Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kisah Seorang Anak Yang Tetap Kokoh Dengan Tauhid

 




Oleh Ustadz Berik Said hafidzhahullah

Ada seorang anak yang bertahan untuk kokoh dalam tauhidnya, sekalipun taruhannya adalah ibunya mengancam untuk bunuh diri.

Allah Ta’ala berfirman:

وَاِ نْ جَاهَدٰكَ عَلٰۤى اَنْ تُشْرِكَ بِيْ مَا لَيْسَ لَكَ بِهٖ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا وَصَا حِبْهُمَا فِى الدُّنْيَا مَعْرُوْفًا ۖ وَّا تَّبِعْ سَبِيْلَ مَنْ اَنَا بَ اِلَيَّ ۚ ثُمَّ اِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَاُ نَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ

"Dan jika keduanya memaksamu untuk menyekutukan Aku dengan sesuatu yang engkau tidak mempunyai ilmu tentang itu, maka janganlah engkau menaati keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku. Kemudian hanya kepada-Ku tempat kembalimu, maka akan Aku beri tahukan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan". (QS. Luqman: 15)

Terkait ayat di atas, ada kisah yang menarik, Sa'ad bin Abi Waqqash radhiallahu ‘anhu memiliki seorang ibu yang amat beliau cintai dan ibunya pun sangat meyayanginya. Namun sayangnya, ibunya adalah wanita yang keras berpijak pada kesyirikan. Saat ibunya mendengar sang anak -yakni Sa'ad radhiallahu 'anhu-  masuk Islam, maka sang ibu berkata kepada anaknya tersebut:

لتَدَعَنَّ دِينَك هذا أو لا آكُلُ ولا أشرَبُ حتى أموتَ

"Tinggalkan agamamu (Islam) ini, atau kalau kau tidak mau meninggalkan agama Islam, maka aku tidak akan mau lagi makan dan minum sampai kematian datang menjemputku".

Namun, Sa’ad radhiallahu ‘anhu tetap kokoh pada pilihannya yakni berpegang pada agama tauhid, agama Islam !

Ibunyapun rupanya tidak main-main melakukan ancaman mogok makannya. Maka, mulailah sang ibu melakukakan mogok makan berhari-hari. Sa’ad radhiallahu ‘anhu benar-benar terpukul melihat ibunya ternyata benar-benar melakukan ancaman mogok makannya tersebut. Ia menangis dan meminta ibunya menghentikan melakukan mogok makannya itu.

Tapi ibunya terus keras dengan sikapnya.
Ia hanya mau berhenti mogok makan jika Sa’d radhiallahu ‘anhu meninggalkan agama tauhid dan kembali mengikuti ajaran nenek moyang, yakni agama syirik. Lantas, apa sikap akhir yang diambil Sa’d radhiallahu atas ini semua ?

Masya Allah, pada akhirnya, walau dengan berlinang air mata dan hancur perasaannya melihat ibunya yang sudah tampak sangat kelelahan dengan aksi mogok makannya tersebut, tetapi saat itu semua harus ditukar dengan kembali pada ajaran syirik, maka Sa’d radhiallahu ‘anhu tidak mau. Baginya ketaatan kepada Allah di atas segalanya. Maka, beliaupun berkata kepada ibunya:

يا أُمَّهْ، تَعلمينَ واللهِ لو كانت لك مِئَةُ نفْسٍ، فخَرَجَتْ نفْسًا نفْسًا، ما تَرَكْتُ دِيني هذا لشَيءٍ، فإنْ شِئتِ كُلي، وإنْ شِئتِ لا تأكُلي، فأَكَلَتْ

"Wahai ibunda, ketahuilah olehmu, Demi Allah sekiranya engkau memiliki seratus nyawa dan nyawamu keluar satu persatu dengan cara tragis seperti ini, maka aku tidak akan pernah meninggalkan agama ini sedikitpun, maka silahkan jika engkau mau makan makanlah dan jika engkau tidak makan, mka tidak usah makan".

Maka, sang ibu tersebut menyerah dan mulailah ia makan dan minum, sementara Sa'ad radhiallahu ‘anhu tetap berpegang teguh pada agama tauhid agama Islam sampai wafatnya. Rahmat Allah atasmu wahai Sa’d radhiallahu ‘anhu. Sungguh Surga tertinggi amat layak bagimu.

Kisah di atas terdapat di banyak kitab tafsir saat menjelaskan tafsir Surah Luqman ayat
 15. Diantaranya disebutkan dalam Tafsir At-Thabari XX:138 dengan ringkas. Kata Syu’aib Al-Arna’uth rahimahullah dalam Takhrij Al-Awaashim minal Qawashim saat menilai sanad kisah tersebut II:228, diterima untuk dihasankan.

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

_____
Mau dapat Ilmu ?
Mari bergabung bersama GROUP MANHAJ SALAF

Group WhatsApp: 0895383230460

Share, yuk! Semoga saudara² kita mendapatkan faidah ilmu dari yang anda bagikan dan menjadi pembuka amal² kebaikan bagi anda yang telah menunjukkan kebaikan. آمِينَ.

Posting Komentar untuk "Kisah Seorang Anak Yang Tetap Kokoh Dengan Tauhid"