Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Aqidah & Manhaj -Kaidah Yang Ke 11-






Bahwa Ahlus Su’nnah wal Jama’ah mempunyai keyakinan, sebab yang paling besar terjadinya perpecahan itu fanatiknya sebagian kaum muslimin kepada kelompok atau jama’ah tertentu atau individu tertentu selain Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan para Shahabatnya, ini adalah merupakan sebab terbesar terjadinya perpecahan.

Seseorang fanatik kepada kelompoknya atau Ustadznya atau organisasainya dan yang lainnya, bukan kepada kebenaran.

Allah Ta’ala berfirman:

‎إِنَّ الَّذِينَ فَرَّقُوا دِينَهُمْ وَكَانُوا شِيَعًا لَسْتَ مِنْهُمْ فِي شَيْءٍ ۚ

“Sesungguhnya orang-orang yang memecah-belah agamanya dan mereka menjadi (terpecah) dalam golongan-golongan, sedikit pun bukan tanggung jawabmu (Muhammad) atas mereka.“ (QS Al-An’am: 159)

Berkata Ibnu Katsir rahimahullah: “Ayat ini umum, buat orang yang memecah belah agama Allah Subhanahu wa Ta’ala dan menyelisihi-Nya.”

Allah juga berfirman:

‎وَلَا تَكُونُوا مِنَ الْمُشْرِكِينَ
‎مِنَ الَّذِينَ فَرَّقُوا دِينَهُمْ وَكَانُوا شِيَعًا ۖ

“Janganlah kalian seperti orang-orang musyrikin. Yaitu orang-orang yang memecah belah agama mereka, dan mereka berkelompok-kelompok. Setiap kelompok merasa gembira, berbangga dengan apa yang ada pada mereka.” (QS Ar-Rum: 31-32)

Kata Ibnu Katsir rahimahullah: “Umat Islam berpecah belah sesama mereka, menjadi berkelompok-kelompok. Semuanya sesat kecuali satu, yaitu Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Yang berpegang kepada Kitabullah dan Sunnah Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam. Dan juga berpegang kepada apa yang di pegang oleh generasi pertama dari kalangan Shahabat dan tabi’in dan para Ulama kaum Muslimin.”

Maka di sini Allah juga menyebutkan tentang sebab perpecahan itu.

Allah Ta'ala berfirman:

‎ۖ كُلُّ حِزْبٍ بِمَا لَدَيْهِمْ فَرِحُونَ

“Setiap kelompok bergembira atau berbangga dengan apa yang ada pada mereka.” (QS Ar-Rum: 32)

Ketika setiap orang itu lebih membanggakan kelompoknya atau yayasannya atau organisasinya atau ustadznya, pasti pecah. Seperti yang kita lihat di zaman sekarang, ketika seseorang sedang ngefans kepada seorang ustadz, maka membabi buta dia mengikuti ustadz tersebut. Ketika ada ustadz lain yang mengkritik, bisa jadi yang mengkritiknya itu benar, maka di sikapi dengan sinis, seakan-akan ustadznya itu tidak boleh salah. Seakan-akan orang yang mengkritiknya itu sesat ataupun yang lainnya.

Kalau mengkritiknya itu tanpa bukti, tanpa hujjah atau sebatas tuduhan, kita wajib membela ustadz kita. Tapi kalau ternyata kritikannya di atas kebenaran, maka kata Syaikhul Islam: “Siapa yang membela ustadznya padahal dia dalam keadaan diatas kesalahan dan di atas kebathilan yang jelas, maka dia telah berhukum dengan hukum jahiliyah.”

Maka dari itu ya akhwat islam, saudaraku, kita mengikuti kajian sunnah itu bukan untuk berfanatik kepada ustadz-ustadz tertentu atau kelompok tertentu atau kepada yayasan tertentu. Tidak.

Fanatik kita hanya kepada Allah dan Rasul-Nya.

Pernah dikatakan kepada Ibnu Abbas radhiallahu 'anhu: “Kamu ikut Ali -radhiallahu 'anhu- atau ikut Utsman -radhiallahu 'anhu- ?” Kata Ibnu Abbas radhiallahu 'anhu: “Aku mengikuti Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam.“

Itulah ya akhwat Islam, fanatik kita hanya kepada Allah dan Rasul-Nya. Wallahu a’lam

Ditulis Oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

🔰 @Manhaj_salaf1

•┈┈•••○○❁🌻💠🌻❁○○•••┈┈•

Mau dapat Ilmu ?
Mari bergabung bersama GROUP MANHAJ SALAF

📮 Telegram     : http://t.me/Manhaj_salaf1
📱 Whatshapp  : 089665842579
🌐 Web              : dakwahmanhajsalaf.com
📷 Instagram    : bit.ly/ittibarasul1
🇫 Fanspage     : fb.me/ittibrasul1

Share, yuk! Semoga saudara² kita mendapatkan faidah ilmu dari yang anda bagikan dan menjadi pembuka amal² kebaikan bagi anda yang telah menunjukkan kebaikan. آمِينَ.

Posting Komentar untuk "Aqidah & Manhaj -Kaidah Yang Ke 11-"