Seputar Hukum Zakat Mal Dan Fithri




Oleh Ustadz Abu Abd rahman bin Muhammad Suud Al-Atsary hafidzhahullah

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

و ويل للمشركين , الذين لا يؤتون الزكوت

"Dan celakalah orang-orang musyrik yaitu orang-orang yang tidak membayar zakat." (QS. Fussilat: 6-7)

As-Syaikh As-Sady rahimahullah berkata: "Yaitu orang-orang yang mengibadati apa-apa yang tidak mampu mendatangkan manfaat, mudharat, kematian, kehidupan dan tidak membangkitkan, mereka menodai diri-diri mereka, tidak membersihkan dirinya dengan meng-Esakan Allah Rabb-Nya, dan tidak mengikhlaskan ibadah pada-Nya. Mereka tidak shalat dan tidak pula membayar zakat, tidak ada keihlasan pada Rabb dengan tauhid dan shalat, serta tiada memberi manfaat kepada sesama dengan membayar zakat". (Tafsir taisir karimir rahman surah Fussilat)

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

و الذين يكنزون الذهب والفضة ولا ينفقونها في سبيل الله فبشرهم بعذاب أليم

"Dan orang-orang yang menimbun emas dan perak serta tidak menginfaqkannya di jalan Allah, maka berilah berita gembira pada mereka dengan azab yang pedih." (QS. At-Taubah: 34)

خد من اموالهم صدقة تطهرهم و تزكيهم بها و صلى عليهم

"Ambillah dari harta mereka sebagai sedekah untuk membersihkan dan mensucikan mereka, dan doakanlah mereka." (QS. At-Taubah: 103)

Sedekah ada dua, yaitu sedekah wajib dan sedekah sunnah, sedang yang di maksud ayat ini adalah sedekah wajib/zakat.

Hukum Zakat


Berkata Syaikh Abdul Adzim bin Badawi Al-Khalafi, berkata Sayyid Sabiq rahimahullah: “Zakat adalah satu amalan fardhu (wajib) yang di sepakati ummat Islam dan sudah di kenal dan termasuk ilmu agama yang tidak boleh tidak seorang harus tau, yang andaikan ada orang mengingkari wajibnya zakat, maka di nyatakan keluar dari islam”. (Fiqih Sunnah 1/281. Al Wajiz fi Fiqih Sunnah wal Kitabi Aziz 423)

Siapa Yang Wajib Berzakat Mal ?


Zakat di wajibkan pada setiap muslim yang merdeka, memiliki harta yang wajib di zakati, setelah melewati satu tahun (haul) dan sudah mencapai ukuran minimal (nishab) untuk di keluarkan dan dimiliki atau kuasai penuh, kecuali tanaman yang wajib di zakati di keluarkan saat panennya.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

وهو الذي انشا خنت معروشت وغير معروشت والنخل والزرع مختلفا اكله والزيتون والرمان متشابها وغير متشابه ۗ  كلوا من ثمره اذا اثمرا واتوا حقه يوم حصاده ۗ  ولاتسرفوا ۗ  انه لا يحب المسرفين

"Dan Dia-lah yang menjadikan tanaman-tanaman yang merambat dan yang tidak merambat, pohon kurma, tanaman yang beraneka ragam rasanya, zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya) dan tidak serupa (rasanya). Makanlah buahnya apabila ia berbuah dan berikanlah haknya (zakatnya) pada waktu memetik hasilnya, tapi janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan." (QS. Al-An'am: 141)

Juga yang perlu di perhatikan bila harta yang wajib di zakati itu tercecer dalam bentuk uang, emas atau perak, serta laba perdagangan, maka seluruhnya di gabung dan bila setelah di hitung jumlah nominalnya telah malampaui batas minimal wajib zakat mal, maka di keluarkan zakatnya.

Juga zakat boleh di segerakan haulnya, jika ada sebab terpenuhinya wajib lainnya yakni nishab.

Siapa Yang Berhak Menerima Zakat ?


Secara umum zakat di berikan pada orang islam, mereka bukan sanak famili seperti orang tua ke atas, bukan pula anak ke bawah, istri, sedang suami boleh menerima zakat istri, sebagaimana hadits Zainab istri Abdullah bin Mas’ud yang bertanya pada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. [HR. Bukhari 1/619 no.1371]

Dan bukan kerabat Nabi/ahlul bait (bani Hasyim dan bani Abdul Muthalib). Juga hal ini di sebutkan dalam firman Allah Ta'ala di surah At-Taubah ayat 60 tentang delapan golongan penerima zakat.

انما اصدقت للفقراء وا لمسكين وا لعملين عليها وا لمولفة قلوبهم وفی الرقاب وا لغرمين وفي سبيل الله وا بن السبيل

"Sesungguhnya zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang miskin, amil zakat, yang dilunakkan hatinya (mualaf), untuk (memerdekakan) hamba sahaya, untuk (membebaskan) orang yang berutang, untuk jalan Allah, dan untuk orang yang sedang dalam perjalanan". (QS. At-Taubah: 60)

Harta Yang Wajib Dizakati


Harta yang wajib dizakati ada lima, di sebutkan dalam Matan Abi Syuja’:

تجب الزكاة في خمسة اشياء
وهي: المواشي، والاثمان، و الزروع، والثمار، و عروض التجارة

Di wajibkan zakat dalam lima hal, yaitu: "Hewan ternak, barang berharga, tanaman, buah-buahan, hasil perdagangan".

Zakat Mal


Yang kami maksud zakat mal adalah harta yang meliputi uang atau emas dan perak serta hasil perdagangan. Yakni ketika seseorang memiliki sejumlah harta yang telah terkumpul dua syarat baik haul dan nishabnya, dalam satu tahun yang setara ukuran (konversi) zakat emas atau perak.

Untuk ukuran emas adalah 85 gram, untuk perak adalah 595 gram.

Apakah harta yang kita miliki di konversikan pada emas atau perak, jumhur Ulama mengatakan bahwa zakat mal di konversikan pada emas karena kesetabilan harga. Namun Wallahu a’lam, kami (Abu Abd rahman) memandang untuk saat ini ketika hawa nafsu di turuti, seorang loba pada harta dan kekikiran di turuti, maka kita ambil konversi yang lebih kecil (perak). Dan harga emas dengan perak sangat jauh saat ini, untuk harga emas saat ini bila 85 gram sekitar -+35 juta rupiah, Untuk harga perak saat ini bila 595 gram sekitar -+3 juta rupiah (tergantung harga terbaru).

Jadi bila ada seorang memiliki sejumlah harta uang/harta penghasilan/laba atau emas dan perak setara di atas, maka wajib baginya zakat.

Bila seorang mengkonversikan dengan emas berarti setiap memiliki harta sekitar 35 juta atau sebagaimana kami sebut untuk mengambil konversi terkecil, yakni perak atau sekitar 3 juta, maka bila harta atau uang itu telah di milikinya selama satu tahun dan tidak berkurang, maka di keluarkan zakatnya 2,5%.

Juga, sebagaimana kami sebutkan di atas, bahwa “Emas di gabung dengan perak (uang) untuk menyempurnakan nishab dan nilai laba dagangan dapat di gabung dengan emas atau perak”. (Mudawanatu Kubra Malik 5/3. Lihat Az-Zakah fii Islam Syaikh Said Al-Qahthani)

Perhiasan Wanita


Berkata Syaikh Abdul Adzim badawi: “Zakat perhiasan adalah wajib (jika telah mencapai minimal batas ukuran) berdasarkan keumuman hadits, sedang barangsiapa mengeluarkan dari keumuman tersebut ia tidak memiliki hujjah yang kuat”. (Al-Wajiz kitab Zakah 427)

Di sebutkan dalam hadits Amr bin Syuaib dari ayah dari kakeknya tentang wanita yang memakai gelang, lalu Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

اتعطين زكاة هذا ؟

"Sudahkah engkau keluarkan zakatnya gelang ini ?". [HR. Abu Dawud, Nasai, Tirmidzy, Shahih Abu Dawud 1563]

Zakat Fithri


Al-Fithri (الفطر) dari perkataan Afthara – Yufthiru (أفطر – يفطر), yang artinya berbuka atau tidak lagi berpuasa. Istilah zakat fithri adalah zakat wajib dengan sebab seorang nantinya akan berbuka (berhari raya) dari puasa Ramadhan.

Menurut Ulama fiqih zakat fithri adalah sedekah tertentu dengan kadar tertentu, di bayar orang tertentu dengan syarat tertentu, di bagikan pada orang tertentu dengan sebab akan berbukanya seorang (berhari raya) dari puasa Ramadhan untuk mensucikan orang yang puasa dari hal yang sia-sia, perkataan kotor dan memberi makan orang miskin.

Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma berkata:

فرض رسول الله -صلی الله عليه وسلم- زكاة الفطر صاعا من تمر، او صاعا من شعير علی لعبد والحر، والدكر والانثی، وا لصغير والكبير من المسلمين وامر بها ان تودی قبل خروج الناس الی الصلاة

"Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mewajibkan zakat fithri dengan satu sha’ kurma atau satu sha’ gandum bagi setiap muslim yang merdeka maupun budak, laki-laki maupun perempuan, anak kecil maupun dewasa. Zakat tersebut diperintahkan dikeluarkan sebelum orang-orang keluar untuk melaksanakan shalat ‘ied". [Bukhari no.1503 dan Muslim no.984]

Waktu Mengeluarkan Zakat Fithri


Zakat fithri di keluarkan sebelum seorang shalat ied, waktu wajibnya adalah sebelum matahari tenggelam di hari terakhir bulan Ramadhan dan boleh di keluarkan sejak awal Ramadhan sampai di tegakkan shalat 'iedul fithri

Dari Ibnu ‘Abbas radhiallahu ‘anhuma berkata:

من اداها قبل الصلاة فهی زكاة مةبو لة ومن اداها بعد الصلاة فهی صدقة من الصدقات

“Barangsiapa yang menunaikan zakat fithri sebelum shalat maka zakatnya diterima dan barangsiapa yang menunaikannya setelah shalat maka itu hanya dianggap sebagai sedekah di antara berbagai sedekah". [HR. Abu Daud no.1609 dan Ibnu Majah no.1827]

Siapa Yang Wajib Mengeluarkan Zakat Fithri ?


1. Beragama Islam.
2. Mampu untuk menunaikannya.

Yakni setiap muslim yang merdeka dan orang yang menjadi tanggungannya yang memiliki makanan pokok untuk dirinya dan keluarganya untuk sehari semalam. (Al Wajiz kitab Zakah 449)

Ukuran Zakat Fithri


Yakni besaran kadar zakat fithri adalah 1 sha atau kurang lebih 3 kilogram.

Syaikh bin Baaz rahimahullah berkata: "Yang wajib adalah mengeluarkan zakat fithri sebanyak satu sha' berupa makanan pokok daerah tertentu, adapun takarannya dengan kilogram adalah sekitar 3 kg". (Majmu Al-Fatawa 14/203)

Kepada Siapa Zakat Fithri di Berikan ?


Zakat fithri di berikan kepada orang fakir miskin di daerah ia (orang yang berzakat) berdomisili

Makruh, di berikan pada orang miskin di daerah lain, bila ada orang miskin di daerah tersebut. Sebagaimana fatwa Syaikh Ibnu Baaz rahimahullah, dari hadits Muadz bin Jabal radhiallahu 'anhu: “Dari orang kaya mereka, untuk orang miskin mereka”.

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah dalam Zaadul Maad fi Hadyi Khairil Ibad berkata: "Merupakan petunjuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah mengkhususkan zakat fithri hanya untuk orang miskin saja. Beliau tidak pernah membagikannya kepada delapan golongan penerima zakat, beliau tidak pernah pula memerintahkannya. Demikian pula para Shahabat dan orang-orang setelah mereka tidak ada seorang pun yang melakukannya. Bahkan salah satu di antara dua pendapat kami mengatakan bahwa tidak boleh mengeluarkan zakat fithri kecuali hanya untuk orang miskin saja. Pendapat inilah yang lebih kuat daripada pendapat yang menyatakan wajibnya membagi zakat fithri kepada delapan golongan penerima zakat".

Hukum Zakat Fithri Dengan Uang


Syaikh Abdul Aziz bin baaz rahimahullah berkata: “Tidak boleh membayar zakat fithri dengan harganya menurut jumhur Ulama dan ini sesuai perilaku Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam”. (Majmu Fatawa Ibnu Baaz 14/202)

Jenis Yang di Gunakan Untuk Zakat Fithri


1. Makanan pokok.

Setiap yang menjadi makanan pokok bisa digunakan untuk zakat fithri, seperti di negeri kita dengan beras.

Syaikh bin Baaz rahimahullah pernah di tanya: "Zakat fithri dikeluarkan dalam bentuk apa ?"

Beliau menjawab: "Satu sha’ makanan, satu sha’ kurma, satu sha’ gandum, satu sha’ kismis, atau satu sha’ keju. Masuk dalam jenis-jenis tersebut, menurut pendapat Ulama yang paling benar adalah makanan manusia di negerinya, seperti beras, jagung, biji gandum, dan yang semisalnya". (Majmu' Al-Fatawa 14/32-33)

Maka telah berdusta orang yang menyatakan bahwa membayar zakat dengan beras adalah bid’ah dan menyamakan bid'ah maulid Nabi dengan zakat menggunakan beras karena beras termasuk makanan pokok.

2. Kurma, syair (gandum), keju, kismis (anggur kering).

Dari Abu Said Al-Khudri radhiallahu 'anhu berkata:

كنا نخرج زكاة الفطر صاعا طعام ، او صاعا من شعير ، او صاعا من تمر ٬ او صاعا من اقط ، او صاعا من زبيب

"Kami biasa mengeluarkan zakat fithri (di zaman Nabi) dengan satu sha makanan atau satu sha gandum, satu sha kurma, satu sha keju, satu sha kismis." [HR. Mutafaq alaihi, Tirmidzy, Nasai, Ibnu Majah no. 1829]

Alhamdulillah, kami dapat menyelesaikan tulisan ini, sebagai nasihat bagi kami yang menulis dan yang membaca.

Bila para pembaca menemukan salah tulis atau salah tulisan, mohon memberi koreksi dan kesempurnaan hanya milik Allah Ta'ala.

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

_________
Di tulis awal hari Rabu dan di selesaikan hari Jumat bada waktu Dzuhur.

🔰 Manhaj_salaf1

•┈┈•••○○❁🌻💠🌻❁○○•••┈┈•

Mau dapat Ilmu ?
Mari bergabung bersama GROUP MANHAJ SALAF

📮 Telegram: http://t.me/Manhaj_salaf1
🎥 Youtube: http://youtube.com/ittibarasul1
📱 Group WhatsApp: wa.me/62895383230460
📧 Twitter: http://twitter.com/ittibarasul1
🌐 Web: dakwahmanhajsalaf.com
📷 Instagram: http://Instagram.com/ittibarasul1
🇫 Facebook: http://fb.me/ittibarasul1

Share, yuk! Semoga saudara² kita mendapatkan faidah ilmu dari yang anda bagikan dan menjadi pembuka amal² kebaikan bagi anda yang telah menunjukkan kebaikan. آمِينَ.

Belum ada Komentar untuk "Seputar Hukum Zakat Mal Dan Fithri"

Posting Komentar

Berkomentarlah dengan bijak

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel