Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Hukum Mengucapkan Jumat Mubarak





Oleh Ustadz Berik Said hafidzhahullah

Apakah kamu setiap jumat terbiasa mengucapkan jumat mubarak atau semisalnya baik lewat sms, facebook, atau media sosial lainnya, atau diucapkan langsung saat kamu bertemu teman-temanmu ?

Jika ya, maka perhatikan penjelasan berikut:

Jelas hari jumat adalah hari istimewa bagi umat Islam teristimewa dengan shalat jumatnya. Bahkan hari jumat disebut oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai salah satu dari Ied (hari rayanya) umat Islam, selain Idul Fitri dan Idul Adha.

Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda tentang hari jum’at:

إِنَّ هَذَا يَوْمُ عِيدٍ جَعَلَهُ اللَّهُ لِلْمُسْلِمِينَ ، فَمَنْ جَاءَ إِلَى الْجُمُعَةِ فَلْيَغْتَسِلْ ، وَإِنْ كَانَ طِيبٌ فَلْيَمَسَّ مِنْهُ ، وَعَلَيْكُمْ بِالسِّوَاكِ

“Sesungguhnya hari ini (jumat) adalah Ied (hari raya) yang Allah jadikan untuk umat Islam. Barangsiapa yang hendak mendatangi (shalat) jumat, hendaklah mandi (besar), dan sekiranya ia mempunyai wewangian hendaknya dia pakai, dan hendaklah pergunakan siwak kalian (juga).” [HR. Ibnu Majah no.1098. Kata Al Albani rahimahullah dalam Shahih at Targhib 707, hasan karena adanya jalur pendukungnya]

Namun persoalan mengucapkan selamat jumatan dengan redaksi jumat mubarak (jumat yang penuh keberkahan) atau kalimat yang semakna dengannya ternyata tidak didapatkan adanya keterangan para Salaf yang melakukannya.

Ini berbeda dengan saat Idul Fitri dan Idul Adha, dimana para Salaf biasa saling mengucapkan kalimat tahnia’ah taqabbalallahu minna wa minkum.

Andaikata saling mengucapkan selamat saat hari jumat ini juga merupakan sebuah sunnah, sudah pasti para Salaf akan mencontohkannya kepada kita sebagaimana mereka mengucapkan selamat saat Idul Fitri dan Idul Adha, karena merekalah yang paling bersemangat menjalankan dan menghidupkan sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Maka saat tidak ada penukilan seorang dari mereka yang melakukannya dalam hal ibadah semacam ini, maka dapat dipastikan ini bukan sunnah, bahkan termasuk bagian bid’ah.

Karena itu Syaikh Al-Fauzan hafizhahullah saat ditanya:

ما حكم إرسال رسائل الجوال كل يوم جمعة ، وتختم بكلمة جمعة مباركة 

"Apa hukum mengirimkan sms setiap hari jumat, seraya diakhiri dengan kata jumat mubarak?"

Syaikh Al-Fauzan hafizhahullah menjawab:

ما كان السلف يهنئ بعضهم بعضاً يوم الجمعة ، فلا نحدث شيئاً لم يفعلوه

“Para Ulama Salaf tidak pernah saling memberikan ucapan selamat pada hari jumat. Maka kita tidak perlu melakukan perkara baru apa yang tidak mereka lakukan“. https//forums.way2allah.com/forum/212362
 
Syaikh Muhammad Al-Uwaid hafizhahullah saat ditanya tentang persoalan ini maka beliau menjawab:

قول جمعة مباركة لم يرد فيه نص شرعي يدل على مشروعيته ، والالتزام بها لاشك أنه بدعة لأن الجمعة لا يتعلق بها تهنئة ، وقد قال النبي صلى الله عليه وسلم: من عمل عملا ليس عليه أمرنا فهو رد . رواه مسلم في صحيحه. والله تعالى أعلم

"Ucapan jumah mubarakah tidak pernah diriwayatkan padanya dari dalil-dalil syar’i yang menunjukkan atas disyariatkannya hal itu. Karenanya membiasakan melakukan hal itu tidak diragukan termasuk bid'ah karena (sunnahnya) jumat tidak sedikitpun terkait dengan ucapan tahni’ah (selamat) tersebut. Sementara Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa mengamalkan sesuatu amal (ibadah) yang bukan berasal dariku, maka amalanya tertolak”. [HSR. Muslim dalam shahihnya). Wallahu alam." (idem)

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

_____
Mau dapat Ilmu ?
Mari bergabung bersama GROUP MANHAJ SALAF

Group WhatsApp: wa.me/62895383230460

Share, yuk! Semoga saudara² kita mendapatkan faidah ilmu dari yang anda bagikan dan menjadi pembuka amal² kebaikan bagi anda yang telah menunjukkan kebaikan. آمِينَ.

Donasi Dakwah Manhaj Salaf
Nomor Rekening BANK BRI 6060 01 022137538 (Kode Bank 002)
Konfirmasi WA 089665842579

Posting Komentar untuk "Hukum Mengucapkan Jumat Mubarak "