Hukum Menganggap Adanya Kesialan Terhadap Sesuatu




Oleh Ustadz Berik Said hafidzhahullah

Benarkah ada rumah, kendaraan dan bahkan istri yang bisa mendatangkan kesialan ? Jika benar ada, bolehkah kita menjual rumah atau kendaraan tersebut atau pindah rumah karena kita menggap semua itu pembawa kesialan ?

Bahkan bolehkan misal menceraikan istri dikarenakan sang istri selalu mendatangkan kesulitan rumah tangga dan menganggap sebagai pembawa kesialan ? Apakah ini semua khurafat atau benar ?

Rincian pembahasan ini sebenarnya akan sangat panjang dikarena pembahasan Ulama dalam persoalan ini juga panjang, tapi dalam kesempatan ini ana akan meringkasnya menjadi dua kesimpulan terpenting saja.

Pertama, menganggap adanya kesialan pada sesuatu pada hukum asalnya adalah syirik.

Pada asalnya penganggapan sial dalam bahasa syari’at disebut thiyarah atau as syu-uum. Awalnya makna thiyarah lebih ditujukan dengan penganggapan sial karena melihat pertanda pada burung. Namun kemudian maknanya diperluas pada penganggapan sial atas apapun.

Nah dalam masalah penganggapan sial pada apapun, maka Allah Ta’ala berfirman:

Allah Ta'ala berfirman:

اَ لَاۤ اِنَّمَا طٰٓئِرُهُمْ عِنْدَ اللّٰهِ وَلٰـكِنَّ اَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُوْنَ

"Ketahuilah, sesungguhnya kesialan mereka itu adalah ketetapan dari Allah. Akan tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.” (QS. Al A’raf: 131)

Ayat di atas tegas menunjukkan bahwa tidak ada kesialan dari apapun dan siapapun, kecuali semata-mata ketetapan itu datang dari Allah. Karena itulah penganggapan sial atas sesuatu selain datang dari Allah termasuk perkara keyakinan jahiliyah yang dihapus oleh Islam.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لاَ عَدْوَى ، وَلاَ طِيَرَةَ ، وَلاَ هَامَةَ ، وَلاَ صَفَرَ

“Tidak dibenarkan menganggap penyakit menular dengan sendirinya (tanpa ketentuan Allah), tidak dibenarkan (pula) beranggapan sial, tidak dibenarkan pula beranggapan nasib malang karena tempat, juga tidak dibenarkan beranggapan sial di bulan Shafar”. [HR. Bukhari no.5757 dan Muslim no.2220]

Hadits di atas juga prinsipnya meniadakan keyakinan menganggap sial pada apapun. Bahkan secara tegas Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menganggap penganggapan sial sesuatu di luar kehendak Allah adalah syirik.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

اَلطِّيَرَةُ شِرْكٌ، اَلطِّيَرَةُ شِرْكٌ، اَلطِّيَرَةُ شِرْكٌ، وَمَا مِنَّا إِلاَّ، وَلَكِنَّ اللهَ يُذْهِبُهُ بِالتَّوَكُّلِ.

“Thiyarah itu syirik, thiyarah itu syirik, thiyarah itu syirik dan setiap orang pasti (pernah terlintas dalam hatinya sesuatu dari hal ini). Hanya saja Allah menghilangkannya dengan tawakkal kepada-Nya”. [HR. Abu Dawud no.3910, Turmudzi no.1614 dan lain-lain. Kata Al Albani rahimahullah dalam shahih at Targhib [3098]: “Shahih“. Kata al Arna’uth rahimahullah dalam Takhrij Sunan Abi Dawud [3910]: “Shahih“]

Kedua, kemudian datang ketetapan nash yang menunjukkan bahwa Allah menakdirkan ada tiga perkara yang atas takdir-Nya sering kali tiga perkara tersebut menjadi perantara kesialan, namun tetap dengan ketetapan dari Allah.

Perhatikan hadits berikut:

اَلشُّؤْمُ فِي ثَلاَثٍ: اَلدَّارِ، وَ الْمَرْأَةِ، وَ الْفَرَسِ

“Kesialan itu berada dalam tiga hal, rumah, wanita (istri) dan kuda (kendaraan)“. [HSR. Bukhari no.2858 dan Muslim no.2225]

Apa Maksud Tiga Perkara Di Atas Bisa Mendatangkan Kesialan ?

Ada banyak pendapat Ulama dalam masalah ini, tetapi yang paling mendekati kebenaran maksudnya adalah jika kita mendapati semisal kendaraan yang kita kendarai sering dan berulang kali membuat ulah, seperti sering mogok, rusak dan sebagainya atau rumah yang kita huni tidak memberikan kenyamanan, seperti tetangga jelek akhlak, suasana rumah dirasa membuat gerah, kacau, nyaris tiap hari dan sebagainya, maka ada kemungkinan memang itu sesuatu yang membawa kesialan buat kita dengan takdir dan ketetapan Allah. (Lihat rincian penjelasan Ulama atas hadits ini salah satunya dalam Kitab Ta’wil Mukhtalifil Hadits [hlm. 99] karya Ibnu Qutaibah rahimahullah).

Jika kondisi demikian maka bolehkah kita menjual rumah atau kendaraan kita dengan adanya dugaan kuat kita bahwa hal itu membawa kesialan bagi kita dengan tak lepas dari takdir Allah tentunya ? Atau kita sengaja pindah rumah karena asumsi tersebut ?

Jawabannya lihat Fatwa Syaikh Al-Utsaimin rahimahullah berikut:

ﺭﺑﻤﺎ ﻳﻜﻮﻥ ﺑﻌﺾ ﺍﻟﻤﻨﺎﺯﻝ ﺍﻭ ﺑﻌﺾ ﺍﻟﻤﺮﻛﻮﺑﺎﺕ ﺍﻭ ﺑﻌﺾ ﺍﻟﺰﻭﺟﺎﺕ ﻣﺸﺌﻮﻣﺎ ﻳﺠﻌﻞ ﺍﻟﻠﻪ ﺑﺤﻜﻤﺘﻪ ﻣﻊ ﻣﺼﺎﺣﺒﺘﻪ ﺍﻣﺎ ﺿﺮﺭﺍ ﺍﻭ ﻓﻮﺍﺕ ﻣﻨﻔﻌﺔ ﺍﻭ ﻧﺤﻮ ﺫﻟﻚ , ﻭﻋﻠﻰ ﻫﺬﺍ ﻓﻼ ﺑﺄﺱ ﺑﺒﻴﻊ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﺒﻴﺖ ﻭﺍﻻ ﻧﺘﻘﺎﻝ ﺍﻟﻰ ﺑﻴﺖ ﻏﻴﺮﻩ ﻭﻟﻌﻞ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻥ ﻳﺠﻌﻞ ﺍﻟﺨﻴﺮ ﻓﻴﻤﺎ ﻳﻨﺘﻘﻞ ﺍﻟﻴﻪ

"Terkadang sebagian rumah, kendaraan atau sebagian istri, ketika (seseorang) bersama dengannya dapat menjadi penyebab kesialan yang Allah ciptakan dengan hikmah-Nya, baik berupa marabahaya, luputnya manfaat atau semisalnya. Jika keadaanya memang demikian, tidak mengapa ia menjual rumah tersebut dan pindah ke rumah yang lainnya. Mudah-mudahan Allah menjadikan kebaikan di tempat kepindahannya tersebut.

ﻭﻗﺪ ﻭﺭﺩ ﻋﻦ ﺍﻟﻨﺒﻰ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺍﻧﻪ ﻗﺎﻝ: ”ﺍﻟﺸﺆﻡ ﻓﻰ ثلاث: ﺍﻟﺪﺍﺭ ﻭﺍﻟﻤﺮﺃﺓ ﻭﺍﻟﻔﺮﺱ”.

Telah diriwayatkan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Kesialan itu berada dalam tiga hal rumah, wanita (istri), dan kuda (kendaraan).”

ﻓﺒﻌﺾ ﺍﻟﻤﺮﻛﻮﺑﺎﺕ ﻳﻜﻮﻥ ﻓﻴﻬﺎ ﺷﺆﻡ, ﻭﺑﻌﺾ ﺍﻟﺰﻭﺟﺎﺕ ﻳﻜﻮﻥ ﻓﻴﻬﻦ ﺷﺆﻡ, ﻭﺑﻌﺾ ﺍﻟﺒﻴﻮﺕ ﻳﻜﻮﻥ ﻓﻴﻬﺎ ﺷﺆﻡ ﻓﺎﺫﺍ ﺭﺁﻯ ﺍﻻﻧﺴﺎﻥ ﺫﻟﻚ ﻓﻠﻴﻌﻠﻢ ﺍﻧﻪ ﺑﺘﻘﺪﻳﺮ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﺰ ﻭﺟﻞ ﻭﺍﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﺳﺒﺤﺎﻧﻪ ﻭﺗﻌﺎﻟﻰ ﺑﺤﻜﻤﺘﻪ ﻗﺪﺭ ﺫﻟﻚ ﻟﻴﻨﺘﻘﻞ ﺍﻻﻧﺴﺎﻥ ﺍﻟﻰ ﻣﺤﻞ ﺁﺧﺮ. ﻭﺍﻟﻠﻪ ﺃﻋﻠﻢ.

Jadi, pada sebagian kendaraan itu sangat dimungkinkan terdapat kesialan, dan sebagian istri bisa saja terdapat kesialan, demikian pula sebagian rumah bisa saja terdapat kesialan. Dengan demikian apabila seseorang melihat kesialan itu, hendaknya ia mengetahui bahwa semua itu sudah ditakdirkan oleh Allah Ta'ala. Dan bahwasanya Allah Ta’ala telah menakdirkan hal itu dengan hikmah-Nya, supaya orang itu pindah ke tempat lain. Wallahu A'lam". (Ats Tsamin min Fatawa Asy Syaikh Ibnu ‘Utsaimin I:70-71)

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

•┈┈•••○○❁🌻💠🌻❁○○•••┈┈•

Mau dapat Ilmu ?
Mari bergabung bersama GROUP MANHAJ SALAF

📮 Telegram: http://t.me/Manhaj_salaf1
🎥 Youtube: http://youtube.com/ittibarasul1
📱 Group WhatsApp: wa.me/62895383230460
📧 Twitter: http://twitter.com/ittibarasul1
🌐 Web: dakwahmanhajsalaf.com
📷 Instagram: http://Instagram.com/ittibarasul1
🇫 Facebook: http://fb.me/ittibarasul1

Share, yuk! Semoga saudara² kita mendapatkan faidah ilmu dari yang anda bagikan dan menjadi pembuka amal² kebaikan bagi anda yang telah menunjukkan kebaikan. آمِينَ.

💰 Donasi Dakwah Manhaj Salaf
🏧 Nomor Rekening BANK BRI 6060 01 022137538 (Kode Bank 002)
📱 Konfirmasi WA 089665842579

Belum ada Komentar untuk "Hukum Menganggap Adanya Kesialan Terhadap Sesuatu"

Posting Komentar

Berkomentarlah dengan bijak

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel