MANHAJ SALAF

📮 Telegram: http://t.me/Manhaj_salaf1
🎥 Youtube: http://youtube.com/ittibarasul1
📱 Group WhatsApp: wa.me/62895383230460
📧 Twitter: http://twitter.com/ittibarasul1
🌐 Web: dakwahmanhajsalaf.com
📷 Instagram: http://Instagram.com/ittibarasul1
🇫 Facebook: http://fb.me/ittibarasul1

Share, yuk! Semoga saudara² kita mendapatkan faidah ilmu dari yang anda bagikan dan menjadi pembuka amal² kebaikan bagi anda yang telah menunjukkan kebaikan. آمِينَ.

Belum ada Komentar untuk "Apakah Ini Sebuah Istiqamah ?"

Posting Komentar

Berkomentarlah dengan bijak

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel