Wabah Virus Menular Bisa Menjadi Rahmat Bagi Orang Yang Beriman




Oleh Ustadz Berik Said hafidzhahullah

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

أَنَّهُ كَانَ عَذَابًا يَبْعَثُهُ اللَّهُ عَلَى مَنْ يَشَاءُ، فَجَعَلَهُ اللَّهُ رَحْمَةً لِلْمُؤْمِنِينَ، فَلَيْسَ مِنْ عَبْدٍ يَقَعُ الطَّاعُونُ، فَيَمْكُثُ فِي بَلَدِهِ صَابِرًا، يَعْلَمُ أَنَّهُ لَنْ يُصِيبَهُ إِلَّا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَهُ، إِلَّا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِ الشَّهِيدِ

"Wabah penyakit itu merupakan azab yang Allah timpakan pada siapa saja yang dikehendaki-Nya, kemudian Allah menjadikannya rahmat bagi orang-orang yang beriman. Tidaklah seorang hamba yang di situ terdapat wabah penyakit, lantas dia tetap bersabar tinggal di daerah tersebut, dan meyakini bahwa tidak ada musibah kecuali atas takdir yang Allah tetapkan, maka ia mendapatkan pahala seperti orang yang mati syahid". [HR. Bukhari no.5734]

Penjelasan, maksud dari hadits "penyakit menular bisa menjadi rahmat bagi orang yang beriman".

جعَل اللهُ سبحانه وتعالى أمْرَ المؤمنِ كلَّه له خيرًا، في السَّراءِ والضَّراءِ؛ فشُكْرُه في السَّرَّاءِ يوجِبُ له الأجرَ على شُكرِ النِّعمةِ، وصَبْرُه في الضَّرَّاءِ يوجِبُ له الأجرَ على الصَّبرِ على البلاءِ؛ فإنَّ الطَّاعونَ - كما أخبر النَّبيُّ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم في هذا الحديثِ، وهو المَرَضُ المُهلِكُ - إنَّما يكونُ عذابًا إذا وقَع على الكافرينَ، ويكونُ رحمةً إذا وقَع بالمؤمِنِ، لأنَّه إذا وقَع في بلدٍ هو فيه فصَبَرَ محتسِبًا للهِ تعالى، وهو يعلَمُ أنَّه لا يُصيبُه إلَّا ما كتَبه اللهُ عليه، فمات به، فإنَّه يكونُ له مِثلُ أجرِ الشَّهيدِ،

وقد بيَّن صلَّى اللهُ عليه وسلَّم في رواياتٍ أُخرى أنَّ مَن مات مِن هذا الدَّاءِ يكونُ شهيدًا، وقد نهى صلَّى اللهُ عليه وسلَّم عنِ الخروجِ مِن البلدِ الَّذي يقَعُ فيه الطَّاعونُ، وعنِ الدُّخولِ إليه، فقال: «إذا سمِعْتُم به بأرضٍ فلا تَقدَمُوا عليه، وإذا وقَع بأرضٍ وأنتم بها فلا تخرُجوا فِرارًا منه».

ومعنى قوله صلَّى اللهُ عليه وسلَّم: «يعلَمُ أنَّه لا يُصيبُه إلَّا ما كتَب اللهُ له»، أي: يظَلُّ داخِلَ البلدِ الَّذي وقَع فيه الطَّاعونُ، ولا يخرُجُ منه؛ ظنًّا منه أنَّ خروجَه يُنجيه مِن قَدَرِ اللهِ المكتوبِ عليه، إلَّا كان له مِثلُ أجرِ شهيدٍ. وفي الحديثِ: بيانُ عنايةِ اللهِ تعالى بهذه الأمَّةِ، حيثُ جعَل ما عُدَّ عذابًا لغيرِهم رحمةً لهم.

"Allah telah menjadikan segala perkara yang menimpa orang beriman berefek kebaikan, baik perkara tersebut berupa kebahagiaan/kelapangan maupun bahaya/kesulitan. Rasa syukurnya atas limpahan kebahagian atas apa yang didapatkannya, maka menjadikan itu baik baginya, sementara sabarnya dia saat menghadapi musibah yang menimpanya, maka itu juga berdampak kebaikan baginya.

Wabah penyakit menular sesungguhnya -sebagaimana dikabarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam- dalam hadits ini, termasuk jenis penyakit yang membinasakan ! Wabah ini merupakan adzab bila menimpa pada orang kafir, sementara bisa menjadi rahmat bila menimpa orang yang beriman.

Karena jika musibah ini menjalar di negerinya, sementara dia tetap sabar seraya selalu ihtisab (mengharap pahala dari Allah atas berbagai musibah ini -pent), dan ia pun mengetahui bahwa tidak akan ada yang menimpanya kecuali sebatas apa yang Allah catat (dalam garis takdir) baginya, maka ia kemudian mati dengan keyakinan semacam ini, baginya akan mendapat pahala seperti matinya orang yang mati syahid.

Dan sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam riwayat yang lain menyabdakan bahwa: "Barangsiapa yang mati akibat terkenah penyakit wabah menular ini, maka jadilah matinya itu sebagai syahid".

Dan (karena itu) Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah melarang seseorang yang tinggal di suatu wilayah yang sedang terjangkit wabah penyakit menular untuk keluar dari wilayah tersebut, dan juga melarang orang yang berada di luar wilayah itu untuk memasuki daerah yang sedang terserang wabah penyakit menular tersebut, sebagaimana sabdanya:

إذا سمِعْتُم به بأرضٍ فلا تَقدَمُوا عليه، وإذا وقَع بأرضٍ وأنتم بها فلا تخرُجوا مِنْهَ

"Jika kalian mendengar wabah melanda suatu negeri. Maka, jangan kalian memasukinya. Dan jika kalian berada di daerah itu janganlah kalian keluar untuk lari darinya". [HSR. Bukhari no.5728 dan Muslim no.2218]

Adapun makna ucapan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yakni:

يعلَمُ أنَّه لا يُصيبُه إلَّا ما كتَب اللهُ له

"Dan ia mengetahui yakin bahwa dia tidak akan mungkin tertimpa musibah tersebut, kecuali sebatas apa yang Allah takdirkan untuknya".

Maka maksudnya, tetap tenang/tak terlalu cemas bagi mereka yang tetap tinggal di wilayah yang telah terjangkit wabah penyakit menular, dan ia tidak keluar dari daerah tersebut, karena adanya keyakinan keluarnya ia dari wilayah itu pun (pada dasarnya bukan kepastian) akan menyelamatkannya dari garis takdir yang telah Allah tetapkan baginya, maka matinya seperti mati syahid.

Dalam hadits ini (juga terdapat faidah lain -pent) yaitu, penjelasan tentang pertolongan Allah kepada ummat ini, dimana saat Allah menjadikan wabah penyakit menular ini bisa menjadi adzab bagi suatu kaum (yakni kaum kafir -pent), namun justru bisa menjadi rahmat bagi kaum yang lain (yakni kaum beriman -pent)". https://www.dorar.net/hadith/sharh/582

Nah dengan penjelasan di atas, semoga kita kaum muslimun tidak peelu berlebihan kecemasan atas hal ini tanpa mengurangi kewaspadaan atas bahayanya.

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

🔰 Manhaj_salaf1

•┈┈•••○○❁🌻💠🌻❁○○•••┈┈•

Mau dapat Ilmu ?
Mari bergabung bersama GROUP MANHAJ SALAF

📮 Telegram: http://t.me/Manhaj_salaf1
🎥 Youtube: http://youtube.com/ittibarasul1
📱 Group WhatsApp: wa.me/62895383230460
📧 Twitter: http://twitter.com/ittibarasul1
🌐 Web: dakwahmanhajsalaf.com
📷 Instagram: http://Instagram.com/ittibarasul1
🇫 Facebook: http://fb.me/ittibarasul1

Share, yuk! Semoga saudara² kita mendapatkan faidah ilmu dari yang anda bagikan dan menjadi pembuka amal² kebaikan bagi anda yang telah menunjukkan kebaikan. آمِينَ.

Belum ada Komentar untuk "Wabah Virus Menular Bisa Menjadi Rahmat Bagi Orang Yang Beriman"

Posting Komentar

Berkomentarlah dengan bijak

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel