Hukum Nadzar Maksiat




Oleh Ustadz Berik Said hafidzhahullah

Jika kamu bernadzar, namun belakangan kamu tahu nadzar itu adalah nadzar maksiat atau bertentangan dengan syari'at, apa yang harus kamu lakukan ?

Seperti nadzar akan mabuk jika lulus sekolah, atau nadzar berbuat suatu perbuatan yang kemudian diketahui apa yang ia nadzarkan itu ternyata bid’ah apalagi syirik. Nadzar seperti ini haram dijalankan, dan sebagai gantinya kamu terkena kafarah sumpah yang penjelasannya di bawah ini.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

النَّذْرُ نذرانِ فما كان للهِ فكفَّارتُهُ الوفاءُ وما كان للشيطانِ فلا وفاءَ فيهِ وعليهِ كفارةُ يمينٍ

“Nadzar itu ada dua macam. Jika nadzarnya adalah nadzar taat, maka wajib ditunaikan. Jika nadzarnya adalah nadzar maksiat -karena syaithan-, maka tidak boleh ditunaikan dan sebagai gantinya adalah menunaikan kafarah sumpah”. [HR. Ibnu Jarud dalam Al Muntaqa 935. Kata Al Albani dalam Shahihul Jami 1982: "Shahih"]

Adapun kafarah sumpah itu telah disebutkan dalam QS. Al Maidah: 89, yang kesimpulannya, pilih salah satu dari tiga kafarah ini yang manapun kamu anggap paling mudah kamu lakukan:

1) Memberi makan kepada sepuluh orang miskin, atau
2) Memberi pakaian kepada sepuluh orang miskin, atau
3) Memerdekakan satu orang budak.

Namun jika tiga opsi kafarah di atas tak ada satupun yang sanggup kamu lakukan, maka alternatif terakhir adalah berpuasa selama tiga hari.

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

🔰 @Manhaj_salaf1

•┈┈•••○○❁🌻💠🌻❁○○•••┈┈•

Mau dapat Ilmu ?
Mari bergabung bersama GROUP MANHAJ SALAF

📮 Telegram: http://t.me/Manhaj_salaf1
🎥 Youtube: http://youtube.com/ittibarasul1
📱 Group WhatsApp: wa.me/62895383230460
📧 Twitter: http://twitter.com/ittibarasul1
🌐 Web: dakwahmanhajsalaf.com
📷 Instagram: http://Instagram.com/ittibarasul1
🇫 Facebook: http://fb.me/ittibarasul1

Share, yuk! Semoga saudara² kita mendapatkan faidah ilmu dari yang anda bagikan dan menjadi pembuka amal² kebaikan bagi anda yang telah menunjukkan kebaikan. آمِينَ.

Belum ada Komentar untuk "Hukum Nadzar Maksiat"

Posting Komentar

Berkomentarlah dengan bijak

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel