Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Hukum Nyanyian Dan Tarian Shufi





Oleh Ustadz Berik Said hafidzhahullah

Fatwa Ulama Dari Kalangan Empat Imam Madzhab Terkait Nyanyian Dan Tarian Shufi


1) Madzhab Hanafi.

Ahmad bin Muhammad Ath Thahawi Al Hanafi rahimahullah berkata:

وأما الرقص والتصفيق والصريخ وضرب الأوتار والصنج والبوق الذي يفعله بعض من يدعي التصوف فإنه حرام بالإجماع؛ لأنها زيُّ الكفار

“Adapun tarian, tepuk tangan, teriakan, petikan senar, pukulan simbal/perkusi, serta tiupan terompet yang dilakukan sebagian orang Shufi, maka haram hukumnya berdasarkan Ijma' kerena itu adalah model khas kebiasaan orang kafir". (Hasyiyah Ath Thahawi Alal Maraqi II:311)

2) Madzhab Maliki.

Abu Bakr Ath Thurthusi Al Maliki rahimahullah berkata:

يرحمك الله - مذهب الصوفية بطالة وجهالة وضلالة، وما الإسلام إلا كتاب الله وسنة رسول، وأما الرقص والتواجد فأول من أحدثه أصحاب السامري، لما اتخذ لهم عجلا جسدا له خوار قاموا يرقصون حواليه ويتواجدون؛ فهو دين الكفار وعباد العجل

“Semoga rahmat Allah dianugerahkan Allah kepadamu, Madzhab Shufiyyah hanyalah kebathilan, kebodohan serta kesesatan. Dan Islam itu tidak lain hanyalah Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam. Adapun tarian dan sikap berkasih-kasihan, maka yang pertama kali mengadakannya adalah rekan-rekan Samiri. Saat Samiri sukses membuat patung anak sapi yang bisa bersuara, maka mereka berdiri seraya menari-nari di sekitarnya sambil berkasih-kasihan. Itu adalah perbuatan agama orang kafir dan para penyembah anak sapi". (Tafsir Al Qurthubi XI:238)

3) Madzhab Syafi'i.

Imam Syafi’i rahimahullah mengatakan:

تَرَكْتُ بِالْعِرَاقِ شَيْئًا يُسَمُّونَهُ التَّغْبِيرَ، وَضَعَتْهُ الزَّنَادِقَةُ يَشْغِلُونَ بِهِ عَنِ الْقُرْآنِ

“Aku meninggalkan sesuatu di Irak yang mereka namakan dengan At Taghbir yang telah dibuat oleh kaum Zindiq, mereka telah memalingkan manusia dari Al-Qur'an". (Diriwayatkan oleh Al Khallal dalam Al Amru bil Ma’ruf wan Nahyu ‘anil Munkar hal. 99)

At Taghbir adalah sejenis syair berisi anjuran untuk zuhud di dunia yang dinyanyikan dengan keadaan sebagian hadirin memukul-mukul kayu pada bantal, kulit atau sebagainya sesuai dengan irama lagunya yang biasa diperbuat oleh kalangan Shufi.

Sementara itu Imam Jalaluddin As Suyuthi As Syafi’i rahimahullah, saat menyikapi fenomena sekelompok orang yang biasa bernyanyi dalam masjid dan diiringi alat musik seperti rebana dan sebagainya, maka beliau mengatakan:

فمن فعل ذلك في المسجد، فهو مبتدع، ضال، مستحق للطرد والضرب

"Maka, barangsiapa yang melakukan hal tersebut di dalam masjid, maka dia adalah Mubtadi (pelaku bid'ah), sesat, pantas untuk diusir dan bahkan (boleh) dipukul".

4) Madzhab Hanbali.

Ibnul Jauzi Al Hanbali rahimahullah telah meriwayatkan dari Al Hasyimi perkataan Imam Ahmad rahimahullah:

 التغيير بدعة

"At Taghbir itu adalah bid'ah". (Talbiisul Iblis I:203)

Terakhir ana kutipkan perkataan Imam Ibnu Shalah As Syafi'i rahimahullah terhadap adanya orang yang membolehkan bernyanyi-nyanyi sambil diiringi permainan musik yang biasa dilakukan kalangan Shufi dan bahkan menganggap ini bagian dari peribadatan, dimana beliau memfatwakan tentang keadaan mereka:

هم أفسد فرق الضَّلَالَة وَمن أجمع الحمقى لأنواع الْجَهَالَة والحماقة هم الرافضون شرائع الْأَنْبِيَاء القادحون فِي الْعلم وَالْعُلَمَاء

"Mereka merupakan firqah paling sesat dan paling jelek, serta pemilik kebodohan terbodoh. Dan mereka adalah orang-orang yang menolak untuk mengikuti jalan para Nabi, serta suka mencela ilmu dan Ulama". (Fatawa Ibnu Shalah II:499)

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

_____
Mau dapat Ilmu ?
Mari bergabung bersama GROUP MANHAJ SALAF

Group WhatsApp: wa.me/62895383230460

Share, yuk! Semoga saudara² kita mendapatkan faidah ilmu dari yang anda bagikan dan menjadi pembuka amal² kebaikan bagi anda yang telah menunjukkan kebaikan. آمِينَ.

Posting Komentar untuk "Hukum Nyanyian Dan Tarian Shufi"