Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Menerobos Lampu Merah Itu Dosa

 



Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah berkata:

ثم إنه بهذه المناسبة أود أن أنصح إخواننا السائقين وغيرهم عن قطع إشارة المرور؛ لأنها معصية، فإن هذه الإشارات إنما نصبت بأمر من ولي الأمر، والعلامة الحمراء يعني قف، فإذا أمرك ولي الأمر أن تقف وجب عليك أن تقف، فإذا خالفت فأنت عاص، حتى لو فرضنا أن الخط ما فيه أحد، فإنه لا يحل لك، بل تبقى حتى تعطيك الإشارة اللون المبيح للتجاوز

"Kemudian, pada kesempatan ini, saya ingin menasehati saudara kita para sopir dan selainnya, hendaknya mereka tidak melanggar lampu merah. Karena itu termasuk maksiat. Karena rambu-rambu ini dibuat atas perintah dari penguasa kita. Tanda lampu merah artinya berhentilah engkau!

Maka jika penguasa menyuruhmu berhenti, engkau wajib berhenti. Maka jika engkau menyelisihinya maka engkau telah berbuat maksiat sekalipun dari arah lain tidak ada seorangpun (yang melintas). Maka tetap engkau tidak halal melanggar, bahkan engkau mesti tetap diam sampai tanda lampu hijau, yang membolehkan engkau lewat".(Silsilah Liqaa'aat Al-Bab Al-Maftuh 170)

_______
Mau dapat Ilmu ?
Mari bergabung bersama GROUP MANHAJ SALAF

Group WhatsApp: wa.me/6289665842579

Share, yuk! Semoga saudara² kita mendapatkan faidah ilmu dari yang anda bagikan dan menjadi pembuka amal² kebaikan bagi anda yang telah menunjukkan kebaikan. آمِينَ.

Posting Komentar untuk "Menerobos Lampu Merah Itu Dosa"