Ramadhan Kita Dan Wabah




Oleh Ustadz Abu Abd rahman bin Muhammad Suud Al-Atsary hafidzhahullah

Hari-hari ini wabah telah membuat perubahan besar di seluruh dunia. Tidak hanya perubahan kehidupan yang terkait dengan keduniawian, namun juga terkait langsung dengan perubahan suasana, waktu, dan tempat dalam ibadah.

Sementara Ramadhan, telah menjelang. Kita tidak bisa memastikan kapan Allah Subhanahu wa Ta'ala mengangkat wabah ini. Dan boleh jadi kita menemui suasana Ramadhan dan idul Fitri yang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

Dan sebelumnya, kita telah berpisah dengan suasana kajian, nasihat di majelis ilmu, bertatap muka dengan guru dan teman-teman, demikian juga dengan suasana damai di masjid-masjid Allah. Boleh jadi kita akan menemui bulan puasa di rumah, sahur dan buka puasa di rumah, tarawih dan Qiyamullail di rumah.

Tidak ada pengawas setelah Allah Subhanahu wa Ta'ala sendiri atas hamba-hamba-Nya, kecuali hamba itu sendiri atas dirinya.

Maka, di suasana yang tidak menentu ini, hadirkan selalu nasihat-nasihat dan arahan Allah kepadamu wahai saudaraku.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

لا يخفى على الله منهم شيء

"Tiada yang tersembunyi sedikitpun dari (rahasia) mereka atas Allah". (QS. Al-Mu'min: 16)

يعلم خائنة الأعين و ما تخفى الصدور

"Yang mengetahui mata-mata yang khianat dan apa yang tersembunyi di dalam hati". (QS. Al-Mu'min: 19)

يومئذ يعرضون لا تخفى منكم خافية

"Pada hari ini mereka di hadapkan (kepada Allah), tiada lagi yang dapat di tutupi dari mereka apa yang tersembunyi selama ini". (QS. Al-Haqqah: 18)

Seseorang tentu biasa semangat, diantaranya adalah dengan berkumpul dengan teman-teman dan majelis nasihat, akrab dengan rumah Allah yaitu masjid, dan mendengarkan nasihat, dan sebagaimana tulisan saya yang lalu.

Ketika seseorang di rumah yang tiada batasan apa yang bisa di kerjakan di dalam rumah, tidak ada teman, tidak ada ustad, tidak ada nasihat, setiap orang bisa bebas dengan maknanya. Dan biasanya, hawa ketika di tengah keluarga atau sendiri, hawa kemalasan itu biasanya muncul.

Maka, aku (Abu Abd rahman bin Muhammad Suud) menasihatkan pada diriku sendiri dan yang membaca tulisan ini, untuk senantiasa menjaga ketaqwaan kepada Allah, merasakan pengawasan Allah dan kedekatan Rabb-Nya dengan diri-Nya, kemudian ia bersungguh-sungguh untuk melatih dan menasihati diri sendiri untuk sekedar taat.

Ingat wahai saudaraku, setiap diri adalah pengawas bagi dirinya sendiri di hari-hari ini. Jangan engkau memanjakan dirimu, karena kecenderungan jiwa adalah pada kemalasan dan yang cocok dengan hawa nafsunya.

Wahai Rabb kami, jangan Engkau halangi kami dari hidayah-Mu dan kebaikan-kebaikan diri-Mu.
Wahai Rabb kami, kami adalah hamba-Mu yang lemah, miskin, dan fakir.

Kami adalah hamba-Mu yang kondisinya sebagaimana ucapan saudara-saudara Yusuf bin Ya'kub 'alaihimus salam:

قالوا يا ايها العزيز مسنا و اهلنا الضر و جئنا ببضاعة مزجاة فأوف لنا الكيل و تصدق علينا

"Mereka berkata: Wahai Al-Aziz, kami telah tertimpa keburukan demikian juga dengan keluarga kami, dan kami datang menghadap-Mu dengan barang pengganti yang tiada berharga dengan harapan engkau memenuhi kebutuhan kami, dan bersedekahlah kepada kami". (QS. Yusuf: 88)

Ya Aziz, ini hamba-Mu yang belum sepenuhnya tunduk dan melakukan peribadatan sebagaimana mestinya. Ini hamba-Mu yang banyak kelalaian dan maksiat serta dosa.

Wahai Rabb kami, Engkau lah yang lebih mengetahui tentang diri-diri kami melebihi pengetahuan kami atas diri kami sendiri.

اللهم إنك تسمع كلامنا و ترى مكاننا و تعلم سرنا و علانيتنا

"Ya Allah, sesungguhnya Engkau mendengar ucapan-ucapan kami, dan mengetahui tempat-tempat berdiam kami, Engkau mengetahui apa yang tersembunyi dan yang nampak dari diri kami".

Ya Rabb, dosa kami terlalu banyak, kesalahan dan ketergelinciran kami terlalu banyak. Hati kami telah penuh dengan noda hitam kemunafikan dan pembangkangan,

Kami telah bersandiwara dalam hidup kami, dengan kesalihan dan kebaikan, baik dalam sikap, tampilan, dan tulisan serta pembicaraan, sedang kami tidak bedanya dengan Fir'aun dalam kesombongan, kami tidak bedanya dengan Karun dalam tampilan dan kemewahan, kami adalah hamba pendosa dan pelaku maksiat.

Kepada Fir'aun, Engkau berpesan kepada Musa dan Harun 'alahimus salam:

فقولا له قولاً ليناً لعله يتذكرو او يخشى

"Maka ucapan-ucapan yang lembut, semoga ia ingat atau takut (kepada Allah)". (QS. Ta-ha: 44)

Sedang ia adalah seorang yang mentasbihkan dirinya sebagai Tuhan. Ini anugerah kepada seseorang yang melakukan kelancangan sebagaimana Fir'aun, lalu bagaimana, anugerahmu kepada kami yang mengatakan:

لا اله إلا انت سبحانك إني كنت من الظالمين

"Tiada Illah yang berhak di ibadahi selain Engkau ya Allah, maha suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk hamba yang zalim".

Wahai Rabb kami, tidak ada satu hal yang membuat kami bahagia ketika bertemu dengan-Mu, kecuali ucapan pembebasan, sebagaimana Rasul-Mu shallallahu 'alaihi wa sallam, berkata kepada Quraisy saat Fathul Makkah:

إذهبوا فأنتم الطلقاء

"Pergilah (atau kembalilah) kalian, kalian telah bebas".

Ya Allah, ampunilah kami, rahmatilah kami, dan bebaskanlah kami dari Api Neraka.

Terakhir, wahai saudaraku, menjelang Ramadhan tahun ini satu pesanku untuk diriku dan dirimu:

و إجعلوا بيوتكم قبلة

"Jadikan rumah-rumah kalian sebagai kiblat dalam beribadah kepada Allah".

Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala memberikan kepada kita hidayah, Taufiq dan semangat dalam mengabdi pada-Nya. Dan semoga Allah segera mengangkat wabah ini, sehingga kita bisa hidup sebagaimana bisa dan bisa kembali beribadah dan juga menuntut ilmu.

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

Saudara anda, Sidoarjo. Oleh yang butuh dan mengharapkan ampunan Rabb-Nya.

🔰 Manhaj_salaf1

•┈┈•••○○❁🌻💠🌻❁○○•••┈┈•

Mau dapat Ilmu ?
Mari bergabung bersama GROUP MANHAJ SALAF

📮 Telegram: http://t.me/Manhaj_salaf1
🎥 Youtube: http://youtube.com/ittibarasul1
📱 Group WhatsApp: wa.me/62895383230460
📧 Twitter: http://twitter.com/ittibarasul1
🌐 Web: dakwahmanhajsalaf.com
📷 Instagram: http://Instagram.com/ittibarasul1
🇫 Facebook: http://fb.me/ittibarasul1

Share, yuk! Semoga saudara² kita mendapatkan faidah ilmu dari yang anda bagikan dan menjadi pembuka amal² kebaikan bagi anda yang telah menunjukkan kebaikan. آمِينَ.

Belum ada Komentar untuk "Ramadhan Kita Dan Wabah"

Posting Komentar

Berkomentarlah dengan bijak

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel