Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bantahan Atas Tuduhan Syaikh Ali Hasan Al-Halabi Seorang Murjiah

 




Oleh Ustadz Berik Said hafidzhahullah

Untuk menjawab segala caci maki dan hujatan dari mereka yang justru tepat pada hari wafatnya Syaikh Ali Hasan Al-Halabi rahimahullah mereka menampakkan rasa gembiranya dan bahkan ada yang mendoakan agar adzab ditimpakan kepadanya dengan bertameng pada tahdzir Fatwa Lajnah Ad-Da'imah atas Syaikh Ali Hasan Al-Halabi rahimahullah semasa hidupnya, maka ana ingin membantahnya dengan beberapa alasan dan penjelasan sebagai berikut:

Pertama, Na'am, ana tahu dan ana telah membaca Fatwa Ulama Lajnah Ad-Da'imah yang telah memberikan peringatan pada Syaikh Ali Hasan Al-Halabi rahimahullah juga pada Syaikh Khalid bin Ali bin Muhammad Al Anbari hafizhahullah yang keduanya dianggap membawa pemikirian Murji'ah.

Anggap saja benar bahwa Syaikh Ali Hasan Al-Halabi rahimahullah terkontaminasi faham Murji'ah sebagaimana yang difatwakan oleh Ulama Lajnah Ad-Da'imah dan lainnya, lantas apakah ini menjadikan alasan bahwa Syaikh Ali Hasan Al-Halabi adalah ahlul bid'ah menjijikan, sesat dan menyesatkan, bahkan harus dihajr ? Bahkan saat beliau wafat layat di doakan agar adzabnya disegerahkan sebagaimana yang diucapkan oleh mereka.

Ingat!! Penyebutan atau peringatan adanya suatu bid'ah pada seseorang atau Ulama, tidak secara otomatis menjadikan ia di kategorikan sebagai ahlul bid'ah total. Apalagi jika sebelumnya orang yang diberi peringatan itu dikenal sebagai pembela Manhaj Salaf.

Untuk menjelaskan hal ini tentu akan banyak memakan lembar halaman dan sayangnya saat ini ana belum ada waktu menyampaikannya , di samping jika ditulis rinci hal ini akan menyita halaman tulisan ini. Namun, disini ana akan mengutipkan satu saja pernyataan dari pakar hadits paling senior abad ini yang masih hidup, yakni Syaikh Abdul Mushin Al-Abbad Al-Badr hafidzhahullah. Beliau pernah ditanya begini:

نرجو بيان معنى كلام الشاطبي رحمه الله في الموافقات حيث قال: ينبغي عدم تعيين من ابتدع في الدين، دون البدع العظيمة كالخوارج، وذلك حفظاً للوحدة والألفة والمودة بين عموم المسلمين. انتهى؟

Kami mengharapkan penjelasan tentang makna ucapan Asy-Syathibi rahimahullah dimana dalam buku beliau Al-Muwafaqoot mengatakan, "Sepatutnya tidak menvonis secara spesifik person yang berbuat bid'ah di dalam agama, kecuali bid’ah yang besar seperti bid'ahnya Khawarij. Hal ini dalam rangka menjaga persatuan, pertautan hati, dan kasih sayang diantara kaum muslimin secara umum". (Selesai pertanyaannya)

Lantas beliau menjawab cukup panjang lebar atas hal ini, diantaranya beliau berkata:

هذا الكلام يتعلق بالعالم إذا أخطأ وكان فيه شيء من البدعة، فإنه لا يعامل معاملة أصحاب البدع الذين هم مجانبون لأهل السنة والجماعة ومخالفون لأهل السنة والجماعة

"Ucapan ini bertalian dengan seorang alim yang melakukan suatu kesalahan dan dalam kesalahannya tersebut terdapat suatu kebid'ahan. Maka, hendaklah Ulama yang tergelincir tadi tidak diperlakukan seperti pada ahlul bid'ah yang memang suka menentang dan menyelisihi Ahlus Sunnah wal Jamaah.

يعني: أن من حصل منه شيء من ذلك فإنه يعذر، فلا يبدع ولا يهجر ولا يترك ما عنده من الحق بسبب ما حصل منه من الخطأ

Maksudnya, jika seorang alim lantas jatuh pada kebid'ahan, maka semestinya diberikan udzur kesalahannya.

Dengan demikian, maka tidak boleh secara serta merta ia di vonis sebagai ahlul bid'ah, dihajr  dan tidak boleh pula secara frontal ditinggalkan kebenaran yang masih bersamanya hanya karena terdapat kesahalan padanya.

وكم من علماء المسلمين من لا يستغني العلماء وطلبة العلم عن علمهم، ومع ذلك وقعوا في شيء من البدعة، فلو أنهم عوملوا معاملة أهل البدع؛ لم يعول على شيء مما جاءوا به وعلى ما عندهم من العلم

Dan sungguh berapa banyak Ulama kaum muslimin yang ilmunya masih dibutuhkan oleh Ulama lainnya dan para penuntut ilmu, walau bersamaan dengan itu mereka jatuh kepada kebid'ahan. Sekiranya langsung disikapi sebagaimana penyikapan kepada ahlul bid'ah, maka tidak memperhitungkan kebenaran dan ilmu yang ada pada mereka.

ومن المعلوم أن من العلماء من هو من أهل الحديث وعنده أمور منكرة فيما يتعلق بالعقيدة، كأن يكون عنده تخليط، وقد يكون ابتلي ببعض مشايخه، وغالباً ما يكون الضرر والبلاء على التلاميذ من الشيوخ إذا كانوا منحرفين

Telah diketahui bersama bahwa ada sebagian Ulama dari kalangan Ahli Hadits, namun ternyata dia memiliki perkara yang keliru terkait dengan urusan aqidah. Bisa karena (ingatan/hafalannya) tercampur, dan sering pula akibat dia masih dipengaruhi oleh guru-gurunya. Tidak jarang dampak negatif dan bencana yang menimpa murid itu disebabkan oleh guru yang menyimpang.

 فمن كان من أهل العلم بالسنة وحصل منه شيء من الخطأ في العقيدة أو غير العقيدة لا يعامل معاملة أهل البدع كالقدرية، والمعتزلة، والرافضة، والخوارج، وإنما يؤخذ من علمه ويدعى له، ولا يتابع على خطئه

Maka, jika dia adalah Ulama yang berpegang dengan Sunnah, lalu jatuh pada beberapa kesalahan dalam perkara aqidah maupun perkara selain aqidah, maka dia tidak boleh diperlakukan sebagaimana perlakuan terhadap dari barisan ahlul bid'ah, semisal Qadariyyah, Mu'tazilah, Rafidhah dan Khawarij. Ilmunya tetap diambil, sementara kesalahannya ditinggalkan dan jangan terus menerus mencari-cari kesalahannya". https://kulalsalafiyeen.com/vb/showthread.php?t=56896

Sekarang tanya kepada mereka tersebut, apakah pernyataan Imam Syathibi rahimahullah dan penjelasan Syaikh Abdul Muhsin hafidzhahullah diatas salah ?! Apa beliau tidak kokoh Manhajnya seperti kalian ?! Allahul musta'an.

Kedua, diantara bukti yang memperkuat pernyataan diatas, yakni semata-mata memberi peringatan atas bid'ahnya yang ada pada seorang Ulama yang selama ini dikenal sebagai Ahlus Sunnah, bukan berarti menggeneralisirnya sebagai gembong bid'ah yang bahkan sampai matinya di boikot dan di caci maki.

Lihatlah, para Kibarul ulUlama yang dulu mentahdzir Syaikh Ali  Hasan Al-Halabi dan menganggap beliau memiliki pemikiran Murji'ah masih banyak yang hidup, salah satunya Syaikh Al-Fauzan hafidzhahullah. Lantas, pernahkah kalian mendengar ada safu saja Ulama yang mentahdzir Syaikh Ali Hasan Al-Halabi itu terus mencaci maki beliau dan mendokan kejelekannya, apalagi minta disegerahkan adzabnya ?! Jadi sebenanrya siapa Salaf kalian ?!

Andai sikap kalian itu bagian yang shahih dari sikap Salaf, tentu para Kibarul Ulama yang masih hidup yang dulu mentahdzir Syaikh Ali Hasan Al-Halabi akan segerah bereaksi cepat dengan bersuka ria mengucapkan syukur atas wafatnya Syaikh Ali Hasan Al-Halabi dan jika perlu mendoakan disegerahkan adzabnya seperti perkataan yang dilontarkan oleh lisan berbisa kalian.

Bawakan padaku setengah kalimat saja diantara Kibarul Ulama yang saat ini masih hidup yang dulu mentahdzir Syaikh Ali Hasan Al-Halabi, lalu mengungkapkan rasa senangnya saat Syaikh Ali Hasan Al-Halabi wafat.

Ketiga, Na'am, dari sisi ijtihad mereka -para Ulama Lajnah Ad-Da'imah- semoga Allah menjaga seluruh Ulama kita tersebut, para Ulama Ad-Da'imah memandang bahwa Syaikh Ali Hasan Al-Halabi terkontaminasi membawa firqah Murji’ah. Penilaian para Ulama kita itu tentu saja amat kita hargai bahkan wajib kita perhatikan.

Namun, juga merupakan hak Syaikh Ali Hasan Al-Halabi ketika beliau tidak merasa apa yang disampaikan para Ulama itu sebagai sebuah kebenaran. Syaikh Ali Hasan Al-Halabi telah memberikan tanggapan atas tahdzir para Ulama Lajnah Ad-Da'imah tersebut dalam banyak karya kitabnya, semisal Al-Ajwibah Al-Mutalaaimah Alaa Fatwal Lajnah Ad-Da'imah, juga kitab At-Ta’rif wat Tanbi'ah, kemudian at Tanbihaat Al-Mutawaaimah, juga Kitab Al-Hujjah Al Qa'imah Alaa Fatwal Lajnah Ad-Da'imah dan yang cukup menarik untuk ditelaah adalah Ar-Raddul Burhani dan Kalimatun Sawaa. Ana tak yakin mereka telah membaca semua kitab yang ana sebut diatas.

Andai sekarang ana tanya pada mereka, Tahukah kalian bagaimana tulisan Syaikh Ali Hasan Al-Halabi yang dipandang oleh Ulama Lajnah Da'imah sebagai pemikiran Murji'ah ? Maaf, ana tidak yakin mereka mampu menjelaskan secara rinci. Dan andaipun mereka mampu menjelaskannya, maka jika ana tanya ke mereka bisakah kalian membantah tanggapan Syaikh Ali Hasan Al-Halabi atas fatwa Ulama Lajnah Ad-Da'imah tersebut ? Maaf sekali, ana menduga keras mereka ini jangankan membantah, membaca atau melihat sampul kitabnya pun jangan-jangan belum pernah.

Tidak mengapa, andaipun mereka menguatkan fatwa ulUlama Lajnah Ad-Da'imah yang menyatakan pemikiran Syaikh Ali Hasan Al Halabi di dalamnya ada terdapat pemikiran Murji'ah, namun bukan berarti menggenelasir bahwa Syaikh Ali Hasan Al Halabi adalah gembong bid'ah yang menjijikan yang saat wafatnya pun bahkan mereka gembira dan bahkan dengan lancang mendoakan adzab. Allahul musta'aan. 

Terlebih sebenarnya tidak semua Ulama menyepakati bahwa Syaikh Ali Hasan Al-Halabi membawa pemikiran Murji’ah.

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

_______
Mau dapat Ilmu ?
Mari bergabung bersama GROUP MANHAJ SALAF
Group WhatsApp: wa.me/6289665842579
Share, yuk! Semoga saudara² kita mendapatkan faidah ilmu dari yang anda bagikan dan menjadi pembuka amal² kebaikan bagi anda yang telah menunjukkan kebaikan. آمِينَ.

Posting Komentar untuk "Bantahan Atas Tuduhan Syaikh Ali Hasan Al-Halabi Seorang Murjiah"