Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Berbakti Pada Orangtua Yang Sudah Meninggal

 



Pertanyaan:

بــسم اللّٰـه 
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Amalan apa saja untuk orangtua yang sudah meninggal agar pahalanya sampai. Jazakallahu khairan ustadz.

(Dari Hamba Allah Group MS A-28)

Jawab:

بــسم اللّٰـه 
وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته 

Masya Allah, ini perlu kajian khusus. Beramal baik dengan amalan shalih yang dilakukan oleh anak, otomatis orangtua dapat pahala.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ مِنْ أَطْيَبِ مَا أَكَلَ الرَّجُلُ مِنْ كَسْبِهِ وَوَلَدُهُ مِنْ كَسْبِهِ

"Sesungguhnya yang paling baik dari makanan seseorang adalah hasil jerih payahnya sendiri. Dan anak merupakan hasil jerih payah orang tua". [HR. Abu Daud no.3528 dan An Nasa-i no.4451]

Engkau dapat berbuat kebaikan untuk orang tua yang meninggal dengan amalan-amalan berikut:

1) Selalu mendoakan dan memohonkan ampunan kepada Allah untuk orangtua.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

"Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu), sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau doa anak yang sholeh". [HR. Muslim no.1631]

2) Sedekah atas nama orangtua.

Dari Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata:

أَنَّ سَعْدَ بْنَ عُبَادَةَ رضى الله عنه تُوُفِّيَتْ أُمُّهُ وَهْوَ غَائِبٌ عَنْهَا ، فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ أُمِّى تُوُفِّيَتْ وَأَنَا غَائِبٌ عَنْهَا ، أَيَنْفَعُهَا شَىْءٌ إِنْ تَصَدَّقْتُ بِهِ عَنْهَا قَالَ «نَعَمْ» . قَالَ فَإِنِّى أُشْهِدُكَ أَنَّ حَائِطِى الْمِخْرَافَ صَدَقَةٌ عَلَيْهَا

"Sesungguhnya Ibu dari Sa'ad bin Ubadah radhiallahu 'anhu meninggal dunia, sedangkan Sa'ad pada saat itu tidak berada di sampingnya". Kemudian Sa'ad mengatakan: "Wahai Rasulullah, sesungguhnya ibuku telah meninggal, sedangkan aku pada saat itu tidak berada di sampingnya. Apakah bermanfaat jika aku menyedekahkan sesuatu untuknya ?" Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab: "Iya, bermanfaat". Kemudian Sa’ad mengatakan pada beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam: "Kalau begitu aku bersaksi padamu bahwa kebun yang siap berbuah ini aku sedekahkan untuknya". [HR. Bukhari no. 2756]

3) Sambung silaturahim kepada kerabat.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ مِنْ أَبَرِّ الْبِرِّ صِلَةَ الرَّجُلِ أَهْلَ وُدِّ أَبِيهِ بَعْدَ أَنْ يُوَلِّيَ

"Bentuk kebaktian kepada orangtua yang paling tinggi, menyambung hubungan dengan orang yang dicintai bapaknya, setelah ayahnya meninggal". [HR. Muslim no. 2552]

4) Mengumrahkan dan menghajikan orangtua.

Dari Ibnu Abbas radhiallahu 'anhum, ia berkata:

أَمَرَتِ امْرَأَةُ سِنَانَ بْنِ سَلَمَةَ الْجُهَنِىِّ أَنْ يَسْأَلَ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم أَنَّ أُمَّهَا مَاتَتْ وَلَمْ تَحُجَّ أَفَيُجْزِئُ عَنْ أُمِّهَا أَنْ تَحُجَّ عَنْهَا قَالَ: نَعَمْ لَوْ كَانَ عَلَى أُمِّهَا دَيْنٌ فَقَضَتْهُ عَنْهَا أَلَمْ يَكُنْ يُجْزِئُ عَنْهَا فَلْتَحُجَّ عَنْ أُمِّهَا

"Istri Sinan bin Salamah Al-Juhaniy meminta bertanya pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang ibunya yang meninggal dunia dan belum sempat menunaikan haji. Ia tanyakan apakah boleh ia menghajikan ibunya. Iya, boleh. Seandainya ibunya punya utang, lalu ia lunasi utang tersebut, bukankah itu bermanfaat bagi ibunya ?! Maka, silahkan ia hajikan ibunya, jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam". [HR. An Nasai no.2634]

5) Tidak berbuat acara bid'ah setelah kematiannya, karena itu bentuk durhaka dan meratap.

والله تعالى أعلمُ بالـصـواب

Dijawab Oleh Ustadz Abu Abdurrahman Al-Atsary hafidzhahullah

_______
Mau dapat Ilmu ?
Mari bergabung bersama GROUP MANHAJ SALAF

Group WhatsApp: wa.me/6289665842579

Share, yuk! Semoga saudara² kita mendapatkan faidah ilmu dari yang anda bagikan dan menjadi pembuka amal² kebaikan bagi anda yang telah menunjukkan kebaikan. آمِينَ.

Posting Komentar untuk "Cara Berbakti Pada Orangtua Yang Sudah Meninggal"